Sekitar 60–70% implementasi ERP gagal atau tidak mencapai hasil yang diharapkan, mengakibatkan pemborosan waktu, biaya, dan sumber daya. Banyak perusahaan memilih sistem atau vendor hanya karena reputasi besar atau nama terkenal, tanpa memahami kebutuhan bisnis secara menyeluruh.

Kegagalan ini sebenarnya bisa dihindari dengan perencanaan yang tepat, pemahaman kebutuhan bisnis, dan peran vendor yang kompeten. Artikel ini dibuat untuk membantu perusahaan memahami peran krusial vendor ERP dalam memastikan implementasi sukses dan memberikan panduan cara memilih vendor yang tepat agar investasi ERP memberikan nilai maksimal.

Apa itu vendor ERP

Vendor ERP adalah perusahaan atau organisasi yang menyediakan solusi ERP beserta layanan pendukungnya, mulai dari penjualan lisensi, implementasi, pelatihan, hingga dukungan pasca-go-live. Vendor ERP bisa berupa pembuat software (software vendor) seperti SAP, Microsoft, Oracle, atau perusahaan pihak ketiga yang menyediakan layanan implementasi dan konsultasi untuk berbagai ERP.

Secara garis besar, peran vendor ERP tidak hanya menjual sistem, tetapi juga memastikan sistem dapat dijalankan sesuai kebutuhan bisnis, membantu perusahaan menghindari kesalahan konfigurasi, kegagalan integrasi, atau masalah adopsi pengguna. Vendor yang kompeten berfungsi sebagai mitra strategis, bukan sekadar penyedia teknologi.

Tugas dan tanggung jawab vendor ERP

Tugas dan tanggung jawab vendor ERP adalah:

  1. Analisis Kebutuhan & Konsultasi
    • Membantu perusahaan memahami proses bisnis yang ada.
    • Menyusun blueprint dan rekomendasi modul ERP yang sesuai.
  2. Implementasi Sistem
    • Mengatur konfigurasi ERP sesuai kebutuhan perusahaan.
    • Menangani kustomisasi, integrasi dengan sistem lain, dan testing.
  3. Pelatihan & Change Management
    • Memberikan pelatihan untuk pengguna agar mengadopsi sistem dengan baik.
    • Mendampingi strategi perubahan agar resistensi pengguna berkurang.
  4. Data Migration & Validasi
    • Membantu memindahkan data lama ke ERP baru dengan akurat.
    • Menjamin kualitas dan konsistensi data sebelum go-live.
  5. Dukungan Pasca-Go-Live & Maintenance
    • Memberikan support, troubleshooting, dan pemeliharaan sistem.
    • Menyediakan update, patch, dan monitoring performa ERP.
  6. Monitoring & Continuous Improvement
    1. Menyediakan rekomendasi optimasi proses bisnis dan ERP.
    2. Membantu perusahaan menyesuaikan ERP dengan pertumbuhan dan perubahan bisnis.

Peran vendor ERP dalam menghindari kegagalan umum implementasi ERP

Kegagalan implementasi biasanya terjadi di setiap fase sebagai berikut:

Planning / Perencanaan

  1. Requirement & blueprint tidak jelas / proses bisnis tidak diperbaiki: Modul ERP dipilih atau dikonfigurasi tanpa memahami proses bisnis inti; proses lama tetap dijalankan tanpa optimasi sehingga ERP hanya mereplikasi inefisiensi.
    • Penyebab: Kurangnya workshop dengan pengguna kunci, proses lama tidak dianalisis atau diperbaiki, dokumentasi minim, tidak ada validasi antar-departemen.
    • Peran Vendor: Meninjau blueprint, merekomendasikan perbaikan proses, memastikan modul ERP sesuai kebutuhan bisnis.
    • Peran Manajemen: Menetapkan tujuan bisnis, memfasilitasi workshop perbaikan proses, memastikan departemen berpartisipasi aktif.
    • Peran Tim Internal: Mendokumentasikan proses bisnis saat ini, memberikan insight tentang pain points, dan memvalidasi kebutuhan operasional.
  2. Pemilihan sistem/teknologi yang tidak kompatibel: ERP tidak mendukung integrasi dengan sistem lain atau tidak sesuai skala perusahaan.
    • Penyebab: Keputusan didasarkan pada reputasi nama besar, riset vendor minim, tidak mempertimbangkan batasan sistem.
    • Peran Vendor: Memberikan evaluasi kompatibilitas, menilai risiko teknologi, memberi saran sistem alternatif jika perlu.
    • Peran Manajemen: Memastikan sistem yang dipilih sesuai strategi perusahaan dan tujuan jangka panjang.
    • Peran Tim Internal: Memberikan insight terkait sistem lama dan kebutuhan integrasi harian, membantu validasi kesesuaian sistem.
  3. Scope creep: Penambahan modul atau fitur baru terus-menerus tanpa pengelolaan yang jelas.
    • Penyebab: Kurangnya kontrol proyek, prioritas tidak jelas, perencanaan tidak realistis.
    • Peran Vendor: Membantu menetapkan scope dan prioritas modul, memberikan saran tentang batasan kustomisasi.
    • Peran Manajemen: Menyetujui scope proyek realistis, memastikan perubahan dikendalikan dan didokumentasikan.
    • Peran Tim Internal: Membantu memprioritaskan kebutuhan, menilai dampak tambahan modul terhadap operasional sehari-hari.

Execution / Pelaksanaan

  1. Konfigurasi atau kustomisasi salah: Modul tidak berjalan sesuai proses bisnis, workflow tidak sinkron, atau error muncul.
    • Penyebab: Tim internal kurang terlatih, vendor tidak intensif terlibat, dokumentasi teknis kurang lengkap.
    • Peran Vendor: Memberikan panduan konfigurasi, supervisi kustomisasi, quality check rutin.
    • Peran Manajemen: Memastikan tim internal terlibat, memonitor kualitas pekerjaan, memfasilitasi koordinasi antar departemen.
    • Peran Tim Internal: Mengikuti training konfigurasi, memberikan feedback selama testing, melaporkan ketidaksesuaian proses.
  2. Metodologi implementasi tidak jelas / dokumentasi minim: Tidak ada roadmap terstruktur untuk testing, QA, dan deployment.
    • Penyebab: Vendor tidak menyediakan panduan implementasi, perusahaan melewatkan fase dokumentasi.
    • Peran Vendor: Menyediakan metodologi implementasi, dokumentasi lengkap, checklist QA.
    • Peran Manajemen Puncak: Memastikan metodologi diikuti, mendukung kepatuhan tim internal pada standar dokumentasi.
    • Peran Tim Internal: Mencatat semua hasil testing, memastikan dokumen dan checklist diisi, melakukan QA internal.
  3. Data migration bermasalah / kualitas data rendah: Data lama yang dipindahkan ke ERP tidak lengkap, salah format, duplikasi, atau tidak bersih.
    • Penyebab: Data lama tidak dibersihkan, tidak ada standar kualitas, validasi minimal sebelum go-live.
    • Peran Vendor: Membantu membersihkan, memformat, memvalidasi data; QA integritas data.
    • Peran Manajemen Puncak: Menyediakan tim internal untuk review data, menetapkan standar kualitas, memastikan proses migrasi dijalankan sesuai target.
    • Peran Tim Internal: Memeriksa data, membersihkan dan memverifikasi sebelum migrasi, memastikan semua entitas data lengkap dan akurat.

Go-Live 

  1. Resistensi terhadap perubahan: Staf tetap memakai proses lama, mengabaikan ERP baru.
    • Penyebab: Kurangnya sosialisasi, training terbatas, tidak ada “sponsor perubahan” dari manajemen puncak.
    • Peran Vendor: Menyediakan change management, mentoring, training intensif, membentuk super users.
    • Peran Manajemen: Menjadi sponsor perubahan, memberi contoh penggunaan ERP, memonitor KPI awal.
    • Peran Tim Internal: Menjadi super users, membantu rekan kerja memahami ERP, memberikan feedback untuk penyesuaian proses.
  2. Kurangnya post-go-live support: Masalah kecil tidak segera ditangani, menjadi gangguan besar.
    • Penyebab: Vendor tidak menyediakan SLA atau tim internal tidak siap menangani issue.
    • Peran Vendor: Memberikan support, troubleshooting, SLA jelas.
    • Peran Manajemen Puncak: Memastikan ada mekanisme eskalasi cepat, meninjau issue kritis, mendukung tim internal.
    • Peran Tim Internal: Menangani issue minor, melaporkan bug, mengumpulkan feedback penggunaan sehari-hari.

Continuous Improvement

  1. Tidak ada monitoring performa: Tidak ada mekanisme untuk memantau penggunaan sistem dan KPI.
    • Penyebab: Tidak ada rencana pemeliharaan, kurangnya tools reporting, tanggung jawab tidak jelas.
    • Peran Vendor: Menyediakan monitoring rutin, reporting, evaluasi performa.
    • Peran Manajemen: Mengawasi KPI berkelanjutan, memastikan tindakan diambil jika performa menurun.
    • Peran Tim Internal: Mengumpulkan data operasional, memantau KPI, melaporkan masalah atau penurunan performa.
  2. Kurang optimasi proses: ERP berjalan “statis”, tidak disesuaikan dengan perubahan bisnis.
    • Penyebab: Evaluasi berkala tidak dilakukan, dukungan vendor minim, fokus manajemen hanya pada operasional harian.
    • Peran Vendor: Memberikan rekomendasi optimasi proses dan modul baru, meninjau efisiensi workflow.
    • Peran Manajemen Puncak: Mendukung proses improvement, menyetujui investasi tambahan jika diperlukan.
    • Peran Tim Internal: Mengusulkan perubahan, mencoba modul baru, menyesuaikan workflow berdasarkan pengalaman lapangan.
  3. Update dan maintenance jarang: Sistem tidak diperbarui, patch jarang dilakukan, kehilangan fungsionalitas penting.
    • Penyebab: Anggaran maintenance rendah, vendor tidak menyediakan jadwal update, prioritas internal rendah.
    • Peran Vendor: Menyusun jadwal update/patch berkala, memberikan panduan maintenance.
    • Peran Manajemen Puncak: Menyediakan anggaran dan dukungan untuk update rutin, memastikan sistem tetap relevan dengan tujuan bisnis.
    • Peran Tim Internal: Menjalankan update rutin, mengikuti panduan vendor, melaporkan masalah setelah patch atau upgrade.

Best practices dalam memilih vendor ERP

  1. Fokus pada kebutuhan bisnis, bukan nama besar: Pilih vendor yang memahami proses bisnis spesifik perusahaan Anda, bukan hanya yang populer atau global.
  2. Cek pengalaman dan portofolio: Tinjau proyek sebelumnya, studi kasus, dan testimonial dari perusahaan sejenis untuk menilai kredibilitas.
  3. Evaluasi Tim dan Kapabilitas Konsultan: Pastikan vendor memiliki konsultan bersertifikasi, stabil, dan berpengalaman di industri Anda.
  4. Periksa Metodologi Implementasi: Vendor harus memiliki roadmap jelas, dokumentasi lengkap, dan proses yang terstruktur untuk mengurangi risiko kegagalan.
  5. Uji Dukungan Pasca-Implementasi: Pastikan ada SLA, support helpdesk, dan mekanisme eskalasi yang cepat untuk masalah setelah go-live.
  6. Validasi Transparansi & Kejujuran: Vendor yang baik memvalidasi kebutuhan sebelum menawarkan customisasi atau modul tambahan, sehingga menghindari biaya tak terduga.
  7. Bandingkan Total Biaya Kepemilikan (TCO): Lihat semua biaya: lisensi, implementasi, maintenance, dan hidden cost. Pilih vendor dengan value terbaik, bukan harga terendah.
  8. Libatkan Tim Internal Sejak Awal: Tim internal harus berperan dalam evaluasi kebutuhan, review PoC, dan validasi kesesuaian sistem agar implementasi lebih mulus.

Kesimpulan

Memilih vendor ERP yang tepat bukan sekadar mengikuti nama besar atau tren pasar, tetapi memastikan mereka mampu memahami kebutuhan bisnis dan mendukung implementasi dari awal hingga pasca-go-live. 

Dengan mengevaluasi pengalaman, metodologi, kapasitas tim, dukungan, dan transparansi biaya, perusahaan dapat meminimalkan risiko kegagalan, mengoptimalkan proses bisnis, dan memastikan investasi ERP memberikan nilai jangka panjang.

Jika Anda memerlukan bantuan, kami menawarkan konsultasi ERP gratis. Impact adalah perusahaan teknologi dan konsultan manajemen yang telah membantu ribuan perusahaan di Indonesia dalam memilih software yang tepat.

Tim Insights Impact

Tim Insights Impact terdiri dari beragam individu profesional yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam berbagai aspek bisnis. Bersama-sama, kami berkomitmen untuk memberikan wawasan mendalam dan pemahaman yang berharga tentang berbagai topik terkait strategi bisnis dan tren industri yang relevan.

Blog