10 Aplikasi & Software E-procurement Terbaik di Indonesia 2026 | Perbandingan
Menemukan software e-procurement yang cocok untuk perusahaan Anda tidak mudah, terutama karena flow procure-to-pay setiap…
David
Januari 15, 2026Industri manufaktur di Indonesia semakin menuntut efisiensi di tengah persaingan yang semakin ketat. Namun, banyak pabrik masih bergelut dengan tantangan seperti keterbatasan tenaga kerja, keterlambatan proses, dan koordinasi yang kompleks antar departemen.
Kendala-kendala ini menurunkan produktivitas serta menghambat kelancaran operasional. Karena itu, penggunaan MRP software terintegrasi menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing dan memastikan setiap proses berjalan tepat waktu.
Dalam menyusun daftar MRP software terbaik ini, kami menggabungkan data dari berbagai situs ulasan, melakukan uji coba langsung (jika memungkinkan), serta mengumpulkan survei dari perusahaan yang telah menggunakannya. Kriteria penilaian yang kami gunakan meliputi:
Anda bisa menggunakan informasi di sini untuk memfilter software MRP apa saja yang Anda bisa pertimbangkan, namun Anda tetap perlu berdiskusi lebih dalam mengenai kebutuhan perusahaan Anda dan apakah vendor Anda bisa memenuhi kebutuhan tersebut dengan harga yang masuk akal.
MRP software (Material Requirements Planning) adalah software perencanaan kebutuhan material yang membantu perusahaan manufaktur merencanakan bahan baku, menjadwalkan produksi, dan mengoptimalkan stok agar tidak berlebihan atau kekurangan.
Manfaat software MRP adalah:
Fitur-fitur utama software MRP adalah:
Berikut adalah 10 software MRP terbaik di Indonesia di tahun 2026. Urutan penyajian tidak mencerminkan peringkat. Setiap software memiliki keunggulan dan kecocokan masing-masing tergantung kebutuhan bisnis.

Kelebihan Impact:
Kekurangan Impact:
Impact adalah perusahaan teknologi dan management consulting yang berfokus kepada transformasi digital menyeluruh perusahaan manufaktur. Impact telah membantu ribuan perusahaan dalam meningkatkan produktifitas dan otomasi berbagai proses bisnis melalui software manufaktur dan digital transformation consulting.

Kelebihan Microsoft Dynamics 365 Business Central:
Kekurangan Microsoft Dynamics 365 Business Central:
Harga: Mulai dari Rp 300 juta
Software MRP Microsoft Dynamics 365 Business Central Premium adalah software MRP dengan modul manufaktur untuk perusahaan menengah. Solusi ini cocok untuk perusahaan yang membutuhkan sistem MRP dasar yang terintegrasi langsung dengan ekosistem Microsoft 365.
Namun, implementasi relatif kompleks jadi pemilihan implementor sangatlah penting dalam menjamin keberhasilan implementasi. Selain itu, versi cloud juga tidak mengijinkan kustomisasi database.

Kelebihan Infor:
Kekurangan Infor:
Harga: Mulai dari Rp 1 miliar
Infor adalah ERP yang berfokus kepada manufaktur untuk perusahaan menengah keatas. Infor tersedia dalam cloud, on-premise, maupun hybrid. Tiga produk Infor utama yang banyak digunakan untuk sektor manufaktur:
Infor secara global adalah ERP yang baik untuk perusahaan manufaktur dengan struktur organisasi yang kompleks dan berfokus kepada otomasi proses, namun di Indonesia Infor tidak memiliki kehadiran pasar yang kuat karena kurangnya implementor lokal.
Karena implementasinya yang kompleks, sangat penting untuk memilih vendor yang memiliki keahlian. Sering kali Infor akan mengirim timnya dari Singapura atau India untuk membantu implementasi di Indonesia. Selain itu, karena kompleksitas fitur yang ada, kurva pembelajaran untuk pengguna juga cukup tinggi sehingga training akan memakan waktu lebih lama.

Kelebihan SAP S/4 HANA:
Kekurangan SAP S/4 HANA:
Harga: Mulai dari Rp 1 miliar
MRP system SAP S/4HANA sering menjadi pilihan untuk perusahaan manufaktur global dengan proses bisnis yang kompleks terutama karena fitur yang lengkap dan ketersediaan SAP S/4 HANA secara on-premise.
Modul utama SAP S/4 HANA untuk perusahaan manufaktur adalah:
Rekomendasi kombinasi modul SAP S/4 HANA per industri:
Namun, proses implementasi SAP S/4 HANA tergolong kompleks. Studi Horváth & Partners (2025) mencatat:
Tantangan juga muncul pada tahap konfigurasi shopfloor dan integrasi proses batch, yang sering kali memerlukan add-on lokal atau SAP partner luar negeri.
Bagi perusahaan yang membutuhkan kontrol penuh atas proses manufaktur end-to-end, SAP S/4HANA tetap menjadi salah satu pilihan. Namun untuk perusahaan manufaktur menengah atau yang butuh solusi lebih cepat dan ringan, ada alternatif lain yang lebih sesuai dari sisi biaya dan waktu implementasi.

Kelebihan Epicor:
Kekurangan Epicor:
Harga: Mulai dari Rp 300 juta
MRP system Epicor berfokus kepada perusahaan manufaktur menengah. Produk yang paling diminati adalah Epicor Kinetik.
Epicor memiliki scheduling, shop floor control, dan quality tracking yang kuat. Namun fitur untuk process manufacturing masih membutuhkan kustomisasi. User interface mudah dipelajari dengan customizable dashboard. Selain itu, lokalisasi fitur untuk Indonesia juga masih kurang mendalam sehingga masih memerlukan kustomisasi.

Kelebihan Odoo Enterprise:
Kekurangan Odoo Enterprise:
Harga: Mulai dari Rp 200 ribu per user dengan implementasi Rp 500 juta (ada paket yang lebih murah tapi kami tidak menyarankannya)
Odoo adalah ERP asal Belgia yang mulai populer di Indonesia karena mereka mulai serius dalam menaikkan pangsa pasar di Indonesia. Odoo adalah software yang berfokus kepada perusahaan kecil dan market Indonesia sangat cocok untuk mereka. Odoo mempunyai budget marketing yang cukup besar untuk Indonesia dan Odoo juga baru membuka representative office di Indonesia.
Yang menarik dari Odoo adalah harganya yang relatif murah dan banyaknya modul yang tersedia tanpa biaya tambahan. Perusahaan kecil sering membandingkan Odoo dengan ERP lokal dalam membuat keputusan.
Namun, perusahaan perlu berhati-hati dalam memilih vendor Odoo karena banyak juga perusahaan yang gagal dalam implementasi Odoo karena:
Kami merekomendasikan Odoo Enterprise untuk manufaktur dengan jumlah user di bawah 10 dengan proses produksi yang sederhana,. Namun pilihlah vendor yang mengerti akuntansi dan punya pengalaman implementasi perusahaan manufaktur karena biasanya manufaktur kecil memiliki data akuntansi dan proses produksi yang perlu diperbaiki terlebih dulu sebelum di migrasi ke sistem ERP baru.

Kelebihan MRPeasy:
Kekurangan MRPeasy:
Harga: Mulai dari $79/10 user/bulan
MRPeasy adalah MRP software yang cukup lengkap untuk manufaktur kecil dengan harga terjangkau. Namun, MRPeasy didesain untuk self-implement. Walaupun ada beberapa konsultan ERP lokal yang bisa membantu dalam implementasi, tidak ada partner resmi MRPeasy di Indonesia. Kurangnya dukungan post go-live membuat kami sulit merekomendasi MRPeasy untuk perusahaan di Indonesia.
Selain itu, MRPeasy hanya memiliki fitur akuntansi dasar (tidak ada general ledger, rekonsiliasi bank, perpajakan), sehingga banyak pengguna MRPeasy memerlukan integrasi ke software akuntansi lainnya (seperti Xero atau QuickBooks) yang sebenarnya membutuhkan konfigurasi tambahan untuk menyesuaikan dengan perpajakan di Indonesia.

Kelebihan Katana MRP:
Kekurangan Katana MRP:
Harga: Mulai dari $359/bulan
Katana MRP dirancang untuk perusahaan manufaktur kecil. User interface Katana MRP juga mudah digunakan dengan kurva pembelajaran yang rendah sehingga membuat Katana MRP cukup menarik. Namun Katana MRP mempunyai beberapa kelemahan yang cukup signifikan.
Harga Katana MRP tidak bergantung kepada jumlah user, tetapi bergantung kepada jumlah lokasi gudang ($359/bulan untuk 3 lokasi, $799 untuk 10 lokasi, $1.799 untuk lokasi tanpa batas). Selain itu, Katana MRP tidak memiliki modul akuntansi sehingga perlu integrasi dengan Xero atau Quickbooks.
Katana MRP juga didesain untuk self-implement. Walaupun ada beberapa konsultan ERP lokal yang bisa membantu dalam implementasi, tidak ada partner resmi Katana MRP di Indonesia. Kurangnya dukungan post go-live membuat kami juga sulit merekomendasi Katana MRP untuk perusahaan di Indonesia.

Kelebihan Odoo Community:
Kekurangan Odoo Community:
Harga: Lisensi gratis, kustomisasi dan implementasi tergantung dari skala proyek
Odoo Community populer di kalangan manufaktur lokal medium-besar di Indonesia karena Odoo Community berbasis open-source sehingga ada fleksibilitas untuk mengkustomisasi sesuai kebutuhan, terutama untuk perusahaan yang memiliki tim IT yang besar.
Namun tidak sedikit juga implementasi Odoo Community yang akhirnya gagal, biasanya karena:
Kami merekomendasikan Odoo Community jika perusahaan Anda membutuhkan banyak kustomisasi. Namun pastikan Anda mempunyai system requirement yang jelas dengan fitur dibagi menjadi must have dan nice to have. Jangan kustomisasi semua di awal, lakukan kustomisasi secara berkala setelah memastikan fitur utama berjalan dengan baik.
Menurut hasil survey The Standish Group, hanya 16.2% proyek implementasi software akan berhasil on-time dan on-budget, 52.7% akan tidak sesuai dengan rencana di awal (terlambat, over-budget, atau fitur dibawah ekspektasi), dan 31.1% akhirnya dibatalkan.
Memilih software seharusnya tidak diperlakukan sebagai keputusan pembelian yang berdiri sendiri karena software pada dasarnya hanyalah alat untuk membantu organisasi mencapai tujuan bisnisnya.
Banyak perusahaan melakukan kesalahan dengan langsung membandingkan fitur atau vendor sebelum mendefinisikan dengan jelas apa yang ingin dicapai.
Pendekatan ini sering berujung pada ketidaksesuaian, rendahnya tingkat adopsi pengguna, dan hasil yang tidak optimal.
Organisasi yang sukses mengambil pendekatan yang terstruktur dan berbasis tujuan, sehingga pemilihan software selaras dengan kebutuhan bisnis nyata.
Praktik terbaik berikut menjelaskan bagaimana memilih software yang tepat untuk mendukung transformasi yang berkelanjutan.
Sebelum mengevaluasi MRP system, organisasi harus menetapkan tujuan yang jelas dan terukur. Langkah ini dimulai dengan mengidentifikasi pain point bisnis di seluruh tim dan fungsi, bukan hanya di area IT. Assessment perusahaan yang terstruktur membantu mengungkap inefisiensi, risiko, dan celah operasional yang diharapkan dapat diselesaikan oleh MRP system. Tanpa tujuan yang jelas, keputusan pemilihan MRP system cenderung bersifat reaktif dan tidak berbasis strategi.
Setelah pain point dipahami dengan jelas, langkah berikutnya adalah menyusun rencana transformasi. Rencana ini mencakup perumusan solusi untuk setiap pain point, penentuan prioritas berdasarkan dampak dan upaya (impact versus effort), serta definisi indikator keberhasilan.
Metrik yang jelas harus ditetapkan, lengkap dengan penanggung jawabnya. Tanpa rencana ini, pemilihan MRP system akan bersifat taktis dan berisiko kehilangan arah strategis.
MRP software sebaiknya dinilai berdasarkan sejauh mana ia mendukung rencana transformasi, bukan sekadar jumlah fitur yang ditawarkan. Kriteria penilaian perlu mencakup skalabilitas, kemampuan integrasi, kemudahan implementasi, total biaya kepemilikan, serta kesesuaian dengan proses bisnis. Kerangka evaluasi yang konsisten membantu organisasi menyaring solusi yang terlihat menarik di atas kertas namun tidak efektif dalam praktik.
Memilih vendor yang tepat sama pentingnya dengan memilih software yang tepat. Prioritaskan vendor yang memahami kebutuhan bisnis Anda dan mampu menjelaskan bagaimana solusi mereka mendukung tujuan perusahaan, bukan sekadar menjual produk. Vendor yang tepat akan berperan sebagai mitra jangka panjang, dengan keterlibatan pimpinan untuk memastikan keselarasan dan akuntabilitas.
Memilih MRP software yang tepat bukanlah tentang mencari produk “terbaik” di pasar, melainkan memilih tool yang paling sesuai dengan tujuan yang jelas. Ketika tujuan ditetapkan dengan baik, pain point dipahami secara menyeluruh, dan rencana transformasi disusun secara terstruktur, MRP software dapat menjadi enabler perubahan yang efektif. Dengan keterlibatan pimpinan dan kemitraan vendor yang tepat, pemilihan MRP software dapat menjadi keunggulan strategis, bukan sumber masalah baru.
Jika transformasi digital adalah prioritas Anda, Anda bisa ambil langkah pertama untuk diskusi tanpa komitmen dengan kami.
Impact adalah perusahaan teknologi dan management consulting yang berfokus ke transformasi digital menyeluruh. Impact telah membantu ribuan perusahaan melalui konsultasi transformasi digital.
Dave A.
Dave is an ex-PwC with 20+ years of experience in digital transformation, corporate finance, and venture capital in Indonesia and Singapore. He focused on growth through digital transformation, specializing in laser-focused digital marketing and operational excellence through software and data.
Apa itu MRP?
> MRP software (Material Requirements Planning) adalah software perencanaan kebutuhan material yang membantu perusahaan manufaktur merencanakan bahan baku, menjadwalkan produksi, dan mengoptimalkan stok agar tidak berlebihan atau kekurangan.
Apa bedanya ERP dan MRP?
> ERP mencakup seluruh proses bisnis perusahaan (produksi, keuangan, SDM, penjualan, dll.), sedangkan MRP fokus pada perencanaan dan pengendalian kebutuhan material untuk produksi.
4 langkah dasar MRP?
> Empat langkah dasar MRP adalah:
Apa singkatan MRP?
> MRP adalah singkatan dari Material Requirements Planning
Tim Insights Impact
Tim Insights Impact terdiri dari beragam individu profesional yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam berbagai aspek bisnis. Bersama-sama, kami berkomitmen untuk memberikan wawasan mendalam dan pemahaman yang berharga tentang berbagai topik terkait strategi bisnis dan tren industri yang relevan.
Tanyakan tentang transformasi digital, produk kami, harga, implementasi, atau apa pun.
Kami senang bisa menjadi bagian dari perjalanan transformasi digital Anda sejak hari pertama.