Warning: Constant DISALLOW_FILE_EDIT already defined in /home/impactfirst.co/public_html/wp-config.php on line 94
Apa itu Manufaktur? Pengertian, Jenis, dan Tantangannya
Menu Close

Apa itu Manufaktur? Pengertian, Jenis, dan Tantangannya

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

IN THIS ARTICLE

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Manufaktur adalah proses mengubah bahan mentah menjadi produk jadi yang berguna untuk kegiatan sehari-hari, mulai dari kendaraan, makanan, hingga pakaian. Di Indonesia, manufaktur mengalami pertumbuhan aktivitas industri yang begitu pesat.

Pada September 2022, Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia mencapai 53,7 dan meningkat dari Bulan Agustus 2022 yaitu 51,7. PMI Manufaktur Indonesia tersebut tercatat lebih tinggi daripada rata-rata negara ASEAN lainnya. Seiring dengan perkembangan teknologi, maka perusahaan manufaktur terus melakukan perubahan agar proses produksi lebih efisien.            

Apa Itu Manufaktur?

Manufaktur adalah proses mengubah bahan mentah atau komponen tertentu menjadi barang jadi atau setengah jadi menggunakan mesin, sumber daya manusia, dan proses kimia. Proses manufaktur dapat meningkatkan nilai suatu barang dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Pertambahan nilai dari produk tersebut akan meningkatkan laba perusahaan. 

Apa Itu Perusahaan Manufaktur?

Pengertian Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang mengubah bahan mentah atau komponen menjadi produk jadi. Produk dari perusahaan manufaktur yang dapat kita temui dalam keseharian yaitu furniture, produk elektronik, makanan, hingga kendaraan. Di Indonesia, perusahaan manufaktur mengalami perkembangan yang pesat setiap tahunnya. 

Menurut data BPS, pada tahun 2022 jumlah perusahaan manufaktur dengan skala menengah hingga besar di Indonesia mencapai 30.292 perusahaan. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2021 yang sebanyak 29.127 perusahaan. Kenaikan jumlah tersebut dipengaruhi oleh terkendalinya kasus COVID-19 di Indonesia dan konsumsi rumah tangga Indonesia yang tergolong besar yaitu mencapai 57,31%.

Perbedaan Manufaktur vs Wholesale

Manufaktur dan wholesale merupakan dua proses berbeda dalam suatu bisnis. Ciri-ciri manufaktur merujuk pada proses produksi barang, sedangkan wholesale merujuk pada pendistribusian barang. 

Beberapa perbedaan mendasar antara manufaktur dan wholesale dapat Anda pahami melalui tabel berikut:

Basis Manufaktur vs Wholesale

Manufaktur

Wholesale

Definisi

Proses mengubah bahan mentah atau komponen tertentu menjadi barang jadi atau setengah jadi menggunakan mesin, sumber daya manusia, dan proses kimia.

Proses membeli barang dalam jumlah besar dari manufaktur dan menjualnya kembali ke retailer dengan harga yang lebih tinggi. 

Konsep

Mendesain dan menghasilkan produk

Mendistribusikan produk 

Inklusi

Bagian dari produksi

Bagian dari supply chain

Perbedaan Manufaktur vs Produksi

Manufaktur dan produksi seringkali dimaknai sebagai hal yang sama, padahal tujuan utama dari manufaktur dan manajemen produksi  sendiri berbeda. Manufaktur merujuk pada proses mengubah bahan mentah menjadi produk jadi, sedangkan produksi merupakan hal yang lebih luas karena mencakup proses pembuatan produk atau layanan secara manual dan otomatis. 

Anda dapat memahami lebih lanjut mengenai perbedaan manufaktur dan produksi pada tabel berikut:

Basis Manufaktur vs Produksi

Manufaktur

Produksi

Definisi

Manufaktur adalah proses mengubah bahan mentah atau komponen tertentu menjadi barang jadi atau setengah jadi menggunakan mesin, sumber daya manusia, dan proses kimia.

Produksi adalah proses membuat suatu output dengan bantuan berbagai sumber daya.

Konsep

Mengubah barang mentah menjadi produk jadi

Mengubah input menjadi output

Hasil akhir

Menghasilkan produk fisik dan berwujud, misalnya kendaraan, barang elektronik, dan pakaian.

Menghasilkan produk yang tidak kurang berwujud dan dapat berupa jasa, misalnya analis saham, dokter gigi, dan penulis.

Syarat

Memerlukan mesin dan bahan untuk membuat produk

Tidak memerlukan mesin

Inklusi

Tidak semua produksi termasuk dalam proses manufaktur

Semua tipe manufaktur termasuk dalam proses produksi

Mengapa Manufaktur Penting?

Manufaktur menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas, pertumbuhan ekonomi, hingga mengentaskan angka kemiskinan di suatu negara. Pada tahun 2020, produk manufaktur menyumbang sebagian besar perdagangan global dengan proporsi mencapai 71% dari total ekspor barang dagang. Di Indonesia, sektor manufaktur menjadi salah satu kontributor terbesar pada perekonomian. 

Terhitung mulai dari Bulan Januari – September 2022, total investasi pada sektor manufaktur mencapai Rp 365 triliun atau naik sebanyak 54% dari periode sebelumnya yaitu Rp 236,8 triliun. Namun, kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB pada kuartal III mengalami penurunan. Berdasarkan data BPS, pada kuartal III tahun 2022, sektor manufaktur berkontribusi sebanyak 17,88%, sedangkan pada periode sebelumnya sebanyak 19,15%.

Penurunan kontribusi tersebut disebabkan oleh inflasi ekonomi, mahalnya ongkos bahan baku, serta naiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Keadaan ini menuntut sektor manufaktur khususnya skala kecil dan menengah agar dapat berinovasi untuk memecahkan masalah tersebut.

Tipe Manufaktur

Proses manufaktur terus mengalami perkembangan, mulai dari cara manual hingga melibatkan mesin. Adapun tiga tipe manufaktur yang relevan untuk digunakan pada proses manufaktur saat ini, yaitu:

1. Additive Manufacturing

Beberapa metode yang termasuk dalam additive manufacturing yaitu 3D printing, laser printing system, dan proses lain yang menciptakan komponen kompleks. Penggunaan metode tersebut dimaksudkan untuk mengurangi titik kegagalan dalam sistem. Perusahaan yang mendapatkan manfaat dari adanya additive manufacturing yaitu perusahaan medis, otomotif, barang konsumsi, dan sektor lainnya seiring dengan terjangkaunya teknologi. 

2. Advanced Manufacturing

Metode ini menggunakan teknologi inovatif untuk meningkatkan kualitas pada proses produksi. Adapun produksinya bergantung pada perangkat lunak, otomatisasi, komputasi, hingga jaringan. Beberapa yang menjadi karakteristik dari advance manufacturing yaitu strategi produksi berfokus pada pelanggan dan meungkinkan kustomisasi, menggunakan digital infrastruktur, dan digunakan pada industri spesifik seperti farmasi dan aerospace.

Di Indonesia, upaya penerapan advanced manufacturing dilakukan melalui “Making Indonesia 4.0” yang berjalan dari tahun 2018. Penerapan Making Indonesia 4.0 dimaksudkan untuk meningkatkan performa dan produktivitas pada sektor manufaktur Indonesia, serta dapat menjadikan Indonesia sebagai 10 negara besar yang memiliki perekonomian terkuat pada 2030. 

3. Contract Manufacturing

Pada contract manufacturing, perusahaan menjalin kerjasama dengan perusahaan lain untuk melakukan pembuatan komponen atau produk sesuai dengan periode waktu tertentu. Contoh dari metode ini yaitu perusahaan otomotif yang menyewa pihak ketiga untuk membuat suku cadang untuk membuat mobil. 

Di Indonesia, tipe manufaktur ini merupakan tipe yang paling banyak ditemui. Beberapa keuntungan dari contract manufacturing yaitu pengurangan biaya, efisiensi waktu, dan lebih mudah memasuki pasar. Namun, dibalik keuntungan tersebut, masih terdapat beberapa masalah yang sering dihadapi misalnya terbatasnya kontrol menyebabkan produk yang dihasilkan memiliki kualitas rendah hingga pemberhentian tim internal.

Teknik Manufaktur

Terdapat 3 strategi teknik produksi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan di perusahaan Anda, yaitu:

1. Make to Stock (MTS)

Tipe produksi MTS biasanya ada pada perusahaan FMCG dan Enterprise. Produksi dilakukan jika stok produk di gudang semakin sedikit dan hasil produksi kemudian disimpan di gudang kembali.  

Keuntungan dari MTS yaitu sumber daya lebih efisien dan pelanggan menerima produk dengan cepat. Namun, MTS membutuhkan gudang yang besar dan mungkin terjadi surplus produksi sehingga perusahaan seringkali menjual barang di bawah harga produksi untuk mengatasi pengendapan barang. 

Solusi dari permasalahan MTS yaitu perusahaan melakukan forecasting dengan akurat, menggunakan software inventory, hingga melakukan maintenance secara rutin.

Pro Tip: ERP Modul Inventory Impact membantu Anda untuk mengotomatiskan proses forecasting demand dan produk yang paling banyak terjual.

2. Make to Order (MTO)

MTO biasa diterapkan oleh perusahaan skala kecil dan menengah dengan siklus produksi yang relatif singkat. Tipe ini menyesuaikan dengan spesifikasi pelanggan dan proses produksi baru dimulai ketika ada pesanan sehingga bisa dikustomisasi. 

Keuntungan MTO yaitu produksi tidak berlebih sehingga meminimalisir potensi pengendapan barang dan pelanggan dapat membeli produk sesuai kebutuhan. Kekurangan MTO yaitu pelanggan harus menunggu lama dan perusahaan harus waspada fluktuasi bahan baku. 

Salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi kekurangan tersebut yaitu dengan menggunakan software inventory management. Namun, hingga tahun 2020, hanya 18% perusahaan skala kecil yang menerapkan software inventory management, sedangkan lainnya masih secara manual.

Pro Tip: ERP Inventory Impact memungkinkan perusahaan Anda untuk secara cepat melakukan proses fulfillment demand dan mempersingkat waktu pengiriman produk.

3. Make to Assemble (MTA)

MTA merupakan gabungan dari MTS dan MTO dimana bagian komponen diproduksi menurut perkiraan minat pelanggan. Perakitan terakhir baru dimulai ketika ada pesanan. 

Kelebihan MTA yaitu pesanan dapat sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan produk jadi langsung dapat dikirim ke pelanggan tanpa menumpuk di gudang. Namun, jika tidak ada pesanan, maka perusahaan harus menampung persediaan komponen dalam jumlah yang besar.

Tipe Proses Manufaktur

Proses manufaktur terbagi atas lima tipe yang masing-masing memiliki perbedaan pada produk yang dihasilkan. 

1. Discrete Manufacturing

Tipe ini memungkinkan setiap hasil produksi dapat diidentifikasi dengan spesifik. Setiap terjadi perubahan pada model produk, maka proses produksi harus berubah. Misalnya, perusahaan komputer yang terus mengalami perkembangan pada setiap modelnya sehingga perlu modifikasi pada proses produksi.

2. Process Manufacturing

Terdapat dua tipe utama dari process manufacturing yaitu pertama, batch process manufacturing yaitu pembuatan produk berdasarkan pada standar atau resep tertentu seperti pada industri makanan dan minuman. Kedua, continuous process manufacturing yaitu proses konsisten untuk memproduksi produk dalam waktu yang lama. Biasanya manufaktur dihentikan beberapa saat sebelum dilanjutkan kembali. Misalnya, pada industri minyak dan gas saat mengebor sumber daya alam.   

3. Mixed Mode Manufacturing

Beberapa produk dapat dihasilkan jika menggunakan tipe discrete dan process manufacturing. Biasanya produk dihasilkan melalui proses batch sebelum diubah menjadi produk yang lebih spesifik. tahap awal menggunakan process manufacturing untuk menghasilkan produk dan discrete manufacturing digunakan pada tahap selanjutnya untuk menghasilkan spesifikasi unik pada produk. 

4. Job Shop Manufacturing

Tipe ini merupakan tipe spesifik dari proses manufaktur. Tipe ini ideal untuk custom manufacturing karena lebih lambat dan menghasilkan volume yang sedikit dengan barang yang spesifik. Oleh karena itu, perusahaan harus menyesuaikan proses produksi dan mengubah peralatan sehingga lebih sesuai untuk produksi. 

5. Repetitive Manufacturing

Pada tipe ini, proses manufaktur yang panjang dibagi ke dalam bagian yang lebih kecil. Masing-masing bagian hanya mengerjakan suatu komponen dari produk dan dilanjutkan ke bagian lainnya. Repetitive manufacturing menghasilkan produk yang sama dalam waktu 24 jam dan biasa ditemui pada perusahaan otomotif, elektronik, dan barang konsumsi yang tahan lama. 

Sistem Manufaktur

Terdapat empat sistem utama pada manufaktur dengan karakteristik berbeda-beda, yaitu:

1. Custom Manufacturing System

Pada sistem ini, produk dibuat sesuai dengan pesanan pelanggan. Adapun produk yang dihasilkan bernilai tinggi karena menggunakan tangan dan mesin khusus. Produk pada custom manufacturing system biasanya berkualitas tinggi dan memiliki biaya per unit yang mahal. 

2. Intermittent Manufacturing System

Pendekatan ini menghasilkan produk yang berbeda melalui satu jalur produksi yang fleksibel. Produksi pada sistem ini menyesuaikan pesanan pelanggan dan menangani pesanan dalam jumlah yang kecil.

3. Continuous Manufacturing System

Biasanya dilakukan pada produksi massal suatu produk. Terdapat pekerja semi-terampil yang merakit produk pada setiap bagian secara berurutan. Pendekatan ini ditemui pada perusahaan dengan produksi besar dan membutuhkan biaya awal yang besar. 

4. Flexible Manufacturing System

Sistem ini merupakan pendekatan modern untuk menciptakan produk dalam jumlah yang besar dan dapat menghasilkan produk berbeda dengan mudah. Biasanya menggunakan robot untuk mengotomatiskan setiap langkah produksi. Produk yang dihasilkan dari sistem ini menggunakan biaya per unit yang sangat rendah. 

Proses Bisnis Perusahaan Manufaktur

Beberapa proses bisnis yang dilakukan di perusahaan manufaktur meliputi:

1. Proses procurement perusahaan manufaktur

Proses ini berkaitan dengan pengadaan barang dan kebutuhan lain yang mendukung proses manufaktur. Beberapa barang yang menjadi kebutuhan untuk proses manufaktur yaitu bahan mentah, spare part, kebutuhan gedung, hingga alat kebersihan. Pada proses ini perusahaan harus mempertimbangkan efisiensi dan efektivitas. 

2. In Out inventory

Dalam proses manufaktur, terdapat banyak material yang digunakan. Oleh karena itu, proses ini berguna untuk menangani keluar masuknya barang pada perusahaan. Pencatatan menjadi hal yang penting untuk dilakukan pada proses ini.  

3. Proses produksi perusahaan manufaktur

Proses produksi menjadi inti dari perusahaan manufaktur karena mengubah bahan mentah menjadi produk jadi. Berikut adalah penjelasan mengenai proses produksi pada perusahaan manufaktur secara rinci:

Flowchart Proses produksi perusahaan manufaktur. Pahami lebih lanjut proses manufaktur pada blog Apa itu manufaktur oleh impact

4. Penjualan dan Pemasaran

Setelah produksi selesai, proses lain yang harus dilakukan yaitu melakukan penjualan dan pemasaran. Pada proses ini, perusahaan biasanya memiliki strategi yang berbeda-beda tergantung pada target pasar yang dituju. Jika perusahaan memiliki strategi pemasaran yang baik, maka keuntungan perusahaan dapat meningkat. 

5. Administrasi dan Umum

Sama halnya dengan perusahaan lainnya, manufaktur juga memiliki proses administrasi dan umum. Proses ini meliputi beberapa kegiatan seperti pengawasan, manajemen, penentuan kebijakan, serta administrasi perusahaan. 

6. Akuntansi dan Keuangan

Akuntansi menjadi hal yang krusial bagi perusahaan. Proses ini bertujuan untuk memastikan keuangan perusahaan telah dikelola dengan baik. Semua proses transaksi yang perusahaan lakukan harus tercatat dengan baik dalam laporan keuangan. 

3 Contoh Perusahaan Manufaktur Terbesar di Indonesia Berdasarkan Nilai Aset

PT Astra International Tbk.

Perusahaan ini merupakan perusahaan yang terdiversifikasi terbesar di Indonesia dan berdiri pada tahun 1957. Adapun nilai aset perusahaan ini mencapai Rp 366,74 triliun. 

Beberapa sektor bisnis Astra meliputi otomotif, jasa keuangan, alat berat dan pertambangan, agribisnis, teknologi informasi, serta infrastruktur dan logistik. 

PT Indofood Sukses Makmur Tbk.

Indofood merupakan perusahaan yang bergerak pada sektor consumer good industry, khususnya makanan dan minuman. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1990 dan saat ini memiliki nilai aset sebesar Rp 102,66 triliun. 

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Perusahaan ini bergerak pada sektor industri dasar dan kimia, serta menjadi perusahaan semen terbesar di Indonesia. PT Semen Indonesia berdiri pada tahun 1957 di Gresik. Hingga kini nilai aset yang dimiliki oleh perusahaan ini mencapai Rp 79,28 triliun. 

Tantangan Perusahaan Manufaktur

Kompleksitas pada perusahaan manufaktur kerap menghadirkan berbagai tantangan. Selain itu, adanya COVID-19, turut mempengaruhi kinerja manufaktur di seluruh dunia.

Berdasarkan survei McKinsey pada perusahaan manufaktur di Asia, adanya COVID-19 memunculkan berbagai tantangan baru. Tercatat sebanyak 45% kesulitan dalam memperoleh bahan baku, 41% mengalami penurunan permintaan, dan 30% lainnya kesulitan untuk mencari pekerja. 

Lebih lanjut, terdapat beberapa tantangan pada perusahaan manufaktur secara umum, yaitu: 

1. Fluktuasi Harga Bahan Baku

Bahan baku dapat mengalami perubahan harga secara cepat dan tidak terduga karena berbagai faktor seperti perubahan permintaan dan penawaran global. Selain itu, adanya COVID-19 juga turut berdampak pada perubahan harga bahan baku. Perubahan harga bahan baku kemudian berdampak pada berubahnya pengeluaran yang harus perusahaan manufaktur lakukan. 

2. Hambatan Rantai Pasok

Rantai pasok menjadi hal penting dalam manufaktur. Jika terdapat masalah pada rantai pasok, maka dapat menyebabkan komponen penting terlambat untuk diperoleh. Keterlambatan dan tidak adanya komponen kemudian berdampak pada terhambatnya proses produksi. Guna mengatasi hal tersebut, Anda dapat menggunakan software inventory management. Software tersebut dapat membantu Anda untuk mengelola bahan baku dan memastikan pesanan bahan dapat cepat dan akurat. 

3. Penarikan Produk

Adanya cacat pada produk dapat menyebabkan terjadinya penarikan produk hingga rusaknya reputasi perusahaan. Oleh karena itu, proses quality control pada saat produksi harus diperketat sehingga produk yang dihasilkan sesuai dengan standar dan produksi. Selain itu, pemeriksaan akhir sebelum pengiriman juga diperlukan sehingga produk cacat dapat diminimalisir. 

4. Kepatuhan Terhadap Peraturan

Setiap negara memiliki peraturan masing-masing berkaitan dengan produk manufaktur. Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami lebih jauh mengenai persyaratan edar produk pada negara yang dituju. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari resiko membayar denda yang mahal. 

5. Manajemen Inventaris Tidak Efisien

Perkiraan stok barang menjadi hal penting yang harus perusahaan lakukan dengan tepat. Jika forecasting mengalami kesalahan, maka beresiko kelebihan atau kekurangan produksi sehingga permintaan tidak terpenuhi. Guna mengatasi hal ini, perusahaan dapat menggunakan ERP Modul Inventory Impact sehingga proses forecasting demand dapat dilakukan secara otomatis. 

6. Kehilangan Data Risiko Cyber

Sektor manufaktur menjadi salah satu sektor yang belum siap akan pencegahan kehilangan data. Penelitian menunjukkan sebanyak 25% responden sektor manufaktur menyatakan belum memiliki tindakan pencegahan kehilangan data secara maksimal dan hanya sebanyak 8% yang telah memiliki pencegarah secara lengkap. 

Adapun penyebab hilangnya data perusahaan tersebut salah satunya karena akses data yang terlalu terbuka sehingga seringkali disalahgunakan oleh pekerja. Salah satu solusi untuk mencegah hilangnya data-data perusahaan yaitu dengan menggunakan ERP. ERP memungkinkan Anda untuk melindungi data perusahaan karena terdapat pembatasan akses data dan hanya admin yang memiliki wewenang untuk mengakses data. 

Penggunaan berbagai teknologi pada proses manufaktur memungkinkan terjadinya peretasan pada sistem manufaktur. Oleh karena itu, perusahaan harus memperkuat keamanan siber pada sistem yang digunakan sehingga terhindar dari bahaya ransomware. 

7. Sulitnya Mencari Pelanggan

Pelanggan menjadi faktor penting yang mendukung jalannya semua bisnis termasuk manufaktur. Pada manufaktur berskala besar seperti Toyota dan Apple, menarik pelanggan mungkin bukan hal yang sulit. Namun, pada manufaktur berskala kecil yang memiliki budget terbatas, hal tersebut bukanlah hal yang mudah. Berdasarkan penelitian, biaya untuk mendapatkan pelanggan baru meningkat hampir 60% selama enam tahun terakhir.

Tingginya biaya pemasaran dan terbatasnya budget pada perusahaan manufaktur berskala kecil dan menengah menyebabkan channel penjualan cenderung terbatas. Oleh karena itu, perusahaan perlu meningkatkan brand awareness dan mencoba berbagai channel penjualan sehingga menarik bagi pelanggan. Selain itu, penggunaan software CRM juga menjadi hal yang penting untuk diterapkan agar dapat menjalin hubungan baik dengan pelanggan secara otomatis dan meningkatkan jumlah pelanggan.    

8. Ketidakmampuan Mencari dan Melatih Pekerja High Performing

Sektor manufaktur saat ini mengalami kekurangan tenaga kerja akibat adanya COVID-19 dan pensiun besar-besaran oleh generasi baby boomer. Para pekerja yang sebelumnya bekerja di sektor manufaktur beralih ke sektor lain seperti teknologi dan kesehatan yang saat ini lebih menjanjikan. Hal tersebut mendorong perusahaan untuk meningkatkan pelatihan terhadap tenaga kerja sehingga lebih terampil dan menciptakan lingkungan kerja yang baik sehingga menarik bagi pekerja. 

Pada manufaktur berskala kecil, kualitas pekerja juga menjadi masalah yang paling signifikan. Berdasarkan penelitian terhadap pemilik usaha kecil, menunjukkan bahwa lebih dari setengah pemilik bisnis berskala kecil kesulitan untuk mencari pekerja yang berkualitas, bahkan lowongan kerja yang tersedia tidak terisi secara penuh. Hal tersebut karena biaya perekrutan tenaga kerja terampil yang cenderung mahal, sedangkan anggaran perusahaan terbatas. 

Masa Depan Manufaktur

Seiring dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat, menyebabkan perubahan preferensi pelanggan dan ketidakpastian permintaan. Hal tersebut mendorong perusahaan untuk dapat menemukan alternatif terbaru dalam mengelola bisnis manufaktur. 

Beberapa teknologi penting yang dapat menunjang kegiatan manufaktur di masa depan yaitu:

1. Internet of Things (IoT)

Penerapan IoT pada manufaktur memungkinkan perusahaan untuk dapat berkomunikasi dan memantau proses manufaktur secara lebih mudah dengan waktu real-time. Mesin yang terhubung dengan IoT dapat memberikan informasi mengenai kondisi produksi hingga memberikan informasi ketika komponen tertentu hampir habis. Hal ini tentunya dapat menghemat waktu dan tenaga para pekerja.  

2. Artificial Intelligence (AI)

Adanya kecerdasan buatan pada manufaktur membantu untuk menganalisis berbagai hal secara lebih efisien. AI pada manufaktur dapat menganalisis data historis yang berkaitan dengan kegagalan produksi, memprediksi kapan waktu yang tepat untuk pemeliharaan, dan menghemat pengeluaran pada perusahaan. 

3. Blockchain

Blockchain merupakan tempat penyimpanan transaksi digital yang tidak dapat diubah. Pada manufaktur, blockchain dapat digunakan untuk melacak komponen yang digunakan dalam produksi, mengidentifikasi komponen palsu, dan melakukan proses lain yang sesuai dengan peraturan. 

4. Robotics

Salah satu pendukung utama untuk melakukan otomatisasi pada manufakturing yaitu penggunaan robot. Robot pada manufaktur dapat membantu untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya tenaga kerja, dan meningkatkan produktivitas. 

Kesimpulan

Sebagai salah satu sektor yang memegang peran penting dalam perekonomian, manufaktur didorong untuk terus melakukan adaptasi terhadap perubahan kondisi global dan melakukan adopsi teknologi. Otomatisasi pada manufaktur menjadi hal krusial yang harus dilakukan sehingga efisiensi dan produktivitas dapat tercapai. Salah satu bentuk otomatisasi yang dapat perusahaan manufaktur lakukan yaitu dengan menggunakan Enterprise Resource Planning (ERP). 

ERP adalah software terintegrasi yang dapat mengotomatiskan proses bisnis sehingga menjadi lebih efisien. Penggunaan ERP dapat membantu Anda memperoleh laporan real-time sehingga pengambilan keputusan dapat lebih tepat dan meningkatkan keamanan data perusahaan dengan sistem yang terpusat. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut, Impact menjadi pilihan tepat untuk implementasi ERP Manufacturing bagi bisnis Anda. Penggunaan ERP manufaktur Impact dapat mengotomatiskan proses penjualan, inventaris, produksi, hingga akuntansi. Software tersebut juga telah terhubung ke berbagai metode pembayaran sehingga mudah diakses.