Impact.

Menu Close

Trend Grosir Tahun 2023

IN THIS ARTICLE

SHARE ARTIKEL INI:

Sejak pandemi hingga saat ini, kegiatan jual beli di kalangan masyarakat mengalami perubahan. Perkembangan teknologi adalah salah satu penyebab terjadinya perubahan kebiasaan antara penjual dan pembeli. Perilaku konsumen yang berubah menjadikan grosir untuk bisa beradaptasi agar bisa menarik lebih banyak pelanggan.

Terdapat strategi yang dapat dilakukan agar bisa bersaing di era digital saat ini. Artikel di bawah ini akan membahas lebih lanjut terkait trend industri grosir di tahun 2023 dan strategi yang dapat diterapkan oleh pemimpin bisnis untuk bersaing pada era digital.

8 Trend grosir 2023

Selama pandemi hingga pasca pandemi, perilaku konsumen terus mengalami perubahan dan modifikasi, hal ini menyebabkan trend grosir pun berubah. Terdapat 8 trend grosir yang dapat diantisipasi pada tahun 2023, di antaranya adalah:

1. Jumlah kompetitor meningkat

Grosir saat ini semakin berkembang dan menyebabkan meningkatnya kompetitor dari setiap kalangan. Munculnya penjualan direct-to-consumer telah menempatkan grosir dalam persaingan dengan suppliernya sendiri. Perusahaan besar seperti Amazon dan Alibaba, juga telah mengubah dinamika pasar grosir sekaligus memberikan dampak pada pertumbuhan pasar B2B.

Penelitian Gartner mengatakan, 83% dari pembeli B2B lebih memilih menggunakan e-Commerce dan saat ini banyak pebisnis grosir yang sudah memanfaatkan kesempatan ini.  Impact e-Commerce dapat menghubungkan penjualan offline Anda ke website dan sudah terintegrasi dengan berbagai modul lainnya seperti inventory, akuntansi, dan sales.

2. Customer experience menjadi fokus utama

Adanya perubahan perilaku konsumen menjadikan pembeli B2B modern memiliki kebiasaan berbeda dari biasanya. Saat ini dan masa mendatang, pelanggan B2B mengharapkan perusahaan tempat mereka membeli dapat memahami preferensi dan kebutuhan individu mereka. Customer experience akan menjadi kebutuhan B2B untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.

Grosir dapat menggunakan modul CRM (Customer Relationship Management) Impact untuk meningkatkan customer experience dan tetap terhubung dengan pelanggan. Selain itu modul CRM Impact juga dapat membantu Anda dalam mengelola data pelanggan untuk dianalisis sehingga dapat meningkatkan penjualan.

3. Standing out from the crowd

Pemilik usaha perlu menemukan cara untuk menambah ‘value’ dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh kompetitor lainnya. Berdasarkan hasil riset McKinsey, konsumen saat ini lebih memilih produk atau brand yang menawarkan promosi harga. Perubahan perilaku konsumen ini dapat Anda jadikan acuan untuk memiliki kekuatan yang berbeda dari kompetitor lainnya.

Terdapat 4 cara untuk mendapatkan lebih banyak customer dengan memiliki value tersendiri, diantaranya adalah pada gambar berikut

Trend grosir

4. Mengikuti perkembangan teknologi

Pemilik perusahaan perlu mempertimbangkan untuk melakukan transformasi digital agar produktivitas meningkat sehingga kegiatan operasional dapat berjalan secara efisien dan pada akhirnya pendapatan perusahaan meningkat. Pemilik perusahaan dapat mempertimbangkan penggunaan teknologi untuk mempermudah proses bisnis, salah satunya adalah menggunakan ERP (Enterprise Resource Planning). ERP berfungsi mengotomatiskan proses bisnis dan memperoleh data secara real-time, sehingga pemilik bisnis dapat mengambil keputusan lebih akurat.

5. Trasformasi B2B e-commerce

Saat ini tidak sedikit bisnis B2B yang sudah beralih menggunakan e-Commerce dan yang dapat membedakan satu dan lainnya adalah pengalaman yang diberikan. Memberikan kemudahan serta informasi bermanfaat adalah kunci untuk menarik perhatian pelanggan di platform e-Commerce. Penelitian Gartner mengemukakan bahwa pelanggan yang merasa terbantu dengan informasi yang diberikan tiga kali lebih mungkin untuk membeli produk dari supplier tersebut.

6. Omnichannel e-Commerce menjadi standarisasi

Omnichannel memberikan manfaat dengan menyediakan pengalaman yang sama di setiap platform penjualan kepada pelanggan, seperti melalui situs web, ponsel, atau berbicara langsung dengan penjual. Di masa mendatang penggunaan Omnichannel e-Commerce akan menjadi trend dan standarisasi bisnis B2B. Modul e-Commerce Impact dapat menghubungkan berbagai marketplaces ke dalam satu software sehingga pemantauan dapat berlangsung secara optimal.

7. Otomatisasi proses bisnis

Perusahaan dapat mengimplementasikan Impact ERP untuk otomatiskan proses bisnis dengan mengintegrasikan data dari setiap departemen sehingga dapat mengurangi human error. Otomatisasi dibutuhkan grosir untuk melakukan berbagai proses bisnis, mulai dari pelacakan stok barang, melihat pesanan pembelian dan logistik secara real-time, serta entri jurnal secara otomatis.

tren wholesale distribution

8. Digitalisasi manajemen inventaris

Karena grosir biasanya beroperasi pada pasokan yang besar, para wholesaler sering berurusan dengan masalah barang inventaris. Modul inventory Impact dapat mengintegrasikan data dan informasi dari setiap departemen, sehingga setiap karyawan dapat mengetahui kondisi stok barang pada masing-masing dashboards. Informasi yang terintegrasi diperoleh dari barcode yang dipasang di setiap barang sehingga tracking dapat dilakukan oleh sistem dan kemungkinan kehilangan barang pun berkurang.

5 Strategi Wholesale Distribution untuk Bersaing di Era Digital

Perkembangan teknologi yang cepat akan berpengaruh pada laju pertumbuhan ekonomi negara. Grosir merupakan salah satu sektor yang memerlukan digitalisasi operasional bisnis sehingga dapat meminimalisir pengeluaran dan meningkatkan fleksibilitas. Terdapat 5 strategi yang dikemukakan oleh McKinsey agar siap bersaing di era digital, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Memahami perilaku konsumen

Perusahaan perlu memastikan bahwa saat ini pelanggan menjadi fokus utama pada era digital. Konsumen lebih memilih wholesaler yang memberikan user-experiencepersonalized – yang saling berhubungan, cepat, dan menyenangkan. Pengalaman tersebut dapat diberikan jika perusahaan mampu melakukan desain yang sesuai dan menggunakan software untuk membantu memahami perilaku dan kebutuhan konsumen.

McKinsey telah melakukan survei terkait perubahan perilaku konsumen pasca pandemi yang dapat dijadikan sebagai referensi memahami preferensi pelanggan.

2. Menggunakan Omnichannel untuk menghubungkan platform

Pelanggan akan menjangkau toko dari berbagai channel, mulai dari situs web, media sosial, toko fisik, pusat panggilan, dan lainnya. Perusahaan saat ini sudah meningkatkan penawaran dengan O2O (online-offline dan offline-to-online) untuk menawarkan produk ke pelanggan dari berbagai channel. Modul omnichannel Impact akan membantu grosir mengelola toko dari berbagai channel dan marketplaces dan menyediakan hasil analisis channel yang lebih menguntungkan.

3. Memanfaatkan big data

Data di dunia akan bertambah secara eksponensial. Sedangkan data yang biasa digunakan oleh perusahaan adalah sebagian kecil data yang ada di dunia. Terdapat kumpulan data, yaitu Big Data, yang jika dikelola akan menghasilkan informasi bermanfaat bagi grosir. Impact wholesale distribution memanfaatkan big data untuk melakukan integrasi sebagai landasan membuat keputusan bisnis yang akurat.

4. Menggunakan keamanan berlapis untuk melindungi data perusahaan

Data merupakan aset perusahaan yang perlu dijaga keamanannya. Selain meningkatkan teknologi untuk operasional bisnis, perusahaan juga perlu memastikan bahwa data perusahaan terjamin kerahasiaannya. Berkembangnya teknologi juga mengakibatkan para peretas semakin mahir menjalankan tugasnya. Software Impact menyimpan data pada satu tempat terpusat dengan user restriction yang memberikan pembatasan akses kepada orang yang memiliki wewenang tertentu, sehingga keamanan data perusahaan terjamin.

5. Meningkatkan kemampuan karyawan

Bukan sekadar transformasi proses bisnis, transformasi karyawan juga perlu dilakukan agar para tim memiliki tujuan yang sama dan budaya kerja yang jelas. Kemampuan karyawan juga perlu ditingkatkan dengan menyediakan training untuk menjelaskan lebih lanjut terkait software yang akan digunakan. Impact tidak hanya berfokus pada transformasi proses bisnis, namun juga pada transformasi budaya perusahaan, mulai dari proses recruitment, onboarding, goals, appraisals, employee engagements, feedbacks, dan lainnya, yang dapat mengembangkan kompetensi karyawan.

tren wholesale distribution

Kesimpulan

Industri grosir sejak tahun 2021 terus mengalami perkembangan dan telah menjadi salah satu kontributor ekonomi nasional terbesar. Pada tahun 2023, penjualan grosir diperkirakan akan terus meningkat dan salah satu penyebabnya adalah transformasi digital. Trend grosir di tahun 2023 akan mengarahkan grosir untuk bersiap menghadapi era digital dan memanfaatkan software yang dapat membantu memahami pasar dan konsumen.

Wholesaler membutuhkan software yang dapat mengotomatiskan sistem organisasi perusahaan secara efektif. Impact wholesale distribution  tidak hanya membantu Anda mengotomatisasikan proses bisnis, namun juga mendorong transformasi budaya perusahaan. Mulai optimalkan perusahaan Anda agar dapat bersaing di trend yang akan datang.