Strategi Menghindari PHK dengan Efiesiensi Budget ditengah Pandemi Covid-19



Istilah PHK akhir-akhir ini sedang sering kita dengar. PHK atau pemutusan hubungan kerja ini dilakukan oleh perusahaan kepada karyawannya dengan berbagai metode, tidak melulu melalui pemecatan, namun bisa dalam bentuk pemutusan kontrak kerja dengan karyawan, termasuk karena pensiun atau karena karyawan mengundurkan diri. Namun perlu diingat, perusahaan tidak boleh sembarangan melakukan PHK terhadap karyawannya karena hal ini diatur dalam undang-undang. Lalu bagaimana jika kondisinya perusahaan tidak sedang tidak dalam kondisi baik karena bisnis tidak berjalan seperti biasanya di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini?


Tentu diharapkan PHK bisa menjadi solusi terakhir untuk masalah ini, namun untuk mencegahnya diperlukan berbagai upaya untuk menekan pengeluaran perusahaan dengan efisiensi budget, mau tau diataranya?

  1. Menunda ekspansi dan investasinya dengan memotong anggaran yang bukan prioritas. Selain karena jalur transportasi tengah ditutup, pengurusan izin usaha juga sedang sulit sulit. Lebih baik menggunakan waktu untuk mematangkan perencanaan dan konsep bisnis, sehingga saat pandemi berakhir anda bisa langsung melaksanakannya.

  2. Mengganti metode promosi dan mengurangi promosi yang tidak terlalu berpengaruh, misalnya beralih dari offline ke online marketing. Anda dapat meminta team sales dan marketing anda untuk mempelajari digital marketing dari hal yang paling mudah yaitu di social media. Selain itu saat ini juga sudah banyak SEO, SEM, dan Social media specialist yang siap membantu anda memasok leads.

  3. Menggunakan meeting virtual, baik untuk meeting internal maupun untuk meeting dengan client. Hal ini dapat diterapkan baik saat lockdown maupun sesudahnya. Biaya operasional dalam menjamu maupun mendatangi client, vendor, customer, dll bisa berkurang secara signifikan.

  4. Mematikan sebagian besar alat eletronik kantor yang tidak wajib untuk dinyalakan, terlebih lagi saat ini sebagian besar karyawan sedang bekerja di rumah

  5. Menunda insentif karyawan yang sifatnya tidak wajib. Walaupun sangat beresiko namun dana yang dikeluarkan tentu tidak sedikit, jadi cobalah untuk mengkomunikasikannya dengan baik sehingga karyawan dapat memahami

  6. Menggunakan koneksi pribadi untuk urusan yang mewajibkan bantuan dari pihak ketiga, seperti bantuan lembaga hukum, lembaga survei, dan lembaga audit. Diharapkan dengan menggunakan koneksi pribadi maka biayanya akan sedikit lebih murah

  7. Menghilangkan program outing kantor di masa pandemi maupun sesudahnya

  8. Menunda perpanjangan sewa kantor

  9. Menggunakan sistem manajemen karyawan SAP, Microsoft dynamics, netsuite, dan Impactfirst telah terbukti mengurangi biaya operasional dan administrasi. Selain untuk efisiensi budget, bebapa sistem manajemen karyawan dapat mengukur performance karyawan berdasarkan achievement, task completion, dll. Data ini dapat menjadi masukan untuk anda dalam memilih karyawan yang kurang menghasilkan.

  10. Dibandingkan layoff atau PHK, lebih baik coba lakukan pemotongan gaji atau unpaid leave jika kegiatan kantor benar-benar terhenti


Dari semua saran tesebut, kunci dari ini semua ialah komunikasi yang baik dengan karyawan, berusahalah untuk terbuka terhadap karyawan tentang kondisi perusahan anda sehingga mereka bisa memahami keputusan-keputusan sulit yang anda akan ambil. Cobalah untuk memecahkan masalah bersama-sama, dan seandainya ada karyawan yang tidak dapat menerima keputusan yang anda ambil mari bersikap profesional dan biarkan karyawan anda mencari tempat yang lebih baik untuk dirinya.


Baca juga :


Efek WFH : Ketahui Gejala Burnout Sejak Dini dan Bagaimana Cara Mengatasinya


Transformasi Bisnis Saat Pandemi COVID-19


Ultimate ERP Implementation Guide for SMEs


PT Chub Pamadana International

© 2020 by Impactfirst.

+62 21 5020 3020

info@impactfirst.co

Soho Podomoro City 

Jl. Letjen S. Parman, Kav 28

Jakarta Barat,
Jakarta, Indonesia 11470