Siap-siap BPJS Naik 1 Juli 2020, Saatnya Beralih ke Asuransi Swasta?



BPJS Kesehatan merupakan lembaga yang diamanatkan oleh pemerintah sebagai penyelenggara program Jaminan Kesehatan nasional. Pada awalnya BPJS menjadi solusi kesehatan yang murah bagi masyarakat, dengan pendaftaran yang mudah melalui Online, BPJS terbagi menjadi 3 kelas yaitu kelas 1,2,dan 3. iuran BPJS hanya berkisar dari 25 ribu hingga 59 ribu untuk kelas tertingginya, dengan mencangkup berbagai perawatan mulai dari rawat jalan, inap, persalinan,dll. Pemerintah juga menyediakan program peserta BPJS Kesehatan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu (sesuai UU SJSN) yang iurannya dibayari oleh pemerintah. Kelebihan BPJS yang lain ialah mengcover pre-existing condition yaitu penyakit bawaan yang telah di idap sebelum mendaftar BPJS yang biasanya tidak di cover oleh Asuransi swasta.


Setelah beroperasi selama hampir 7 tahun, BPJS terus memperbaiki kualitasnya. Hal ini beribas juga pada kenaikan harga iurannya yang telah naik selama beberapa kali dalam kurun waktu 7 tahun. Lalu bagaimana dengan wacana kenaikan BPJS pada tahun 2020 ini? Setelah Perpres No.64/2020 ditetapkan Presiden Joko Widodo, maka iuran BPJS Kesehatan Juli 2020, Agustus dan seterusnya menjadi Kelas 1 Rp150.000, Kelas 2 Rp100.000, dan Kelas 3 Rp42.000. Meskipun berlaku sejak juli 2020, namun pemerintah masih menanggung selisih kenaikan hingga akhir 2020 dengan subsidi APBN.


Secara iuran, kenaikan ini mungkin dirasa cukup memberatkan berbagai pihak. Dilihat dari angkanya jumlah iuran kelas 2 dan 3 sudah mulai menyamai harga iuran di asuransi swasta. Lalu apakah ini saat yang tepat untuk beralih ke asuransi swasta? Kelebihan asuransi swasta terletak pada kecepatan penangannya, dimana pasien dapat ditangangi langsung tanpa harus melalui tingkatan-tingkatan faskes yang ada (kecuali untuk kategori gawat darurat). Lalu ada pengembalian premi di akhir periode serta santunan kematian. Sayangnya asuransi swasta biasanya memiliki plafond atau batasan dana yang di cover oleh asuransi, hal ini berbeda dengan BPJS yang tidak memiliki plafond. Namun secara jangkauan wilayah penggunaan, asuransi swasta lebih unggul karena sudah banyak asuransi yang bisa digunakan di luar neger. Secara kualitas sarana kesehatannya tentunya tergantung pada rumah sakit yang dipilih, dan saat ini hampir seluruh rumah sakit, terutama di Ibu kota dan kota-kota besar sudah sama-sama melayani pembayaran dengan asuransi swasta maupun BPJS.


Perihal asuransi mungkin bisa dikatakan bahwa harga yang akan menentukan kualitas. Di luar masalah asuransi swasta maupun BPJS, asuransi kesehatan merupakan suatu hal yang sebaiknya dimiiliki setiap orang saat ini. Silahkan untuk memilih dan menimbang-nimbang antara dana premi yang anda keluarkan dengan value yang kelak akan anda terima.


(Photo by : tobasatu)


Baca juga :


5 Sumber Pendanaan Bagi Pebisnis Pemula


Strategi Menghindari PHK dengan Efiesiensi Budget ditengah Pandemi Covid-19


Ultimate ERP Implementation Guide for SMEs



PT Chub Pamadana International

© 2020 by Impactfirst.

+62 21 5020 3020

info@impactfirst.co

Soho Podomoro City 

Jl. Letjen S. Parman, Kav 28

Jakarta Barat,
Jakarta, Indonesia 11470