7 Kriteria Wajib Dalam Memilih Software Akuntansi



Saat ini kebutuhan akan software akuntansi memang tidak dapat dipungkiri lagi sangat diperlukan, hal inilah yang menyebababkan menjamurnya vendor software akuntansi di Indonesia, baik product buatan dalam negeri maupun luar negeri. Dengan menjamurnya software akuntansi inilah yang menyebabkan seringkali perusahaan menjadi bingung dalam memilih vendor yang tepat, terutama untuk perusahaan yang belum pernah memakai software akuntansi sebelumnya. Berikut adalah kriteria-kriteria wajib yang harus di cermati sebelum memilih vendor software akuntansi yang cocok


1. Kesesuaian dengan jenis industri perusahaan

Semua industri memiliki flow bisnisnya masing-masing, maka ingatlah untuk jangan memakai software akuntansi yang tidak sesuai dengan bisnis anda. Apabila softwarenya tidak dapat di custom, bisa jadi akan ada modul yang tidak tersedia ataupun modul yang tidak terpakai. Padahal semakin banyak modul yang dibeli akan semakin menambah harga software tersebut.


2. Aftersales dan biaya maintainance

Software juga memerlukan maintainance, seringkali vendor ERP memberikan harga software yang murah namun harga maintainance yang mahal. Maka hal ini perlu diwaspadai oleh setiap perusahaan, apakah setelah software dibangun akan ada project leader atau consultant yang siap untuk memberikan konsultasi permasalahan software dan berapa biayanya. Diluar itu, alangkah lebih baik jika harga software sudah termasuk biaya maintainance.


3. User friendly

Salah satu permasalahan utama software akuntansi tidak dipakai secara optimal ialah karena tampilannya. Tentu user dari software ini akan sangat beragam, maka vendor software harus siap menyesuaikannya dengan berbagai kalangan, baik umur, usia, jenis kelamin, dan bahasa. Tidak perlu software dengan tampilan yang canggih dan rumit, terkadang tampilan yang sederhana justru lebih membantu.


4. Terintegrasi dengan lini bisnis lain

Hal ini adalah inovasi yang belum banyak software akuntansi miliki namun akan sangat memudahkan operasional perusahaan. Dengan terintegrasi maka perpindahan data yang terkait dengan kegiatan keuangan dari satu divisi ke divisi lain dan lebih mudah di track.


5. Memenuhi standar keuangan Indonesia

Pilih software akuntansi yang tidak hanya mencetak laporan keuangan saja tetapi juga perpajakan seperti menghitung PPN, mencetak faktur pajak, memotong PPh. Hal ini akan sangat membantu staff pajak dalam menerbitkan dokumen atau menyusun laporan pajak.


6. Menggunakan teknologi yang mutakhir

Software akuntansi pada umumnya bersifat on premise, yaitu terinstal di perangkat-perangkat komputer kantor. Pada saat ini sudah ada software akuntansi yang bersifat hybrid, yaitu dapat terinstal langsung di komputer dan dapat diakses dimanapun melalui perangkat apapun dengan gabungan teknologi cloud. Tentu saja dengan keamanan yang terjamin


7. Dibuat oleh pengembang yang terpecaya

Vendor ternama biasanya merupakan pengembang yang berasal dari negara lain, namun bukan berarti product dalam negeri tidak lebih baik, karena perlu diingat bahwa software yang ada harus bisa menyesuaikan diri dengan kebutuhan sistem akuntansi di Indonesia. Perusahaan juga dapat melihat track record perushaan vendor dengan melihat daftar client yang pernah mereka bantu untuk mengetahui pengalaman vendor tersebut dalam membuat software dengan industri yang sejenis.


PT Chub Pamadana International

© 2020 by Impactfirst.

+62 852-4330-1566

cynthia@impactfirst.co

Soho Podomoro City 

Jl. Letjen S. Parman, Kav 28

Jakarta Barat,
Jakarta, Indonesia 11470