Ingin Melebarkan Bisnis di Asia Tenggara? Ini Dia Daftar Upah Minimum Tiap Negara di Asia Tenggara



Setelah berhasil membuka bisnis di negara sendiri, tentu para pebisnis tertarik untuk melebarkan bisnisnya di negara-negara tetangga khususnya Asia tenggara. Bukan hanya untuk melebarkan sayap saja, namun ternyata dari segi operasional pun pemberian upah karyawannya ternyata bisa cukup menguntungkan dan efisien karena ternyata indonesia bukanlah negara dengan upah minimum yang paling murah. Berikut adalah daftar upah minimum terbaru negara-negara di Asia Tenggara


1. Myanmar - US$80,28 atau sekitar Rp. 1,2 juta

Setelah menjadi negara yang tertutup selama 40 tahun, akhirnya Pemerintah Myanmar telah mengubah undang-undang perusahaan dengan peraturan yang memperbolehkan kepemilikan perusahaan asing di perusahaan lokal hingga 35%. Alhasil, entitas asing pun akan memperoleh perlakukan yang sama layaknya perusahaan lokal di sana. Tak hanya mengubah ketentuan kepemilikan asing, Myanmar juga merancang insentif relaksasi pajak. Walaupun biaya hidup di Myanmar cukup rendah, namun ternyata biaya hidupnya relatif tidak jauh lebih rendah dibandingkan dengan Indonesia. Sebagai perbandingan harga air mineral 300ml di Myamnar seharga 400 kyat atau sekitar 3000 rupiah, tidak jauh berbeda kan?


2. Laos - US$119 atau Rp.1,8 juta

Pasar negara Laos dinilai memiliki peluang besar untuk dimasuki para pengusaha sektor ekonomi kreatif dari Indonesia oleh Pemerintah RI. Dengan upah minimum yang masih dibawah 2 juta rupiah, dari segi produktifitas ternyata buruh Laos merupakan yang tertinggi kedua di Asia tenggara setelah Vietnam, menarik kan?


3. Kamboja - US$121 atau sekitar Rp.1,8 juta

Di posisi tiga ada Kamboja yang memberi upah minimum terendah ketiga di Asia tenggara, yaitu sebesar US$121 atau sekitar Rp1,8 jutaan per bulan. Cina telah menjadi mitra dagang dan sumber Investasi terbesar Kamboja sejak lama sehingga hal inilah yang membuat ekonomi Kamboja cukup stabil. Namun ada kebijakan tertentu yang wajib diketahui oleh para pebisnis, yaitu investor asing dapat memiliki 100 persen dari Investasi mereka di Kamboja di semua bidang, kecuali pembelian tanah yang mengharuskan investor untuk memiliki hanya 49 persen dari Investasi, karena 51 persen harus dipegang oleh mitra Kamboja.


4. Vietnam - US$190 atau sekitar Rp.2,8 juta

Vietnam merupakan negara tujuan utama para investor selama beberapa tahun terakhir. Bukan hanya karena upah minimumnya yang rendah, namun dari segi produktifitas pun buruh Vietnam dinobatkan yang terbaik di asia tenggara oleh Asian Productivity Organization (APO). Selain itu pengurusan perizinan bisnis di Vietnam pun lebih mudah dibandingkan di Indonesia.


5. Filipina - US$216 atau sekitar Rp. 3 juta

Filipina sebagai negara tujuan investasi paling menarik ke-2 di ASEAN setelah Thailand lantaran tarif PPh Badan di negara tersebut terbilang kompetitif ketimbang negara-negara tetangga.


6. Indonesia - US$290 atau sekitar Rp. 4,1 Juta

Keuntungan membuka bisnis di Indonesia ialah tentu saja sebagai pemegang rekor jumlah penduduk tertinggi di asia tenggara, Indonesia merupakan negara yang menggiurkan untuk dijadikan pangsa pasar yang besar.


7. Malaysia - US$350 atau sekitar Rp.4,9 Juta

Dengan upah minimum yang relatif tidak jauh berbeda dengan indonesia, Malaysia merupakan negara dengan daya beli yang tinggi, namun itu bukan satu-satunya alasan mengapa pasar ini berpotensi besar. Kesesuaian selera masyarakat Malaysia dengan produk Indonesia menjadi kunci utamanya.


8. Thailand - US$622 - Rp. 8.9 Juta

Angka ini hanya meningkat 1,8 persen dari tahun sebelumnya, hak ini dikarenakan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Cina. namun bukan berarti thailan bukanlah negara yang tidak menarik, karena sejak 2017 Thailand berhasil menyederhanakan proses pendaftaran dalam perizinan usaha dengan waktu maksimal hanya 4,5 hari dari sebelumnya 27,5 hari, sangat singkat bukan? Hal ini dikarenakan Thailand berhasil memotong rangkaian proses perizinin menjadi jauh lebih singkat


9. Brunei Darussalam - US$ 1483 atau Rp. 21 Juta

Walaupun hanyalah negara kecil, namun Brunei Darussalam juga memiliki sumber daya mineral, yaitu minyak dan gas. Selain itu pemerintah Brunei Darussalam juga selama beberapa tahun terakhir berusaha menggenjot sektor perekenomian lain dari yaitu pertanian dan akuakultur. Tidak heran jika saat ini Brunei Darussalam telah menarik banyak investor asing, bahkan sudah banyak pengusaha-pengusaha Singapura yang berekspansi ke Brunei Darussalam.


10. Singapura - US$4.061 dolar Singapura atau Rp44 juta

Sebagai satu diantara 2 negara di Asia tenggara yang dikategorikan maju oleh WTO awal tahun tahun ini, Singapura bukanlah negara yang kaya akan sumber daya alam dan ketergantungannya pada perdagangan global sangat tinggi. Namun hal justru inilah yang membuat Singapura menjadi negara yang ramah untuk bisnis. Sebagai pusat utama untuk manajemen kekayaan dan investasi di seluruh Asia, mudah bagi pebisnis untuk memiliki akses ke layanan perbankan swasta dan komersial untuk membiayai ekspansi mereka dengan suku bunga rendah. Kebijakan pajak terbuka dan jujur, pembebasan pajak, dan insentif keuangan menjadikan Singapura tujuan yang paling dicari di kawasan APAC bagi perusahaan yang ingin masuk ke pasar Asia.




PT Chub Pamadana International

© 2020 by Impactfirst.

+62 852-4330-1566

cynthia@impactfirst.co

Soho Podomoro City 

Jl. Letjen S. Parman, Kav 28

Jakarta Barat,
Jakarta, Indonesia 11470