Persediaan atau stok adalah barang-barang yang disimpan oleh perusahaan untuk dijual di masa periode mendatang. Pentingnya persediaan stok barang jika tidak dikelola dengan baik akan mengakibatkan overstock, kedaluwarsa, hingga kerugian finansial perusahaan.

Berdasarkan data dari Bloomberg, hampir 8% dari stok surplus barang konsumen secara global pada akhirnya akan menjadi limbah dengan angka sekitar $163 miliar inventaris dibuang setiap tahunnya.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memilih metode penghitungan dan manajemen stok yang tepat. Metode perhitungan stok barang pada sistem akuntansi terbagi menjadi 4 metode, yaitu FIFO, LIFO, FEFO, dan AFCO. Lalu, bagaimana penggunaan metode tersebut untuk perusahaan?

Simak artikel ini agar Anda sebagai pemilik bisnis mengenal 4 metode tersebut, mulai dari definisi, cara menghitung, hingga keuntungannya. 

Apa itu manajemen persediaan?

Manajemen inventory adalah kegiatan perencanaan, pengendalian, dan pengawasan atas persediaan barang dalam suatu perusahaan. Tujuannya adalah memastikan ketersediaan persediaan tepat waktu dengan biaya yang efisien untuk memenuhi permintaan pelanggan

Mengapa manajemen inventory sangat penting? Hal ini karena manajemen inventory atau manajemen persediaan berperan dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan stok barang dengan kebutuhan pasar.

Salah satu manfaat utama dari manajemen persediaan yaitu mempunyai data stok barang yang akurat, sehingga membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih baik untuk kebutuhan bisnis.

Untuk mengotomatiskan manajemen inventory, Anda dapat mencoba software inventory Impact yang mampu melakukan monitor inventory, manajemen gudang hingga melakukan perhitungan biaya FIFO, AFCO, dan biaya standar. 

Baca juga: Mengenal Sistem Inventory: 5 Jenis, Manfaat, dan Contohnya

Metode persediaan FIFO (First In First Out)

Metode FIFO (First-In, First-Out) adalah metode untuk menentukan harga pokok penjualan dengan cara mengasumsikan bahwa produk yang sudah terjual merupakan produk terlama dalam inventaris. 

Dengan kata lain, produk yang telah ada lebih lama di gudang akan dijual atau digunakan sebelum produk yang baru masuk. Proses FIFO biasanya digunakan dalam akuntansi untuk menilai persediaan dan dalam sistem informasi untuk mengatur dan memanipulasi data.

Proses FIFO biasanya berjalan sebagai berikut:

  1. Barang atau produk masuk ke dalam stok atau gudang.
  2. Barang yang telah ada lebih lama di stok akan diutamakan untuk dijual atau digunakan.
  3. Barang atau produk baru yang masuk akan menunggu hingga barang lama terjual atau digunakan.
  4. Proses ini berlanjut hingga semua barang dijual atau digunakan sesuai dengan urutan kedatangannya.

Metode FIFO cocok untuk:

  • Produk atau barang dengan umur simpan yang terbatas. Biasanya digunakan pada industri produsen makanan, dikarenakan penjualan produk terlama akan menjadikan persediaan selalu fresh. 
  • Perusahaan yang menjual produk bertanggal kadaluarsa. Contoh warung kelontong, minimarket, dan supermarket. Produk yang terlebih dahulu masuk ke gudang atau ke catatan inventaris pada bagian paling depan rak display agar produk tersebut diambil lebih dulu oleh pembeli. 

Rata-rata, semua staf yang bertugas display produk akan membongkar sisa produk di rak, memasukkan produk baru di bagian paling belakang, baru kemudian memasukkan kembali produk terlama di bagian depan. 

Dengan metode pencatatan seperti itu, persediaan akhir barang di gudang penyimpanan akan tetap tinggi dan cenderung stabil tapi pengeluaran tetap bergantung pada produk yang tersedia di rak display toko. 

Baca Juga: 8 Rekomendasi Aplikasi Retail Terbaik di Indonesia

Cara menghitung persediaan barang dengan metode FIFO

Berikut adalah langkah-langkah dasar dan rumus untuk menghitung menggunakan metode FIFO:

Perbedaan Metode FIFO, LIFO, FEFO dan Average Cost (AVCO)

Berikut adalah contoh data penjualan dan pembelian persediaan selama tahun 2019 di Hotel Biru : 

Perbedaan Metode FIFO, LIFO, FEFO dan Average Cost (AVCO)

Berikut adalah contoh perhitungan metode FIFO dari data di atas:

Perbedaan Metode FIFO, LIFO, FEFO dan Average Cost (AVCO)

Kelebihan metode FIFO

Berikut kelebihan dari metode FIFO:

1. Mudah digunakan

Mudah digunakan karena sesuai alur inventaris pada umumnya, yakni produk tertua yang ada dalam gudang dijual terlebih dahulu. Dengan demikian, seorang pengusaha lebih mudah dan sederhana dalam membuat pembukuan. 

2. Mengurangi pemborosan

Mengurangi pemborosan, hal ini karena perusahaan akan menjual barang tertua terlebih dahulu, sehingga biaya yang disebabkan oleh penurunan kualitas produk dapat terhindar. 

Selanjutnya, barang yang terdata dalam aplikasi gudang ada dalam inventaris, akan tetap mempunyai kualitas produk yang baik, sehingga perusahaan bisa menjual barang inventaris tersebut dengan harga yang tinggi.

3. Akurat

Metode FIFO cenderung memberikan gambaran yang lebih akurat tentang nilai persediaan dan keuntungan. Ini karena harga barang yang pertama kali masuk digunakan sebagai dasar perhitungan, yang lebih dekat dengan biaya aktual saat ini. 

Hal ini menghindari fluktuasi besar dalam nilai persediaan dan laba bersih yang mungkin terjadi jika metode lain digunakan.

Kelemahan metode FIFO

Meskipun metode FIFO (First-In, First-Out) memiliki banyak kelebihan, ada beberapa kelemahan yang perlu dipertimbangkan:

1. Meningkatkan Pajak

Salah satu kelemahan utama FIFO adalah bahwa ini dapat meningkatkan pajak penghasilan perusahaan. Ini terjadi karena FIFO biasanya menghasilkan laba yang lebih tinggi, dan sebagai akibatnya, perusahaan akan membayar lebih banyak pajak penghasilan. 

Jika perusahaan beroperasi di negara dengan tarif pajak tinggi, ini bisa menjadi masalah signifikan.

2. Penilaian Persediaan yang Tidak Realistis

Dalam beberapa situasi, metode FIFO dapat memberikan penilaian persediaan yang tidak realistis. 

Misalnya, jika harga barang-barang terus meningkat seiring berjalannya waktu, nilai persediaan dalam neraca mungkin jauh lebih tinggi daripada biaya sebenarnya yang dikeluarkan untuk menggantinya

3. Kompleksitas Administratif

Meskipun beberapa orang menganggap metode FIFO mudah digunakan, ada situasi di mana metode ini dapat meningkatkan kompleksitas administratif. 

Khususnya, ketika perusahaan memiliki barang dengan item yang sama yang dibeli pada berbagai waktu dan dengan harga yang berbeda, pelacakan dan pengelolaan inventaris FIFO bisa menjadi rumit.

4. Tidak Selalu Cocok untuk Semua Bisnis

FIFO mungkin tidak cocok untuk semua jenis bisnis atau produk. Misalnya, dalam bisnis dengan barang-barang yang memiliki umur simpan yang sangat panjang, seperti barang-barang elektronik atau suku cadang, FIFO mungkin kurang relevan. 

Dalam kasus seperti ini, metode seperti LIFO atau metode rata-rata tertimbang mungkin lebih sesuai.

5. Potensial Wasting Space

Jika persediaan bergerak sangat lambat atau tidak pernah habis, FIFO dapat mengakibatkan penggunaan ruang penyimpanan yang tidak efisien. Barang-barang lama mungkin menumpuk di rak sementara barang-barang baru terus masuk.

Metode Persediaan LIFO

Metode LIFO (Last-In, First-Out) adalah metode penghitungan barang dimana barang-barang yang paling terakhir dibeli atau diproduksi adalah yang pertama dianggap sebagai barang yang keluar dari stok. Ketika ada penjualan atau penggunaan, barang terbaru yang dianggap terjual atau digunakan terlebih dahulu.

Proses LIFO biasanya berjalan sebagai berikut:

  • Penerimaan Barang: Barang-barang yang baru tiba di gudang atau lokasi penyimpanan dicatat dalam sistem persediaan, dan barang-barang ini dianggap sebagai yang terakhir masuk.
  • Penjualan atau Penggunaan: Saat ada permintaan untuk produk atau barang tertentu, sistem persediaan akan menganggap bahwa barang yang terakhir masuk adalah yang pertama keluar. Dengan kata lain, barang yang paling baru adalah yang pertama dijual atau digunakan.
  • Update Stok: Setelah barang-barang LIFO diambil dari stok, stok akan diperbarui sesuai dengan jumlah yang telah diambil.

Metode LIFO cocok untuk:

  • industri atau bisnis di mana biaya bahan baku atau produk meningkat seiring berjalannya waktu. Ini adalah akibat dari inflasi atau kenaikan harga yang terus menerus. Metode LIFO membuat perusahaan untuk mencocokkan biaya lebih aktual dengan harga pasar yang lebih tinggi, yang dapat mengurangi laba kena pajak.
  • Contoh perusahaan yang menggunakan metode LIFO adalah perusahaan manufaktur, distributor grosir, dan bisnis yang mengelola persediaan yang cenderung mengalami inflasi harga dalam waktu. 

Namun, penting untuk diingat bahwa di beberapa negara atau yurisdiksi, penggunaan metode LIFO dalam perpajakan dapat dibatasi atau dilarang, atau perusahaan mungkin harus menyediakan catatan tambahan tentang nilai FIFO untuk tujuan laporan keuangan. 

Cara menghitung persediaan barang dengan LIFO

Berikut cara menghitung persediaan barang menggunakan metode LIFO:

Perbedaan Metode FIFO, LIFO, FEFO dan Average Cost (AVCO)

Berikut adalah contoh perhitungan metode LIFO dari data penjualan dan pembelian persediaan selama tahun 2019 di Hotel Biru : 

Perbedaan Metode FIFO, LIFO, FEFO dan Average Cost (AVCO)

Kelebihan metode LIFO

Metode LIFO (Last-In, First-Out) adalah salah satu metode penghitungan persediaan yang memiliki beberapa kelebihan, terutama dalam konteks perpajakan dan inflasi. Berikut adalah beberapa kelebihan metode LIFO:

1. Pajak yang Lebih Rendah

Salah satu kelebihan utama metode LIFO adalah bahwa metode ini dapat mengurangi pajak penghasilan yang harus dibayar oleh perusahaan. Hal ini terjadi karena LIFO cenderung menghasilkan laba kena pajak yang lebih rendah daripada metode FIFO atau metode rata-rata tertimbang. 

Dalam situasi inflasi, biaya yang lebih tinggi yang diperhitungkan untuk persediaan yang tersisa (barang yang pertama kali masuk) mengakibatkan pengurangan laba yang lebih signifikan.

2. Mengurangi Pengaruh Inflasi pada Laporan Keuangan

Dalam situasi inflasi, metode LIFO memungkinkan perusahaan untuk mencocokkan biaya barang yang lebih aktual dengan harga pasar yang lebih tinggi. Ini dapat menghasilkan laporan keuangan yang lebih realistis dan mencegah peningkatan yang berlebihan dalam nilai persediaan.

3. Mengurangi Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Metode LIFO juga dapat membantu mengurangi kewajiban Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dalam beberapa yurisdiksi yang memungut PPN berdasarkan harga jual produk. Karena LIFO cenderung menghasilkan harga jual yang lebih tinggi, PPN yang harus dibayarkan oleh perusahaan dapat lebih rendah.

4. Manfaat dalam Bisnis dengan Produk Rotan

Metode LIFO sering digunakan dalam bisnis dengan produk yang lebih lama, di mana harga barang-barang terus meningkat seiring berjalannya waktu. Ini dapat membantu bisnis menghindari pemborosan dan pengurangan laba akibat inflasi.

Kekurangan metode LIFO

Beberapa kekurangan utama dari metode LIFO meliputi:

1. Penurunan Nilai Persediaan

Salah satu kekurangan utama metode LIFO adalah bahwa persediaan yang tercatat dalam laporan keuangan seringkali memiliki nilai yang lebih rendah daripada biaya aktual penggantian barang-barang tersebut. 

Terutama berlaku dalam situasi inflasi, di mana biaya barang yang lebih tinggi (barang yang terakhir masuk) digunakan untuk menghitung nilai persediaan. Hal ini dapat memberikan gambaran yang tidak akurat tentang kesehatan finansial perusahaan.

2. Kompleksitas Administratif

Penerapan metode LIFO bisa menjadi lebih rumit secara administratif daripada metode FIFO atau metode rata-rata tertimbang. 

Perusahaan harus mengikuti penggantian persediaan dengan biaya yang terus meningkat, menciptakan tantangan dalam pelacakan dan pelaporan.

3. Pemantauan Stok yang Sulit

Metode LIFO dapat menyebabkan perusahaan kesulitan memantau stoknya secara efisien. Karena barang-barang yang lebih lama (yang memiliki biaya yang lebih rendah) tetap dalam stok, perusahaan mungkin perlu melakukan lebih banyak upaya untuk memastikan bahwa barang-barang ini tetap layak digunakan dan tidak menjadi usang.

4. Peraturan Perpajakan yang Terbatas

Di beberapa negara, penggunaan metode LIFO dalam perpajakan dapat dibatasi atau dilarang. Ini membuat perusahaan harus mengikuti peraturan perpajakan yang berbeda yang dapat mempengaruhi kebijakan persediaan dan laporan keuangan.

5. Potensi Kerugian jika Harga Turun

Jika harga barang-barang turun secara signifikan setelah metode LIFO diterapkan, perusahaan mungkin harus menghadapi kerugian. Ini karena biaya barang yang terbaru yang tinggi dapat menyebabkan pengurangan nilai persediaan yang signifikan jika harga jatuh di bawah biaya penggantian.

6. Tidak Sesuai untuk Semua Bisnis

Metode LIFO mungkin tidak cocok untuk semua jenis bisnis atau produk. Dalam bisnis dengan persediaan yang tidak mengalami inflasi harga yang signifikan, metode LIFO mungkin tidak memberikan manfaat yang signifikan.

Perbedaan metode FIFO dan LIFO

Berikut adalah perbedaan antara metode FIFO (First-In, First-Out) dan LIFO (Last-In, First-Out) dalam tabel beserta penjelasan tentang penilaian inventaris, HPP (Harga Pokok Penjualan), dan stok di tangan dalam situasi inflasi dan deflasi:

Perbedaan Metode FIFO, LIFO, FEFO dan Average Cost (AVCO)

Metode Persediaan FEFO

Metode FEFO (First Expired, First Out) adalah metode manajemen persediaan yang mengutamakan penggunaan atau penjualan barang yang akan segera kadaluwarsa atau yang tanggal kedaluwarsanya paling dekat. 

Dalam metode FEFO, barang-barang yang pertama kali akan kadaluwarsa adalah yang pertama dianggap sebagai yang harus digunakan atau dijual.

Metode FEFO biasanya digunakan oleh bisnis yang memiliki persediaan yang terdiri dari produk atau barang-barang dengan tanggal kedaluwarsa atau umur simpan yang penting. 

Contoh bisnis yang sering menggunakan metode FEFO:

  1. Farmasi: Bisnis farmasi seringkali harus mengelola obat-obatan dengan tanggal kedaluwarsa yang ketat. Metode FEFO memungkinkan mereka untuk memastikan bahwa obat-obatan yang akan segera kedaluwarsa digunakan terlebih dahulu.
  2. Makanan dan Minuman: Restoran, supermarket, dan bisnis yang menjual makanan dan minuman sering menghadapi produk dengan tanggal kedaluwarsa. Dengan metode FEFO, mereka dapat menghindari pemborosan dan memastikan produk yang lebih tua digunakan terlebih dahulu.
  3. Industri Kosmetik: Produk kosmetik dan perawatan kulit juga memiliki tanggal kedaluwarsa. Metode FEFO membantu mengoptimalkan penggunaan produk-produk ini.
  4. Laboratorium: Laboratorium dan lembaga penelitian sering menggunakan bahan kimia dan bahan penelitian yang memiliki tanggal kedaluwarsa. Metode FEFO memastikan bahwa bahan yang lebih lama digunakan terlebih dahulu.

Rumus dan contoh penghitungan persediaan dengan FEFO

Metode FEFO (First Expired, First Out) adalah metode manajemen persediaan yang mengutamakan penggunaan atau penjualan barang yang akan segera kadaluwarsa atau yang tanggal kedaluwarsanya paling dekat. 

Berikut adalah rumus dan contoh penghitungan persediaan dengan metode FEFO:

Perbedaan Metode FIFO, LIFO, FEFO dan Average Cost (AVCO)

Misalkan Anda memiliki bisnis toko obat dan ingin menghitung persediaan obat-obatan dengan metode FEFO. Berikut adalah contoh kasus:

  • Persediaan awal periode: 500 botol obat X dengan tanggal kedaluwarsa yang berbeda.
  • Pembelian baru: Selama periode, Anda membeli 300 botol obat X dengan tanggal kedaluwarsa yang berbeda.
  • Penjualan atau penggunaan: Selama periode, Anda menjual atau menggunakan 400 botol obat X.
  • Kadaluwarsa: Selama periode, 50 botol obat X kadaluwarsa.

Untuk menghitung persediaan akhir periode dengan metode FEFO, Anda dapat menggunakan rumus berikut:

  • Persediaan awal periode = 500 botol obat X
  • Pembelian baru = 300 botol obat X
  • Penjualan atau penggunaan = 400 botol obat X
  • Barang yang kadaluwarsa = 50 botol obat X

Persediaan FEFO pada akhir periode = 500 – 400 – 50 = 50 botol obat X

Jadi, persediaan akhir periode dengan metode FEFO adalah 50 botol obat X yang memiliki tanggal kedaluwarsa paling dekat. 

Metode FEFO memastikan bahwa produk yang akan segera kadaluwarsa digunakan terlebih dahulu, yang membantu menghindari pemborosan dan menjaga kualitas produk.

Kelebihan FEFO

1. Mengurangi Pemborosan

Kelebihan utama metode FEFO adalah bahwa ini membantu mengurangi pemborosan. Dengan mengutamakan penggunaan atau penjualan barang yang akan segera kadaluwarsa, metode FEFO membantu memastikan bahwa produk yang lebih lama digunakan terlebih dahulu, sehingga menghindari pemborosan barang yang kadaluwarsa.

2. Menjaga Kualitas Produk

Metode FEFO membantu menjaga kualitas produk. Dengan menggunakan barang yang tanggal kedaluwarsanya paling dekat, perusahaan dapat memastikan bahwa produk yang dikirim kepada pelanggan atau konsumen tetap segar dan aman digunakan.

3. Kepatuhan Peraturan

Dalam beberapa industri, seperti farmasi dan makanan, kepatuhan terhadap tanggal kedaluwarsa sangat penting. Metode FEFO membantu perusahaan mematuhi peraturan ini dan menghindari masalah hukum atau kesehatan.

Kekurangan FEFO

1. Kompleksitas Administratif

Implementasi metode FEFO dapat lebih rumit secara administratif dibandingkan dengan metode FIFO (First-In, First-Out) atau metode LIFO (Last-In, First-Out). 

Perusahaan harus melakukan pelacakan yang cermat terhadap tanggal kedaluwarsa setiap produk dan memastikan penggunaan sesuai dengan urutan FEFO.

2. Penyusutan Nilai Persediaan

Metode FEFO dapat menyebabkan nilai persediaan yang lebih rendah dalam laporan keuangan karena barang yang lebih lama digunakan terlebih dahulu. Hal ini dapat mempengaruhi aset perusahaan yang tercatat dalam neraca.

3. Potensial Kehilangan Laba

Dalam situasi di mana barang yang akan segera kadaluwarsa memiliki biaya yang tinggi, penggunaan FEFO dapat mengakibatkan penurunan laba bersih karena harga barang yang lebih tinggi digunakan dalam perhitungan harga pokok penjualan.

4. Tidak Cocok untuk Semua Jenis Bisnis

Metode FEFO tidak cocok untuk semua jenis bisnis. Beberapa bisnis mungkin tidak memiliki produk dengan tanggal kedaluwarsa atau umur simpan yang signifikan, sehingga metode ini mungkin tidak memberikan manfaat yang signifikan.

Baca juga: 8 Rekomendasi Aplikasi POS Terbaik untuk Bisnis

Metode Persediaan Average Inventory

Metode AVCO (Average Cost or Average Costing) adalah salah satu metode penghitungan persediaan yang menghitung biaya rata-rata dari semua barang yang ada dalam persediaan perusahaan. 

Dalam metode ini, biaya rata-rata per unit dihitung dengan cara membagi total biaya barang yang ada dalam persediaan dengan jumlah unit yang ada. Biaya rata-rata ini kemudian digunakan untuk menghitung harga pokok penjualan dan nilai persediaan.

Metode AVCO biasanya digunakan oleh berbagai jenis bisnis, terutama dalam situasi di mana barang-barang dalam persediaan seragam atau sulit diidentifikasi secara spesifik. 

Metode AVCO cocok untuk:

  • Toko Ritel: Toko-toko retail yang menjual barang-barang dengan atribut serupa atau identik sering menggunakan metode AVCO. Ini termasuk toko-toko pakaian, toko-toko elektronik, dan toko-toko furniture.
  • Perusahaan Manufaktur: Perusahaan manufaktur yang memiliki beragam bahan baku dan komponen dalam persediaan mereka dapat menggunakan metode AVCO untuk menghitung biaya rata-rata bahan yang digunakan dalam produksi.
  • Restoran: Restoran yang memiliki beragam bahan makanan dalam persediaan mereka dapat menggunakan metode AVCO untuk menghitung biaya rata-rata makanan yang digunakan untuk menyediakan hidangan.
  • Supermarket: Supermarket yang menjual berbagai produk makanan dan barang konsumen juga sering menggunakan metode AVCO.

Metode AVCO digunakan untuk menghitung biaya rata-rata yang lebih mudah diawasi dan dapat memberikan gambaran yang lebih realistis tentang biaya barang-barang dalam persediaan, terutama dalam situasi di mana barang-barang seragam atau tidak mungkin diidentifikasi secara spesifik.

 Rumus dan cara menghitung persediaan dengan AVCO

Metode AVCO (Average Cost or Average Costing) adalah metode yang menghitung biaya rata-rata per unit dalam persediaan. 

Untuk menghitung persediaan dengan metode AVCO, Anda memerlukan data berikut:

  1. Biaya awal persediaan (harga beli awal dari barang yang ada di persediaan pada awal periode).
  2. Pembelian selama periode (biaya pembelian barang tambahan selama periode).
  3. Penjualan atau penggunaan selama periode (jumlah barang yang dijual atau digunakan selama periode).

Berikut adalah rumus dan langkah-langkah untuk menghitung persediaan dengan metode AVCO:

Perbedaan Metode FIFO, LIFO, FEFO dan Average Cost (AVCO)

Langkah-langkah Perhitungan Persediaan dengan Metode AVCO:

  1. Hitung biaya awal persediaan, jumlah awal persediaan, biaya pembelian selama periode, dan jumlah pembelian selama periode.
  2. Gunakan rumus di atas untuk menghitung biaya rata-rata per unit.
  3. Setelah Anda memiliki biaya rata-rata per unit, Anda dapat menggunakannya untuk menghitung harga pokok penjualan (HPP) atau nilai persediaan pada akhir periode. 
  • Untuk menghitung HPP, Anda akan menggunakan biaya rata-rata per unit untuk mengalokasikan biaya persediaan yang digunakan untuk penjualan selama periode.
  • Untuk menghitung nilai persediaan pada akhir periode, Anda akan mengalokasikan biaya rata-rata per unit ke jumlah persediaan yang masih ada.

Berikut adalah contoh perhitungan metode Average dari data penjualan dan pembelian persediaan selama tahun 2019 di Hotel Biru : 

Perbedaan Metode FIFO, LIFO, FEFO dan Average Cost (AVCO)

Kelebihan AVCO

  1. Sederhana dan Mudah diaplikasikan: Metode AVCO adalah salah satu metode yang paling sederhana dan mudah diaplikasikan dalam perhitungan persediaan. Perhitungan biaya rata-rata per unit adalah relatif mudah dan tidak memerlukan pelacakan individual atas setiap item persediaan.
  2. Menghindari Fluktuasi Ekstrim: AVCO membantu mengurangi fluktuasi ekstrim dalam harga persediaan yang tercatat dalam laporan keuangan. Ini karena biaya rata-rata per unit mengambil rata-rata dari seluruh persediaan, sehingga perubahan harga satu atau dua item tidak memiliki dampak besar.
  3. Akurat untuk Produk Seragam: AVCO cocok untuk persediaan yang terdiri dari produk seragam yang sulit diidentifikasi secara spesifik. Ini adalah metode yang baik untuk bisnis dengan barang-barang identik.
  4. Pembaruan Periode Reguler: Metode AVCO memungkinkan perusahaan untuk secara teratur memperbarui biaya rata-rata per unit saat ada pembelian baru atau penggunaan barang dalam persediaan. Ini memastikan bahwa biaya rata-rata selalu mencerminkan biaya aktual barang dalam persediaan.

Kekurangan AVCO

  1. Mengurangi Kualitas Informasi: Metode AVCO mungkin tidak memberikan informasi yang sangat detail tentang biaya aktual dari setiap item persediaan. Ini dapat mengurangi akurasi dalam penentuan biaya yang sebenarnya dalam situasi di mana barang-barang beragam.
  2. Tidak Sesuai untuk Persediaan yang Beragam: AVCO kurang sesuai untuk persediaan yang beragam di mana setiap item memiliki biaya yang berbeda-beda. Metode ini tidak mempertimbangkan perbedaan biaya antar item dalam persediaan.
  3. Tidak Efektif dalam Menghadapi Inflasi: Dalam situasi inflasi, AVCO mungkin menghasilkan nilai persediaan yang lebih rendah dan harga pokok penjualan yang lebih rendah, yang dapat mempengaruhi laporan keuangan dan laba bersih.
  4. Kesulitan dalam Menghadapi Barang yang Baru: Metode AVCO bisa kesulitan dalam menghadapi barang-barang yang baru masuk dalam persediaan. Biaya rata-rata per unit harus diperbarui, dan ini dapat menjadi lebih rumit dalam situasi di mana ada banyak barang baru yang berbeda-beda dalam persediaan.

Menentukan metode persediaan barang otomatis dengan Impact Accounting

Inventory valuation adalah proses menetapkan nilai pada stok barang. Nilai tersebut harus tercatat dalam akuntansi perusahaan secara akurat untuk menunjukkan nilai perusahaan seluruhnya. 

Berikut cara mengubah costing method dan inventory valuation pada Odoo 16:

  • Pilih opsi Product Category pada menu Configuration.
Perbedaan Metode FIFO, LIFO, FEFO dan Average Cost (AVCO)
  • Klik “New” untuk membuat produk kategori baru atau pilih kategori produk yang telah ada sebelumnya.
Perbedaan Metode FIFO, LIFO, FEFO dan Average Cost (AVCO)

Kemudian muncul tampilan berikut:

Perbedaan Metode FIFO, LIFO, FEFO dan Average Cost (AVCO)

Pada bagian Inventory valuation, Anda dapat mengubah costing method sesuai dengan kebutuhan dengan memilih opsi seperti standard price, FIFO dan AVCO. Anda juga dapat mengubah inventory valuation menjadi “automated”:

Perbedaan Metode FIFO, LIFO, FEFO dan Average Cost (AVCO)
  • Klik smart icon “Save untuk menyimpan perubahan costing method dan inventory valuation pada kategori produk.
Perbedaan Metode FIFO, LIFO, FEFO dan Average Cost (AVCO)

Kesimpulan

Memilih software inventory yang saling terintegrasi adalah keputusan penting untuk bisnis modern dengan adanya metode persedian yang berdampak pada pembukuan dan perpajakan. 

Dengan menggunakan software inventory dari Impact, bisnis dapat melacak persediaan barang dengan mudah, menghindari kekurangan atau kelebihan stok yang dapat merugikan keuangan, dan meningkatkan kepuasan pelanggan dengan pengiriman yang tepat waktu. 

Selain itu, software inventory juga membantu dalam mengidentifikasi tren penjualan, mengoptimalkan proses pengadaan, dan mengurangi biaya penyimpanan yang tidak perlu. 

Jika Anda masih memiliki kendala lain terkait operasional, mulai dari akuntansi, gudang, manufaktur, hingga SDM, Anda dapat menggunakan sistem ERP Impact. Sistem ini memuat modul lengkap yang dapat mengotomatiskan proses bisnis Anda.  

Tunggu, apalagi? Yuk, ikuti demo gratis atau konsultasi dengan tim Impact

Baca juga:  Software ERP Terbaik di Indonesia 2023: Perbandingan Fitur dan Harga

Tim Insights Impact

Tim Insights Impact terdiri dari beragam individu profesional yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam berbagai aspek bisnis. Bersama-sama, kami berkomitmen untuk memberikan wawasan mendalam dan pemahaman yang berharga tentang berbagai topik terkait strategi bisnis dan tren industri yang relevan.

Blog
WhatsApp Us