Warning: Constant DISALLOW_FILE_EDIT already defined in /home/impactfirst.co/public_html/wp-config.php on line 94
Apa itu Lean Manufacturing? Prinsip, Keuntungan dan Kerugian
Menu Close

Apa itu Lean Manufacturing? Prinsip, Keuntungan dan Kerugian

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

IN THIS ARTICLE

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Lean manufacturing adalah strategi yang tepat untuk diterapkan perusahaan di tengah ketatnya persaingan akibat banyaknya manufaktur. Di Indonesia, sektor manufaktur terus mengalami penambahan jumlah pada setiap tahunnya. Tercatat pada tahun 2022 jumlah perusahaan manufaktur dengan skala menengah hingga besar di Indonesia mencapai 30.292 perusahaan. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2021 yang sebanyak 29.127 perusahaan. 

Agar tetap kompetitif di tengah persaingan, maka perusahaan harus memiliki nilai tambah yang berbeda dari perusahaan lainnya dengan menerapkan lean. Lebih lanjut, berikut penjelasan lean manufacturing mulai dari definisi, cara kerja, hingga keuntungannya.

Apa itu Lean Manufacturing?

Lean Manufacturing adalah proses produksi manufaktur yang bertujuan untuk mengurangi pemborosan dan meningkatkan nilai tambah sehingga memenuhi permintaan pelanggan. Konsep ini berawal dari Toyota Production System (TPS) menjadi sebuah proses manajemen yang berfungsi untuk menghilangkan aktivitas non-nilai tambah dalam kegiatan manufaktur.

Selain itu, penerapannya juga memungkinkan perusahaan untuk tetap stabil di lingkungan yang terus berubah. Beberapa proses yang termasuk dalam lean yaitu Just-in-Time, Total Quality Management, dan Continuous Improvement.

Apa Tujuan Lean Manufacturing?

Tujuan utama dari penerapan lean manufacturing adalah untuk membantu perusahaan agar dapat terus berkembang dan tetap kompetitif di tengah persaingan yang ketat melalui efisiensi. Guna mencapai tujuan utama tersebut, lean memiliki 4 tujuan lain yaitu:

  • Meningkatkan kualitas nilai dari produk yang dihasilkan.
  • Mengurangi waktu pengiriman dan waktu untuk menanggapi permintaan pelanggan.
  • Mengoptimalkan proses kerja dengan menghilangkan pemborosan pada proses produksi.
  • Mengurangi biaya melalui efisiensi sumber daya pada proses pemenuhan permintaan pelanggan.

8 Tipe Pemborosan pada Lean Manufacturing

Ide dasar dari konsep lean manufacturing adalah mengurangi “waste” atau pemborosan sehingga keuntungan perusahaan dapat meningkat. Pada lean terdapat 8 tipe pemborosan yang biasanya dilakukan pada proses produksi. Berikut penjelasannya:

Lean manufacturing adalah upaya menghilangkan pemborosan dalam produksi. Berikut 8 tipe pemborosan pada lean

Cara Kerja Lean Manufacturing

Merujuk pada buku “Lean Thinking” yang ditulis oleh James Womack dan Daniel Jones, lean didefinisikan sebagai proses yang mencakup lima langkah. Adapun langkah tersebut meliputi:

Terdapat lima langkah yang terdapat pada lean manufacturing
  1. Identify value: mendefinisikan nilai bagi pelanggan dan tim. Perusahaan perlu mengidentifikasi aktivitas yang menyebabkan penambahan nilai dan pemborosan sehingga seluruh pegawai memiliki pandangan yang sama. Selain itu, nilai yang dibutuhkan pelanggan juga menjadi hal yang harus dipertimbangkan
  2. Map the value stream: identifikasi semua langkah pada value stream sehingga dapat menghilangkan langkah-langkah yang tidak menciptakan nilai tambah.
  3. Create flow: langkah-langkah sebelumnya diubah menjadi urutan langkah yang ketat sehingga produk akan mengalir secara lancar sampai ke pelanggan.
  4. Establish pull: jika aliran produksi yang ideal telah terbentuk, maka pelanggan dapat menarik nilai yang perusahaan tawarkan. Dalam tahap ini, perusahaan sebaiknya mulai memproduksi ketika terdapat permintaan sehingga tidak terjadi kelebihan produksi. Pada tahap ini Anda juga dapat menggunakan ERP Manufacturing Impact yang membantu untuk menyeimbangkan antara permintaan dan persediaan bahan baku perusahaan.  
  5. Continuous improvement: jika nilai sudah ditentukan, flow sudah teridentifikasi, langkah-langkah yang menyebabkan pemborosan sudah dihilangkan, dan terdapat tarikan dari pelanggan, maka langkah selanjutnya yaitu mempertahankan dan ulangi proses tersebut hingga menghasilkan proses sempurna tanpa pemborosan.

Keuntungan dan Kerugian Lean Manufacturing

Dalam penerapannya, lean manufacturing tentu memiliki berbagai keuntungan yang menambah daya saing perusahaan. Namun, selain keuntungan, lean juga memiliki beberapa kerugian dalam implementasinya. Berikut penjelasannya:

Keuntungan Lean Manufacturing

1. Mengurangi Pemborosan

Prinsip utama dari lean manufacturing adalah meminimalkan semua bentuk pemborosan baik berupa cacat material maupun inefisiensi oleh para pekerja. Selain itu, beberapa proses biasanya menimbulkan pemborosan yaitu pergerakan, persediaan, kegiatan yang membutuhkan waktu tunggu, over produksi, hingga transportasi. Dengan penerapan lean, maka proses tersebut dapat diminimalisir sehingga efisiensi dapat meningkat.

2. Meningkatkan Kepuasan Kerja

Penerapan lean memerlukan partisipasi dari para staf produksi. Mereka melihat langsung bagaimana produksi dilakukan dan mengetahui sumber pemborosan terjadi dalam perusahaan sehingga dapat dilakukan evaluasi. Pelibatan pekerja dalam proses tersebut tentu direspon positif karena saran dan ide yang mereka miliki dapat diterapkan oleh perusahaan sehingga kepuasan kerja dapat meningkat.

3. Meningkatkan Hubungan dengan Pelanggan

Lean manufacturing berfokus pada pelanggan yang loyal untuk memotong proses yang menyebabkan pemborosan. Jika perusahaan berfokus pada kebutuhan semua pelanggan, maka perusahaan akan cenderung boros. Fokus pada pelanggan yang loyal untuk membangun hubungan yang baik merupakan pilihan yang tepat. Dengan strategi ini, maka interaksi dapat meningkat dan pendapatan perusahaan dapat stabil.

Kerugian Lean Manufacturing

1. Margin Error yang Rendah

Rendahnya toleransi kesalahan pada lean manufacturing menyebabkan permasalahan baru. Pada perusahaan yang tidak menerapkan lean manufacturing, jika terjadi kesalahan pada peralatan atau tenaga kerja, maka karyawan dapat berpindah dari satu mesin ke mesin lainnya. Namun, pada lean manufacturing hal tersebut tidak dapat terjadi karena tidak memiliki sumber daya alternatif yang dapat menggantikan sehingga jika terdapat kerusakan membutuhkan waktu yang cepat untuk perbaikan. 

Oleh karena itu, dibutuhkan perawatan menyeluruh pada alat yang digunakan. Selain itu, Anda juga dapat dengan mudah memecahkan permasalahan pada manufaktur dengan penggunaan ERP Manufacturing Impact. Dengan ERP tersebut, Anda dapat memperoleh laporan kustom dengan data yang terpusat sehingga mempermudah dalam identifikasi permasalahan pada proses manufaktur.

2. Menyebabkan Inefisiensi Baru

Teknik lean manufacturing seringkali digunakan secara berlebihan. Jika proses pelacakan produktivitas dan pemborosan dilakukan terus menerus dan mempengaruhi waktu produksi, maka hal tersebut menjadi masalah inefisiensi baru. Sebaiknya, proses pelacakan akan pemborosan tersebut harus dilakukan pada waktu yang terpisah. 

3. Stres pada Pekerja

Penerapan lean manufacturing menyebabkan perubahan besar pada pekerja guna menghasilkan proses produksi yang paling efisien. Perubahan proses tersebut menyebabkan pekerja harus mempelajari hal baru dan dapat menimbulkan penolakan. Oleh karena itu, dibutuhkan peran pemimpin yang dapat memotivasi pekerja sehingga dapat bekerja sesuai dengan arahan. 

Industri yang Menerapkan Lean Manufacturing

Konsep lean manufacturing pertama kali berhasil diterapkan di Jepang khususnya pada perusahaan Toyota yang berusaha untuk memperpendek lead time dan berfokus pada fleksibilitas lini produksi. Keberhasilan tersebut kemudian mendorong negara lain untuk dapat mengadopsi teknik tersebut.

Sebagian besar perusahaan di Amerika kini turut mengadopsi lean manufacturing dengan harapan agar dapat bertahan di persaingan pasar dan semakin kompetitif. Beberapa industri yang dapat menerapkan lean manufacturing dalam proses produksinya yaitu industri otomotif, elektronik, konstruksi, hingga pendidikan. Beberapa contoh perusahaan dunia yang menerapkan lean manufacturing yaitu Nike dengan merilis sustainable apparel coalition, Intel dengan menerapkan guide pada pengiriman produk sehingga menjadi lebih cepat yaitu hanya 10 hari sampai ke market, Ford yang mendukung pengurangan limbah, hingga Caterpillar Inc yang menerapkan produksi secara cepat.