Manfaat Laporan Keuangan dan Tips Membuat Laporan Keungan yang Baik


(Photo by : Unsplash)


Laporan keuangan memiliki beberapa manfaat, baik yang sifatnya tidak langsung maupun tidak langsung. Namun terlepas dari itu semua, laporan keuangan tidak bisa dilepaskan dari suatu perusahaan, entah itu perusahaan dengan skala kecil maupun yang sudah skala besar, dari industri manapun. Dengan laporan keuangan perusahaan dapat mengetahui kondisi keuangannya yang sebenarnya dan berada di titik mana perusaahaan saat ini dari terget yang telah dibuat. Hal itu hanya sebagian kecil dari manfaat-manfat lain dari sebuah laporan keuangan. Impactfirst telah membuat list dari manfaat laporan keuang di bawah ini, diantaranya :

  1. Sebagai Acuan Dalam Pengambilan Keputusa seperti keputusan dalam ekspansi bisnis, pengambilan modal baru, pembukaan lini bisnis baru, dll

  2. Laporan pertanggungjawaban bagi Pemegang Saham dan Stackholder lainnya

  3. Evaluasi Kinerja Perusahaan Secara Umum Maupun Divisi

  4. Proyeksi Pendapatan Tahun Depan

  5. Menghitung Besaran Pajak dan Utang Piutang

  6. Dengan Transparansi, Akan Meningkatkan Kepercayaan Publik Sehingga Dapat Menarik Investor

  7. Manajemen Aset

Mengingat beberapa manfaat laporan keuangan diatas, tentu membuat kita berpikir tentang bagaimana cara membuat loporan keuangan yang baik. Indikator laparan keuangan merupakan laporan keuangan yang baik iyalah ada di akurasi data, struktur penulisan yang terarah sehingga mudah dibaca, minim kecurangan, dan simple namun mencangkup keseluruhan data yang penting. Lalu bagaimana cara membuatnya?


#1 Meninggalkan cara manual

Menggunakan cara manual atau dengan excel akan meningkatkan resiko kesalahan, baik dalam analisa data maupun saat penginputan. Sedangkan jika perusahaan menggunakan sistem atau software akuntansi, setiap kegiatan transaksi akan langsung tercatat sedari awal dan data akan terintegrasi satu sama lain sehingga minim kesalahan. Software akuntansi juga akan memberikan output atau report dalam format yang telah ditentukan pada tahap implementasi, sehingga akan memudahkan pemilik bisnis dalam tahap analisa data.


#2 Disiplin dalam penginputan data

Untuk menjamin validitas data, usahakan pencatatan ke pembukuan di lakukan di hari atau tanggal yang sama. Hal ini akan memudahkan tracking untuk resiko fraud yang mungkin terjadi terutama untuk transaksi yang nominalnya kecil naum jumlah transaksinya cukup banyak. Cobalah kategorikan kegiatan yang berdasarkan aktivitas atau operasional.


#3 Membuat alur yang konsisten

Proses pencatatan seperti penjualan dan pembelian, hutang dan piutang, kas masuk dan kas keluar hingga berbentuk laporan keuangan harus dibuat dengan alur yang baik dan konsisten sehingga akan memudahkan dalam tahap analisa.


#4 Menggunakan Standar laporan keuangan yang Berlaku di Indonesia

Buatlah dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku di Indonesia, saat ini ada empat standar yang berlaku di indonesia, diskusikanlah standar mana yang sesuai dengan perusahaan


Sebagai dasar acuan evaluasi perusahaan, apapun hasil dari laporan keuangan anda tetaplah sebuah laporan keuangan harus dibuat dengan sebaik mungkin. Bagi para pembaca laporan keuangan juga jangan sampai lupa untuk mencermati kemungkinan kecurangan.




Baca juga :


7 Kriteria Wajib Dalam Memilih Software Akuntansi


Apa itu ERP? Apakah Perusahaan Anda Butuh ERP?


Ultimate ERP Implementation Guide for SMEs



PT Chub Pamadana International

© 2020 by Impactfirst.

+62 852-4330-1566

cynthia@impactfirst.co

Soho Podomoro City 

Jl. Letjen S. Parman, Kav 28

Jakarta Barat,
Jakarta, Indonesia 11470