10 Supply Chain Management Software Terbaik di Indonesia 2026 | Perbandingan
Masih bingung kelola stok barang di gudang? Berikut pilihan SCM software untuk bantu kelola bisnis…
David
Januari 12, 2026Quality Control (QC) di gudang merupakan tahap penting untuk memastikan setiap barang yang masuk, disimpan, atau keluar dari gudang memenuhi standar kualitas perusahaan. Kesalahan dalam QC, seperti menerima barang rusak, kadaluarsa, atau tidak sesuai spesifikasi, dapat berdampak langsung pada akurasi stok, kelancaran operasional, dan kepuasan pelanggan.
Panduan SOP QC gudang ini dibuat untuk memberikan panduan praktis dan terstandarisasi bagi tim gudang, sehingga setiap inspeksi dapat dilakukan secara konsisten, terdokumentasi, dan dapat diaudit. Dengan penerapan SOP yang tepat, perusahaan dapat meminimalkan risiko barang bermasalah, meningkatkan efisiensi proses, dan menjaga integritas persediaan.
Tujuan utama panduan ini adalah membantu pembaca memahami langkah-langkah QC gudang secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan barang masuk, pengawasan selama penyimpanan, hingga pemeriksaan sebelum pengeluaran. Selain itu, panduan ini juga menunjukkan bagaimana pemanfaatan software dan continuous improvement dapat memperkuat kualitas dan efisiensi operasional gudang.
Quality Control (QC) di gudang adalah proses sistematis untuk memastikan barang yang diterima, disimpan, dan dikirim memenuhi standar kualitas dan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Tahap QC tidak hanya berfokus pada deteksi barang rusak atau tidak sesuai, tetapi juga pada pencegahan kesalahan yang dapat berdampak pada operasional, stok, dan kepuasan pelanggan.
Kegagalan dalam QC dapat menimbulkan konsekuensi seperti selisih stok, pengembalian barang ke supplier, kerugian finansial, dan terganggunya alur distribusi. Oleh karena itu, SOP QC gudang menjadi panduan penting agar setiap pemeriksaan dilakukan secara konsisten, terdokumentasi, dan sesuai prosedur.
SOP QC gudang bertujuan untuk memastikan semua barang yang masuk, disimpan, maupun keluar dari gudang memenuhi standar kualitas dan spesifikasi perusahaan. Dengan SOP ini, setiap inspeksi dilakukan secara konsisten dan terdokumentasi, sehingga meminimalkan risiko kesalahan manusia atau penerimaan barang yang tidak sesuai.
Selain itu, SOP membantu:
Tujuan akhir dari SOP QC gudang adalah menjaga integritas stok, meningkatkan akurasi persediaan, dan memastikan kualitas barang yang didistribusikan kepada pelanggan atau internal sesuai dengan standar perusahaan.
SOP QC gudang mencakup seluruh aktivitas inspeksi dan pengendalian kualitas barang di gudang, baik pada tahap penerimaan, penyimpanan, maupun pengeluaran barang. Ruang lingkup ini memastikan bahwa setiap barang yang beredar dalam gudang telah diperiksa, terdokumentasi, dan memenuhi standar kualitas perusahaan.
Cakupan proses yang termasuk:
Proses yang tidak termasuk:
Ruang lingkup yang jelas membantu tim gudang memahami batas tanggung jawab QC, mengurangi risiko overlap atau kelalaian, serta mempermudah integrasi dengan sistem ERP/WMS dan proses audit internal.
QC di gudang melibatkan beberapa peran kunci yang saling berkoordinasi untuk memastikan kualitas dan akurasi persediaan. Setiap peran memiliki tanggung jawab spesifik, KPI yang terukur, dan frekuensi evaluasi untuk menjaga proses QC tetap konsisten dan efektif. Berikut tabel ringkas peran dan KPI:
| Role | Responsibi- lity | KPI / Measure | Frequency | Action if KPI Not Met |
| QC Inspector | Memeriksa fisik barang, sampling, dan dokumentasi QC | 100% barang diperiksa sesuai SOP | Per penerimaan | Coaching / training ulang |
| Petugas Gudang | Mendukung QC, menyiapkan area, membantu pemeriksaan | 98% dukungan tepat waktu dan sesuai prosedur | Harian | Evaluasi proses / instruksi tambahan |
| Supervisor Gudang | Memantau QC, menyetujui hasil inspeksi, melakukan random check | 95% hasil inspeksi bebas kesalahan | Mingguan | Review prosedur dan evaluasi tim |
| Manager Gudang | Mengawasi keseluruhan QC, menindaklanjuti exception | 100% eskalasi ditindaklanjuti | Mingguan / sesuai eskalasi | Revisi SOP / corrective action |
| Purchasing | Koordinasi retur atau klaim barang bermasalah | 95% penyelesaian masalah supplier ≤3 hari kerja | Per exception | Eskalasi ke manajer purchasing |
| QA / Quality Assurance | Menetapkan status barang bermasalah, menilai kualitas | 100% barang bermasalah diperiksa sesuai SLA | Per exception | Audit internal / evaluasi prosedur |
| IT / ERP Admin | Memastikan data QC tercatat di sistem ERP/WMS | 100% data QC tercatat akurat | Harian | Troubleshoot sistem / koordinasi vendor |
Sebelum melakukan proses QC di gudang, beberapa persyaratan harus dipenuhi agar inspeksi berjalan lancar, akurat, dan efisien. Persiapan ini memastikan tim QC dapat melakukan pemeriksaan tanpa gangguan dan semua data tercatat dengan benar.
1. Dokumen yang wajib tersedia
2. Kesiapan area dan peralatan
3. Kesiapan sistem dan alat digital
Memenuhi semua persyaratan ini membantu mencegah keterlambatan inspeksi, mengurangi kesalahan pencatatan, dan memastikan bahwa setiap barang diperiksa dengan metode yang konsisten dan terdokumentasi. Persiapan yang matang juga mempermudah proses eskalasi, audit, dan tindak lanjut jika ditemukan barang tidak sesuai standar.
Prosedur QC gudang adalah kerangka kerja sistematis yang memastikan semua barang—mulai dari penerimaan hingga pengeluaran—memenuhi standar kualitas perusahaan dan tercatat secara akurat. Setiap tahap melibatkan peran yang jelas, dokumentasi lengkap, dan integrasi dengan sistem ERP/WMS, sehingga kesalahan diminimalkan, traceability terjaga, dan audit menjadi lebih mudah. Berikut uraian prosedur QC gudang secara mendetail:
Langkah: Persiapkan area inspeksi, dokumen, dan alat yang dibutuhkan.
Penanggung jawab: QC Inspector & Petugas Gudang
Waktu pelaksanaan: 30–60 menit sebelum barang tiba
Detail tindakan:
Persiapan ini tidak hanya memastikan proses inspeksi berjalan lancar, tetapi juga membangun fondasi untuk pencatatan data yang akurat, mencegah kehilangan atau kerusakan barang, dan meminimalkan risiko penundaan inspeksi.
Langkah: Pemeriksaan fisik dan dokumen barang yang diterima di gudang.
Penanggung jawab: QC Inspector
Waktu pelaksanaan: Saat barang tiba
Detail tindakan:
Tahap ini memastikan bahwa setiap barang yang diterima sudah sesuai standar kualitas perusahaan dan meminimalkan risiko kesalahan stok, cacat produk, atau keluhan pelanggan.
Langkah: Monitoring kondisi barang selama tersimpan di gudang.
Penanggung jawab: QC Inspector & Supervisor Gudang
Waktu pelaksanaan: Periodik (misal mingguan atau batch kritikal)
Detail tindakan:
Langkah ini mencegah kerusakan atau penurunan kualitas selama penyimpanan, menjaga akurasi stok, dan mendukung ketersediaan barang berkualitas untuk distribusi atau produksi.
Langkah: Pemeriksaan akhir sebelum barang dikirim ke pelanggan atau digunakan internal.
Penanggung jawab: QC Inspector & Petugas Gudang
Waktu pelaksanaan: Sebelum distribusi atau transfer antar gudang
Detail tindakan:
Outgoing QC berfungsi sebagai kontrol terakhir, mencegah pengiriman barang cacat atau tidak sesuai spesifikasi, sehingga mengurangi risiko retur, klaim, atau kerugian perusahaan.
Langkah: Tindak lanjut untuk barang rusak, kadaluarsa, salah spesifikasi, atau tidak memenuhi standar.
Penanggung jawab: QC Inspector, QA, Purchasing
Waktu pelaksanaan: Segera setelah ditemukan
Detail tindakan:
Penanganan exception yang cepat, terdokumentasi, dan terkoordinasi memastikan aliran barang tetap lancar, kualitas stok tetap terjaga, dan audit dapat dilakukan kapan saja.
Kontrol dan checkpoints adalah mekanisme pengawasan dan evaluasi yang diterapkan sepanjang proses Quality Control (QC) di gudang untuk memastikan semua barang memenuhi standar kualitas, aman, dan tercatat dengan benar. Penerapan kontrol ini membantu mengurangi kesalahan, mencegah barang rusak atau kadaluarsa masuk stok, dan memudahkan audit. Berikut uraian langkah-langkah kontrol dan checkpoints secara mendetail:
1. Dokumentasi barang masuk
Kontrol: Setiap barang yang masuk harus dicatat di sistem ERP/WMS dengan informasi lengkap: nomor Surat Jalan, tanggal penerimaan, kode barang, jumlah, batch/lot, dan supplier.
Checkpoint: Petugas QC dan gudang memverifikasi dokumen sebelum unloading. Jika dokumen tidak lengkap atau tidak sesuai, barang tidak boleh diterima sebelum klarifikasi dengan supplier.
Manfaat: Memastikan semua data tercatat secara akurat, memudahkan rekonsiliasi stok, serta mengurangi risiko kesalahan administrasi yang bisa berdampak pada pembayaran atau audit.
2. Pemeriksaan fisik barang
Kontrol: Barang diperiksa secara menyeluruh, termasuk kondisi kemasan, segel, cacat, kerusakan, dan tanggal kadaluarsa jika berlaku.
Checkpoint: Hasil inspeksi dicatat di formulir QC atau sistem ERP/WMS. Barang rusak atau tidak sesuai dipisahkan di area Quarantine/Hold.
Manfaat: Mengurangi risiko menerima barang cacat atau tidak layak pakai yang dapat mengganggu operasional dan kualitas produk akhir.
3. Cross-check dengan dokumen pembelian (PO/DO)
Kontrol: Cocokkan kondisi fisik dan jumlah barang dengan PO, DO, dan dokumen pendukung lain.
Checkpoint: Supervisor QC menandatangani konfirmasi kesesuaian sebelum barang diteruskan ke penyimpanan atau produksi.
Manfaat: Memastikan kepatuhan terhadap kontrak pembelian, mencegah selisih jumlah atau tipe barang, dan mengurangi risiko sengketa dengan supplier.
4. Penanganan barang tidak sesuai
Kontrol: Barang rusak, kadaluarsa, atau tidak sesuai spesifikasi dikarantina dan diberi label khusus.
Checkpoint: Laporan exception dikirim ke tim Procurement, QA, dan manajemen untuk tindak lanjut, seperti retur ke supplier atau tindakan korektif internal.
Manfaat: Mencegah barang bermasalah tercampur dengan stok aktif, menjaga kualitas gudang, dan meminimalkan risiko produksi atau distribusi terganggu.
5. Pemantauan kondisi penyimpanan
Kontrol: Periksa secara berkala kondisi lingkungan gudang, termasuk suhu, kelembapan, kebersihan, dan kerapihan rak.
Checkpoint: Temuan dicatat di ERP/WMS, dan tindakan korektif segera diterapkan jika ditemukan penyimpangan.
Manfaat: Memastikan barang tetap dalam kondisi optimal selama penyimpanan, mencegah kerusakan, kontaminasi, atau penurunan kualitas.
6. Verifikasi kuantitas dan kualitas ganda (double check)
Kontrol: Lakukan pengecekan ulang jumlah dan kualitas barang oleh petugas kedua sebelum barang dinyatakan lolos QC.
Checkpoint: Formulir atau sistem ERP/WMS mencatat hasil double check. Barang yang lolos pengecekan ini baru dapat diterima secara resmi.
Manfaat: Meminimalkan kesalahan manusia, meningkatkan akurasi pencatatan, dan memastikan barang yang diterima memenuhi standar kualitas.
7. Audit berkala dan rekonsiliasi
Kontrol: Lakukan audit stok dan rekonsiliasi data secara rutin antara ERP/WMS dan kondisi fisik barang.
Checkpoint: Selisih stok dianalisis, akar masalah diidentifikasi, dan perbaikan prosedur dilakukan jika diperlukan.
Manfaat: Memastikan data stok selalu akurat, mendukung ketersediaan barang untuk produksi atau distribusi, dan memudahkan audit internal maupun eksternal.
8. Pemantauan KPI QC
Kontrol: Tetapkan KPI seperti akurasi dokumen, kecepatan pemeriksaan, jumlah exception, dan kepatuhan prosedur.
Checkpoint: KPI dievaluasi secara mingguan atau bulanan oleh kepala gudang/QC Supervisor. Jika target tidak tercapai, dilakukan review dan tindakan perbaikan.
Manfaat: Menjamin kinerja QC tetap optimal, mendorong perbaikan berkelanjutan, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Dengan penerapan kontrol dan checkpoints yang konsisten, gudang dapat menjaga kualitas barang, mencegah kerusakan atau kesalahan pencatatan, dan meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan. Proses ini menciptakan transparansi, akuntabilitas, dan memudahkan audit serta continuous improvement dalam manajemen kualitas gudang.
Continuous improvement (perbaikan berkelanjutan) dalam Quality Control (QC) gudang adalah proses sistematis untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan akurasi pemeriksaan barang secara berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, gudang dapat menyesuaikan prosedur QC terhadap perubahan kebutuhan operasional, volume barang, teknologi, dan standar kualitas, sekaligus mengurangi risiko kesalahan berulang. Berikut langkah-langkah detailnya:
1. Evaluasi rutin proses QC
2. Analisis root cause
3. Implementasi perbaikan
4. Monitoring dan feedback
5. Standarisasi dan dokumentasi
6. Pemanfaatan teknologi dan otomatisasi
Dengan continuous improvement, SOP QC gudang selalu relevan, adaptif, dan efisien. Proses ini memungkinkan gudang meminimalkan kesalahan, meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas operasional, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Software manajemen gudang (WMS/ERP) memiliki peran penting dalam mendukung QC agar proses pemeriksaan barang lebih efisien, akurat, dan terdokumentasi dengan baik. Berikut peran utama software dalam proses QC gudang:
1. Pencatatan otomatis hasil QC
2. Validasi dan cross-check otomatis
3. Tracking dan monitoring lokasi barang
4. Manajemen exception
5. Laporan dan analisis QC
6. Integrasi dengan modul lain
Dengan pemanfaatan software, SOP QC gudang menjadi lebih cepat, akurat, dan transparan. Software tidak hanya mendukung operasional harian tetapi juga memperkuat kontrol, audit, dan pengambilan keputusan manajemen berbasis data.
Proses QC di gudang yang terstruktur dengan kontrol, checkpoints, pemanfaatan software, penanganan barang bermasalah, dan continuous improvement memastikan barang yang masuk memenuhi standar kualitas, tercatat akurat, dan aman.
Penerapan SOP ini tidak hanya mengurangi risiko kesalahan, kerusakan, atau penerimaan barang yang tidak layak, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional, mempermudah audit, dan mendukung pengambilan keputusan manajemen berbasis data.
Dengan budaya perbaikan berkelanjutan, gudang dapat menyesuaikan prosedur QC terhadap perubahan volume barang, teknologi, dan standar kualitas, sehingga kualitas operasional tetap optimal.
Untuk mempermudah proses seperti yang dibahas, solusi ERP kami menyediakan modul QC terintegrasi yang real-time, mendukung monitoring, pelaporan, dan exception handling secara efisien.
Bagi perusahaan yang ingin memperkuat transformasi digital, layanan konsultasi kami menawarkan strategi berbasis data untuk mengoptimalkan operasional gudang dan mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Tim Insights Impact
Tim Insights Impact terdiri dari beragam individu profesional yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam berbagai aspek bisnis. Bersama-sama, kami berkomitmen untuk memberikan wawasan mendalam dan pemahaman yang berharga tentang berbagai topik terkait strategi bisnis dan tren industri yang relevan.
Tanyakan tentang transformasi digital, produk kami, harga, implementasi, atau apa pun.
Kami senang bisa menjadi bagian dari perjalanan transformasi digital Anda sejak hari pertama.