Hal-hal yang Harus di Cermati Sebelum IPO


(Picture by Unsplash)


IPO–Initial Public Offering adalah proses sebuah perusahaan untuk menawarkan sahamnya agar dapat dibeli oleh masyarakat umum melalui Bursa Efek untuk yang pertama kalinya. Keberhasilan IPO sangat bergantung pada matangnya persiapan yang dilakukan. Semakin optimal persiapannya, maka semakin maksimal juga keberhasilan dari pelaksanaan IPO tersebut. Persiapan optimal ditentukan oleh banyak hal, contohnya seperti penentuan prioritas dari hal-hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu dilakukan karena proses IPO sendiri memerlukan waktu yang tidak singkat. Selain pengurusan IPO, bisnis leader juga harus fokus pada bisnis yang sedang berjalan, maka berikut panduan hal-hal yang harus di cermati oleh perusahaan sebelum perusahaan melaksanakan IPO :


A. Kebutuhan dana perusahaan dan alokasi besaran dana yang ingin diperoleh dari IPO

Perhitungan kebutuhan dana harus dipersiapkan tidak hanya untuk jangka pendek, namun juga jangka panjang. Membuat berbagai skenario prospek rencana bisnis setelah IPO dilakukan juga harus dilakukan, termasuk konsekuensi apabila harga saham perusahaan anda jatuh di masa yang akan datang dikarenakan berbagai faktor karena kondisi pasar akan selalu berubah. Setelah selesai membuat rencana bisnis, anda akan dihadapkan pada pertimbangan kebutuhan dana yang dibutuhkan dan berapa alokasi dana yang ingin diperoleh oleh IPO. Semakin besar alokasi dana dari IPO untuk rencana bisnis anda, maka akan memperbesar resiko yang akan diperoleh oleh rencana bisnis tersebut. Namun tidak perlu khawatir,dengan adanya rencana bisnis ini dilakukan untuk meminimalisir resiko yang mungkin akan terjadi.


B. Anak perusahaan yang akan di IPO

Bagi perusahaan yang memiliki banyak anak perusahaan, hal ini akan cukup sulit apalagi bila anak perusahaan yang ada saling mendukung bisnis satu sama lain. Mulailah mempertimbangkan pada prospek masing-masing anak perusahaan anda, jangan hanya fokus pada anak perusahaan yang membutuhkan tambahan dana saja, namun juga pada anak perusahaan yang memiliki progress yang tinggi apabila dibantu dengan kucuran dana yang maksimal.


C. Persentase maksimal kepemilikan publik

Hal yang menjadi konsekuensi dari IPO ialah anda akan berbagi kepemilikan dengan banyak orang. Disinilah tahap yang semakin sulit, tentu saja anda tetap ingin menjadi pemilik suara mayoritas dalam RUPS atau yang kita sebut dengan pemegang saham pengendali, namun perlu diingat semakin besar persentase kepemilikan publik maka semakin besar juga kemungkinan company value anda akan naik.


D. Ketentuan perizinan

Tentu saja Bursa efek memiliki persyaratannya dalam menentukan perusahaan mana saja yang layak untuk IPO. salah satunya ialah dokumen-dokumen yang harus dipersiapkan. (Baca juga : dokumen-dokumen yang harus dipersiapkan untuk IPO). kelengkapan dokumen yang akan menjadi salah satu faktor yang akan menentukan berapa lama proses transisi perusahaan anda akan berlangsung, mengurus dokumen akan memakan waktu, jadi jika rencana IPO anda sudah bulat, segeralah periksa kelengkapan dokumen yang anda miliki.


E. Perubahan dalam susunan direksi

Persyaratan menjadi perusahaan yang namanya tercatat di bursa efek salah satunya ialah jajaran direksi yang sesuai dengan format yang telah diatur, diantaranya Komisaris Independen minimal 30% dari jajaran Dewan Komisaris, Direktur Independen minimal 1 orang dari jajaran anggota Direksi, Komite Audit, Unit Audit Internal, dan Sekretaris Perusahaan. Jadi Apakah perusahaan perlu melakukan perubahan atas susunan direksi dan/atau komisaris perusahaan?


F. Penunjukan pihak eksternal yang akan membantu proses IPO

Jika melihat banyaknya hal yang harus dipersiapkan oleh perusahaan, seringkali pemilik bisnis menjadi enggan untuk melaksanakannya karena akan menguras banyak tenaga dan waktu yang bisa membuat bisnis menjadi terbengkalai, oleh sebab itu Bursa efek menyarankan untuk menggunakan jasa bantuan eksternal, diantaranya :

  1. Penjamin Emisi Efek (underwriter) yang akan membantu menawarkan saham perusahaan kepada investor;

  2. Akuntan Publik yang akan melakukan audit atas laporan keuangan perusahaan

  3. Konsultan Hukum yang akan melakukan pemeriksaan dari segi hukum dan memberikan pendapat hukum

  4. Notaris yang akan membantu dalam melakukan perubahan Anggaran Dasar, membuat akte-akte dan perjanjian-perjanjian

  5. Penilai, apabila perusahaan memiliki aset tetap berupa tanah atau bangunan yang perlu dinilai oleh penilai independen

  6. Biro Administrasi Efek yang akan membantu melakukan administrasi kepemilikan saham perusahaan.

Selain hal-hal yang harus anda cermati diatas, penting juga untuk mencermati siapa saja yang yang ada di team internal anda yang akan ditunjuk untuk menjadi team pengurus IPO. pertimbanganlah dengan kemampuan analisa yang baik dan pengetahuan yang menyeluruh mengenai perusahaan anda.


Source : Panduan Go Public by IDX


PT Chub Pamadana International

© 2020 by Impactfirst.

+62 21 5020 3020

info@impactfirst.co

Soho Podomoro City 

Jl. Letjen S. Parman, Kav 28

Jakarta Barat,
Jakarta, Indonesia 11470