Transformasi HR Ditengah Pandemi COVID, Perlukah?

Momen pandemik ini bisa jadi peluang bagi kita untuk berbenah dan memperbarui bisnis kita. Salah satu diantara berbagai cara yang ada adalah dengan mentransformasi HR. Transformasi HR adalah proses mengimplementasi sebuah perubahan dalam usaha Anda yang melibatkan teknologi sebagai alat utama untuk mencapai tujuan utamanya, yaitu:

  • Mencapai target usaha dan mendorong pertumbuhan bisnis

  • Meningkatkan kapasitas rekrutmen

  • Mempertahankan karyawan terbaik yang ada dalam perusahaan

  • Menyelaraskan bagian HR dengan strategi bisnis


Namun tidak sedikit perusahaan yang gagal dalam mengaplikasikannya dalam bisnis. Beberapa penyebab diantaranya:

  • Adopsi yang tidak sempurna. Rencana untuk mentransformasi akan terdengar sangat keren, tapi tidak dengan eksekusinya. Biasanya akan ada saja pihak yang tidak setuju atau tidak mendukung saat pelaksanaan dimulai. Alasannya karena beban kerja akan bertambah, sedangkan load yang sudah ada saja membutuhkan banyak waktu dan tenaga untuk menyelesaikannya. Alasan lainnya adalah karena karyawan merasa belum memahami pelaksanaannya dengan sempurna, yang menyebabkan prosesnya terhambat dan memakan waktu lebih lama. Untuk menghindarinya, Anda dan segenap pihak yang terlibat perlu berdiskusi dan memiliki kesepahaman dan sepakat untuk sama-sama mendukung proses ini. Bangun komunikasi dua arah yang jelas dan beri ruang bagi mereka untuk berpendapat dan mengutarakan ide mereka.

  • Pengalaman pengguna yang buruk. Karyawan adalah pelanggan Anda. Produk atau software baru yang akan mereka gunakan untuk mendukung proses transformasi ini perlu didesain agar mudah dan nyaman untuk digunakan oleh mereka. Jika tidak, produk itu tidak akan digunakan dalam jangka panjang, mereka akan lebih memilih untuk menggunakan produk yang lama yang memang dinilai familiar. Ini berarti Anda dan tim Anda perlu mengadakan riset sebelum mengadopsi satu software baru untuk tahu apakah akan cocok bila digunakan, dan terus mengevaluasi/ memperbarui sesuai kebutuhan yang ada.

  • Ketinggalan jaman. Salah satu penyebab gagalnya transformasi HR ini adalah karena teknologi yang digunakan sudah ketinggalan jaman. Biasanya kebanyakan pemimpin ragu untuk menginvestasikan dana pada teknologi, akibatnya proses transformasi bisnis tidak maksimal dan memakan waktu yang lama. Lagi-lagi, Anda perlu riset mendalam mengenai apa yang menjadi kebutuhan perusahaan Anda. Tool atau fitur apa saja yang memang dibutuhkan. Jangan ragu untuk melakukan investasi pada teknologi. Jika dinilai akan mendukung performa karyawan dan bisnis Anda, kenapa tidak?

  • Tidak bisa mengukur keberhasilan. Sama seperti pada implementasi software lainnya, transformasi pada HR wajib hukumnya untuk selalu dievaluasi, untuk mengetahui efektivitas pada produktivitas dan performa keseluruhan perusahaan. Ini berarti Anda perlu merencanakan target yang nyata dan terukur berdasarkan angka-angka atau matriks yang ada.

  • Lack of agility in the business, workforce, and culture. Kunci utama untuk mensukseskan proses ini adalah membangun budaya yang tepat; mendukung keberagaman, suasana yang dinamis, proaktif, memiliki mindset untuk selalu belajar. Intinya jika semua poin yang sebelumnya dijelaskan ada pada perusahaan Anda, tapi tidak ada peluang untuk bertumbuh pada bisnis atau karyawan Anda, ini adalah pilihan yang salah. Pertimbangkan segala aspek dan pihak yang terlibat, apa saja yang diperlukan dan apa dampak dari transformasi. Konsultasikan mengenai hal ini dengan karyawan atau partner kerja Anda dan konsultan dari penyedia jasa atau produk software yang Anda pilih.

  • Kebiasaan untuk cenderung memilih solusi yang tidak relevan untuk bisnis Anda. Ada banyak perusahaan mengejar dan berlomba mendapatkan hal atau tool tertentu karena kepopulerannya, tanpa pertimbangan sebelumnya. Sebaliknya, pilihlah teknologi yang memang benar-benar dibutuhkan oleh Anda dan perusahaan Anda sambil mempertimbangkan masa depan. Apakah solusi ini terukur, apakah memungkinkan jika ada fitur yang bisa diganti dengan yang lebih relevan?

  • Integrasi yang buruk antara tim IT dan HR. Rencana yang semula terlihat luar biasa ini akan jadi mimpi buruk jika tidak ada koordinasi yang jelas antara tim IT dan tim HR. Dalam mentransformasi HR, tim IT dan HR harus sepakat dan bekerja-sama untuk mewujudkan keberhasilan transformasi ini. Ini berarti tim HR perlu tahu apakah software yang baru ini bisa diintegrasikan dengan platform yang sebelumnya sudah digunakan oleh tim IT perusahaan Anda. Pihak IT juga perlu proaktif memberikan bantuan dalam implementasi ini.

  • Minim komunikasi dan kontribusi dari pemimpin perusahaan, manajer, dan para stakeholder. Minim komunikasi mengakibatkan kesalahpahaman dan kebingungan dalam menetapkan standar hal-hal tertentu seperti perencanaan dana, tenggat waktu proyek, dan proses implementasi secara keseluruhan. Masing-masing pihak akan merasa ide nya lah yang paling benar dan tepat untuk dieksekusi. Karena itu penting untuk selalu berinteraksi, berdiskusi dan bertukar pikiran terkait implementasi ini. Sampaikan tujuan dan ide atau hasil pemikiran dengan jelas dan gamblang.

  • Tim yang kurang kompeten/ skilled. Rencana dan tool yang tepat saja tidak bisa mendukung keberhasilan sebuah transformasi HR. Anda butuh orang yang kompeten untuk mengerjakannya. Lebih itu mereka tidak hanya harus kompeten tapi juga antusias untuk selalu belajar ilmu IT, marketing, dan kemampuan analisa dan berinteraksi dengan orang lain, untuk bisa berinovasi. Intinya, why just one if you can have both, or more? Pengetahuan yang luas akan berdampak pada kualitas produk atau hasil implementasi. Diskusikan dengan tim HR untuk mengetahui siapa saja yang cocok dan tepat untuk proyek ini, lalu assign mereka untuk mengerjakannya. Berikan dukungan dan penuhi apa yang menjadi kebutuhan mereka selama proses ini berlangsung.


Sebelum Anda mengambil keputusan untuk melakukan transformasi, ada baiknya jika Anda melakukan hal-hal berikut:

  1. Kumpulkan semua pemimpin Anda dan informasikan mengenai rencana ini, minta pendapat dan input dari mereka. Di momen ini semua pihak harus memberikan masukan atau komentar. Gali secara terperinci apa saja concern dari masing-masing departemen mengenai rencana ini. Setelah semua memberikan pendapat, Anda baru bisa mengambil keputusan selanjutnya.

  2. Adakan riset mendalam dan kumpulkan informasi secara detail mengenai apa yang menjadi kebutuhan semua pihak. Setelah semua informasi terkumpul, mulai cari dan bandingkan perusahaan penyedia dan software yang ditawarkan. Dalam tahap ini Anda dan tim perlu ekstra kritis. Kuncinya adalah saling berkomunikasi dan berpatokan pada daftar kebutuhan perusahaan Anda. Konsultasikan mengenai hal ini kepada konsultan dari pihak penyedia software.

  3. Adakan diskusi internal untuk menentukan software mana yang akan dipilih.


Kini Anda mengerti apa itu transformasi pada HR dan apa yang yang membuatnya penting untuk bisnis Anda. Ditengah pandemik COVID-19 yang belum jelas kapan akan berakhirnya, akan bijak jika Anda mengambil waktu tenang untuk merenung dan mulai memperbarui bisnis Anda. Kami berharap bisnis Anda akan terus bertahan dan mengalami terobosan. Stay safe everyone, We’re in this together!


Image from Unsplash

PT Chub Pamadana International

© 2020 by Impactfirst.

+62 21 5020 3020

info@impactfirst.co

Soho Podomoro City 

Jl. Letjen S. Parman, Kav 28

Jakarta Barat,
Jakarta, Indonesia 11470