Transformasi Bisnis Saat Pandemi COVID-19

Transformasi bisnis adalah proses mengubah sistem, proses, orang dan teknologi antar seluruh unit usaha dengan tujuan mendapatkan perbaikan atau peningkatan bisnis yang terukur dan efisien, dan meningkatkan kep para uasaninvestor. Proyek ini biasanya melibatkan sejumlah perubahan pada manajemen yang berfokus pada proses individu, sistem, teknologi, tim atau departemen.


Ditengah pandemi dengan kondisi perekonomian yang tidak menentu ini, akan lebih bijak jika Anda mengambil kesempatan ini untuk mentransformasi bisnis Anda. Mengganti hal atau proses lama dengan yang lebih baru dan relevan agar tetap bisa bertahan.


Transformasi bisnis secara terus-menerus dibutuhkan oleh perusahaan yang bukan hanya ingin sukses tapi juga menguasai bidangnya. Mulai dari pergantian sistem IT hingga inovasi konstruksi proyek skala besar, atau juga model bisnis dan desain produk. Umumnya ada 12 tipe transformasi bisnis menurut Simplicable, yaitu:

  1. Model bisnis; contohnya mengubah atau mengemas kembali produk barang Anda menjadi produk jasa.

  2. Restrukturisasi biaya, seperti mengurangi biaya overhead

  3. Budaya yang ada dalam organisasi, seperti ekspektasi, KPI, kebiasaan yang selama ini ada dalam perusahaan

  4. Pengalaman pelanggan, misalnya jika Anda bergerak dibidang transportasi, Anda bisa meremajakan atau mengganti unit kendaraan yang ada demi kenyamanan dan keamanan pelanggan.

  5. Teknologi yang digunakan dalam perusahaan, bisa berupa mengganti perangkat komputer yang sudah tua agar kinerja lebih maksimal

  6. Operation atau dasar dari proses bisnis, bisa saja alur kerja yang sudah tidak relevan dengan kebutuhan secara internal

  7. Industri, perubahan dramatis dalam model usaha yang melibatkan adopsi industri usaha yang baru. Contohnya usaha di bidang transportasi Anda dikembangkan menjadi usaha logistik atau layanan antar-jemput (delivery)

  8. Bagian distribusi, dengan mengubah cara dasar distribusi dari bisnis Anda. Contohnya bisnis penyediaan bahan makanan yang selama ini dijual melalui supplier kini juga menawarkan produk Anda secara langsung kepada masyarakat dalam paket-paket jumlah kecil dengan memanfaatkan media sosial.

  9. Keberlangsungan (sustainability) secara menyeluruh, contohnya memilih menggunakan bahan baku ramah lingkungan untuk menjaga lingkungan dan keberlangsungan hidup banyak orang (hal ini bisa jadi salah satu poin untuk company branding atau taktik marketing yang sah selama Anda dan perusahaan berkomitmen dan benar-benar menjalankannya, agar tidak ada dusta diantara kita dan masyarakat)

  10. Kualitas. Model transformasi satu ini berfokus untuk meningkatkan dan memperbarui kualitas produk Anda.

  11. Risiko, yaitu dengan mengendalikan risiko jangka panjang contohnya pada komponen finansial atau keamanan informasi internal

Peluang/ Scope disini mengacu pada produk bisnis Anda. Peluang apa saja yang bisa diambil untuk mengimprove produk Anda, contohnya produk jasa kebersihan yang sebelumnya hanya mentarget gedung perkantoran kini juga menargetkan rumah masyarakat dengan harga yang terjangkau.


Ada banyak penyebabnya mengapa pengusaha ingin mentransformasi bisnisnya, beberapa diantaranya adalah globalisasi disegala bidang industri, perubahan harga bahan baku, sampai permintaan akan inovasi secara konstan.


Berdasarkan pengalaman kami, ada 8 tanda yang menunjukan kalau sebuah bisnis membutuhkan transformasi:

  1. Produk atau jasa tidak relevan dengan spesifikasi dan kebutuhan, tidak dirancang dengan baik. Cara terbaik untuk mengetahui apakah produk Anda relevan adalah dengan melakukan KYC (Know Your Customer). Wawancara atau tanyakan kepada pelanggan Anda mengenai pendapat mereka mengenai produk/jasa Anda.

  2. Anda tidak puas atau senang dengan produk Anda, biaya yang dikeluarkan melebihi perencanaan dana, harga yang sanggup dibayarkan pelanggan tidak menutup biaya produksi dan membawa profit, Anda dan perusahaan tidak bangga atas kualitas produk/jasa Anda

  3. Pelanggan Anda tidak bersedia merekomendasikan produk/jasa Anda pada orang lain

  4. Retensi yang rendah (dibawah 60%)

  5. Karyawan dan fasilitas yang ada tidak digunakan dengan maksimal dan tidak beroperasi dengan efisien

  6. Hasil yang ada tidak membuat Anda puas atau mendekatkan pada visi utama Anda

  7. Interaksi dan produktivitas karyawan yang rendah

  8. Pelanggan tidak puas dengan layanan customer service perusahaan Anda


Jika Anda mengalami minimal 3 masalah diatas, ini saatnya Anda perlu melakukan transformasi bisnis! Beberapa hal praktis untuk memulainya adalah:

  • Perbarui proses bisnis dan peralatan yang digunakan dalam produksi untuk mengoptimalkan hasil produk/jasa

  • Perbarui strategi yang tentukan target Anda


Walaupun banyak yang setuju kalau transformasi ini penting, tidak banyak yang mengetahui caranya. Menurut survei dari Oracle/ Forbes Insights kepada 534 pebisnis (Making The Change: Planning, Executing, and Measuring Successful Business Transformation), 48% darinya menyatakan bahwa mereka tidak sepenuhnya siap untuk melakukan transformasi ini hingga berhasil.


Dibawah ini adalah hasil penelitian tentang kunci sukses dalam transformasi bisnis.


Anda butuh Proses, bukan sekedar rencana

Penyebab utama kegagalan sebuah transformasi bisnis adalah eksekusi yang tidak efisien, kemudian setelahnya adalah penghematan dana dan sumber daya. Bagaimana menghindarinya? Simak cerita dari Panasonic berikut.


Saat Panasonic mencari cara untuk meningkatkan pertumbuhannya, mereka hanya terpikirkan ide untuk menciptakan produk baru. Tapi dengan visi strategis yang didukung oleh proses bisnis segala bidang, membantu mereka untuk melihat peluang dalam merger dan akuisisi, yang merupakan cara cepat dan menguntungkan untuk bertumbuh. "Pertama, kami harus menyamakan visi dengan kantor pusat yang berada di Jepang dan US", ujar Mike Riccio, sang CFO Panasonic. "Lalu munculah strategi, diikuti dengan seluruh infrastruktur, yang merupakan bagian terpenting. Tanpa proses dalam mengatur dan menjalankan strategi, semua itu hanyalah sebuah ide tanpa arah"


Pentingnya Saling Sepakat

Bisnis transformasi yang melibatkan karyawan bermula dari kemampuan pemimpin dalam menetapkan dan menyampaikan visinya. Menurut survei dari Oracle/ Forbes Insights, 51% dari mereka mengatakan bahwa dukungan dari kepemimpinan adalah kunci keberhasilan sebuah proyek transformasi bisnis. Dan ini juga hanya akan terjadi kalau semua orang memiliki akses yang sama pada informasi, inilah mengapa EPPM (enterprise portfolio project management) software penting untuk mendukung keberhasilan transformasi bisnis.


Bagi Mercedes-Benz hal ini berarti melibatkan seluruh pemimpin dalam perencanaan. "Sangat jelas bahwa kami menjalankan bisnis bersama-sama", menurut Gareth Joyce, deputi layanan pelanggan dari MBUSA. "Setiap dari kami bertanggung jawab atas keseluruhan bisnis, dan kami benar-benar melakukannya. Perencanaan selalu didiskusikan bersama-sama. Tak ada penghalang dalam tim kami, dan itu membantu kami untuk meniadakan penghambat dalam perusahaan ini."


Pemahaman yang sama

Transformasi akan berhasil kalau semua orang mengetahui dan memiliki akses pada informasi yang sama. Keberhasilan itu terjadi jika semua orang saling mendukung untuk mencapai tujuan. Aksesibilitas pada informasi yang sama begitu penting untuk menghindari kesalah-pahaman dan perseteruan di masa nanti.


Ketelitian

Untuk memastikan keberhasilan sebuah transformasi, pemimpin perlu untuk mengetahui setiap informasi terperinci mengenai dampak pada semua aspek yang ada dalam bisnis. Dengan EPPM, Anda bisa mendapatkan informasi mendetail dan realistis, KPI yang terukur, perhitungan biaya dan dampak nyata dari transformasi antar organisasi.


Transformasi itu bersifat terus-menerus

Transformasi bisnis yang paling berhasil adalah yang secara terus-menerus berinisiatif untuk memperbarui bisnisnya. Kemampuan untuk menjadi konsisten dan cepat dalam melakukan transformasi bisnis secara konsisten adalah kunci, tidak hanya untuk meningkatkan keterlibatan karyawan tapi juga untuk membangun bisnis yang tidak sekedar berhasil tapi juga berdampak.


Legacy tercipta oleh organisasi atau tim yang melakukannya dengan benar dan konsisten. Selalu mencoba setiap tahunnya, tidak cepat puas, tidak menjadi arogan tapi tetap humble dan mencari peluang.


Harvard Business Review atau HBR menyatakan dalam tulisannya bahwa ada 20 perusahaan mendunia yang berhasil mentransformasi perusahaannya dalam kurun waktu 1 dekade terakhir, salah satu diantara yang paling sukses adalah Netflix. Yang dilakukan oleh Reed Hastings, CEO Netflix adalah menulis 11 halaman memo yang kemudian disebarkan kepada seluruh karyawannya. Memo itu berisi himbauan untuk berkomitmen untuk berubah dari penyedia konten digital menjadi pencipta konten orisinil secara digital yang terbaik dan memenangkan penghargaan Emmy atau Oscar.


Apa yang dilakukan oleh Reed ini sederhana namun berdampak. Dia tidak hanya mengajak karyawannya untuk bertransformasi tapi juga memotivasi mereka. Anda pun bisa! Jadi apakah Anda siap untuk mentransformasi bisnis Anda dan keluar dari pandemi ini sebagai pemenang?


Image from Unsplash

PT Chub Pamadana International

© 2020 by Impactfirst.

+62 852-4330-1566

cynthia@impactfirst.co

Soho Podomoro City 

Jl. Letjen S. Parman, Kav 28

Jakarta Barat,
Jakarta, Indonesia 11470