Industri manufaktur di Indonesia semakin menuntut efisiensi di tengah persaingan yang semakin ketat. Namun, banyak pabrik masih bergelut dengan tantangan seperti keterbatasan tenaga kerja, keterlambatan proses, dan koordinasi yang kompleks antar departemen.

Kendala-kendala ini menurunkan produktivitas serta menghambat kelancaran operasional. Karena itu, penggunaan MRP software terintegrasi menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing dan memastikan setiap proses berjalan tepat waktu.

Dalam menyusun daftar MRP software terbaik ini, kami menggabungkan data dari berbagai situs ulasan, melakukan uji coba langsung (jika memungkinkan), serta mengumpulkan survei dari perusahaan yang telah menggunakannya. Kriteria penilaian yang kami gunakan meliputi:

  1. Fitur: Lokalisasi fitur untuk perusahaan di Indonesia yang siap digunakan tanpa memerlukan kustomisasi
  2. Harga: Sering kali harga software MRP tidak sebanding dengan value yang didapat oleh perusahaan di Indonesia karena ketidakcocokan fitur (banyak fitur penting yang tidak tersedia dan banyak juga fitur yang tersedia tapi jarang digunakan di Indonesia)
  3. Skalabilitas: Software MRP yang bisa dikustomisasi dan bisa digunakan oleh pengguna yang bertambah secara berkala tanpa memerlukan perubahan sistem yang signifikan
  4. User experience: User interface yang sederhana tanpa memerlukan kurva pembelajaran yang tinggi

Anda bisa menggunakan informasi di sini untuk memfilter software MRP apa saja yang Anda bisa pertimbangkan, namun Anda tetap perlu berdiskusi lebih dalam mengenai kebutuhan perusahaan Anda dan apakah vendor Anda bisa memenuhi kebutuhan tersebut dengan harga yang masuk akal. 

Summary

  • Impact: Terbaik untuk transformasi digital perusahaan Indonesia
  • Microsoft Dynamics 365: Terbaik untuk manufaktur dalam ekosistem Microsoft
  • Infor: Terbaik untuk perusahaan manufaktur besar
  • SAP S/4 HANA: Terbaik untuk perusahaan manufaktur global
  • Epicor: Terbaik untuk perusahaan manufaktur menengah
  • Odoo Enterprise: Terbaik untuk manufaktur kecil yang mencari solusi menyeluruh
  • MRPeasy: Terbaik untuk manufaktur kecil yang mencari laporan produksi lengkap
  • Katana MRP: Terbaik untuk manufaktur kecil yang mencari simplicity
  • Odoo Community: Terbaik untuk kustomisasi proses produksi 

Apa itu MRP software?

MRP software (Material Requirements Planning) adalah software perencanaan kebutuhan material yang membantu perusahaan manufaktur merencanakan bahan baku, menjadwalkan produksi, dan mengoptimalkan stok agar tidak berlebihan atau kekurangan.

Manfaat MRP software 

Manfaat software MRP adalah:

  1. Perencanaan kebutuhan material lebih akurat: Memastikan bahan baku tersedia tepat waktu sesuai jadwal produksi.
  2. Pengurangan stockout dan overstock: Mengoptimalkan level persediaan berdasarkan perhitungan MRP yang sistematis.
  3. Produksi lebih tepat waktu: Mengurangi keterlambatan produksi dengan perencanaan material dan lead time yang jelas.
  4. Pengendalian pembelian lebih baik: Membantu tim purchasing membuat keputusan pemesanan yang tepat jumlah dan waktu.

Fitur-fitur utama MRP software

Fitur-fitur utama software MRP adalah:

  1. Bill of Materials (BOM): Mendefinisikan daftar lengkap dan bertingkat dari bahan baku, komponen, dan sub-assembly yang dibutuhkan untuk memproduksi suatu produk.
  2. Demand Planning: Mengelola data sales order dan forecast untuk menentukan kebutuhan material berdasarkan waktu.
  3. Inventory Management: Memantau stok bahan baku, WIP, dan barang jadi secara real-time untuk memastikan ketersediaan material.
  4. MRP Calculation: Menghitung kebutuhan bersih material dengan mempertimbangkan stok, lead time, dan aturan lot sizing.
  5. Production Planning & Scheduling: Mengubah rencana material menjadi perintah produksi dan menjadwalkannya ke work center.
  6. Purchasing Management: Menghasilkan purchase requisition dan purchase order berdasarkan kebutuhan material dan lead time supplier.
  7. Work-in-Progress (WIP) Tracking: Memantau status order produksi dan konsumsi material di lantai produksi.
  8. Exception & Alert Management: Menyediakan peringatan atas kekurangan material, keterlambatan, dan kebutuhan reschedule.
  9. Costing & Valuation: Menghitung biaya material dan produksi serta menganalisis selisih antara biaya aktual dan rencana.
  10. Reporting & KPIs: Menyajikan laporan dan indikator kinerja utama MRP seperti shortage, status order, dan lead time.

10 software MRP terbaik di Indonesia 2026

Berikut adalah 10 software MRP terbaik di Indonesia di tahun 2026. Urutan penyajian tidak mencerminkan peringkat. Setiap software memiliki keunggulan dan kecocokan masing-masing tergantung kebutuhan bisnis.

Software MRP terbaik untuk transformasi digital

Impact

mrp software impact

Kelebihan Impact:

  1. Enterprise-grade: Fitur lengkap terintegrasi untuk berbagai sektor manufaktur yang siap dipakai namun bisa dikustomisasi tanpa biaya besar
  2. Fleksibilitas: Modular, tersedia secara cloud maupun on-premise, siap untuk diintegrasi dengan sistem lain
  3. Business dashboard: Dashboard dan laporan real-time yang lengkap untuk setiap fungsi bisnis

Kekurangan Impact:

  1. Kurang cocok untuk manufaktur kecil yang tidak membutuhkan solusi terintegrasi

Impact adalah perusahaan teknologi dan management consulting yang berfokus kepada transformasi digital menyeluruh perusahaan manufaktur. Impact telah membantu ribuan perusahaan dalam meningkatkan produktifitas dan otomasi berbagai proses bisnis melalui software manufaktur dan digital transformation consulting.

MRP software terbaik untuk perusahaan dalam ekosistem Microsoft

Microsoft Dynamics 365 Business Central Premium

mrp software microsoft dynamics 365 business central

Kelebihan Microsoft Dynamics 365 Business Central:

  1. Fitur manufaktur yang siap pakai dan scalable
  2. Integrasi penuh dengan ekosistem Microsoft seperti Microsoft Outlook, Teams, Excel, dan Power BI

Kekurangan Microsoft Dynamics 365 Business Central:

  1. Fitur untuk process manufacturing
  2. Versi on-premise yang lebih terbatas
  3. Butuh kustomisasi tambahan untuk proses produksi kompleks

Harga: Mulai dari Rp 300 juta

Software MRP Microsoft Dynamics 365 Business Central Premium adalah software MRP dengan modul manufaktur untuk perusahaan menengah. Solusi ini cocok untuk perusahaan yang membutuhkan sistem MRP dasar yang terintegrasi langsung dengan ekosistem Microsoft 365.

Namun, implementasi relatif kompleks jadi pemilihan implementor sangatlah penting dalam menjamin keberhasilan implementasi. Selain itu, versi cloud juga tidak mengijinkan kustomisasi database.

MRP software terbaik untuk manufaktur besar

Infor

mrp software infor

Kelebihan Infor:

  1. Fitur manufaktur yang lengkap
  2. Fleksibilitas

Kekurangan Infor:

  1. Implementasi yang kompleks memerlukan partner yang terpercaya
  2. Harga yang relatif mahal
  3. Kurva pembelajaran yang tinggi

Harga: Mulai dari Rp 1 miliar

Infor adalah ERP yang berfokus kepada manufaktur untuk perusahaan menengah keatas. Infor tersedia dalam cloud, on-premise, maupun hybrid. Tiga produk Infor utama yang banyak digunakan untuk sektor manufaktur:

  • Infor LN: Untuk discrete manufacturer besar 
  • Infor M3: Untuk process manufacturer besar
  • CloudSuite Industrial (SyteLine): Untuk process manufacturer menengah 

Infor secara global adalah ERP yang baik untuk perusahaan manufaktur dengan struktur organisasi yang kompleks dan berfokus kepada otomasi proses, namun di Indonesia Infor tidak memiliki kehadiran pasar yang kuat karena kurangnya implementor lokal. 

Karena implementasinya yang kompleks, sangat penting untuk memilih vendor yang memiliki keahlian. Sering kali Infor akan mengirim timnya dari Singapura atau India untuk membantu implementasi di Indonesia. Selain itu, karena kompleksitas fitur yang ada, kurva pembelajaran untuk pengguna juga cukup tinggi sehingga training akan memakan waktu lebih lama.

MRP software terbaik untuk perusahaan manufaktur global

SAP S/4 HANA

dashboard software manufaktur SAP S/4 HANA

Kelebihan SAP S/4 HANA:

  1. Fitur lengkap untuk manufaktur global
  2. Skalabilitas dan dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan
  3. Implementor yang dapat diandalkan (secara umum) karena ketatnya kriteria untuk menjadi partner SAP

Kekurangan SAP S/4 HANA:

  1. Total cost of ownership yang sangat tinggi
  2. Implementasi yang sangat kompleks
  3. Ada kustomisasi yang tidak memungkinkan jika tidak sesuai dengan SAP best practices 
  4. Kurva pembelajaran yang tinggi sehingga banyak fitur yang akhirnya tidak digunakan

Harga: Mulai dari Rp 1 miliar

MRP system SAP S/4HANA sering menjadi pilihan untuk perusahaan manufaktur global dengan proses bisnis yang kompleks terutama karena fitur yang lengkap dan ketersediaan SAP S/4 HANA secara on-premise.

Modul utama SAP S/4 HANA untuk perusahaan manufaktur adalah:

  1. Production Planning (PP)
  2. Manufacturing Execution (ME/PEO)
  3. Materials Management (MM)
  4. Sales and Distribution (SD)
  5. Quality Management (QM)
  6. Plant Maintenance (PM)
  7. Extended Warehouse Management (EWM)
  8. Product Lifecycle Management (PLM)
  9. Advanced Available-to-Promise (aATP)
  10. Finance & Controlling (FI/CO)
  11. Supply Chain Management (SCM)
  12. Environment, Health, and Safety (EHS)
  13. Analytics/Reporting (SAP Analytics Cloud)
  14. Human Capital Management (HCM)

Rekomendasi kombinasi modul SAP S/4 HANA per industri:

  • Discrete manufacturing (automotive, machinery, electronics): PP, MM, SD, QM, PM, PLM, ME
  • Process manufacturing (food, chemicals, pharmaceuticals): PP-PI, MM, SD, QM, EHS, recipe/formula PLM
  • Repetitive manufacturing (consumer products): PP, Repetitive manufacturing, EWM, aATP, ME
  • Engineer-to-order (industrial equipment, project-based): PP, SD, PS (Project System), PLM

Namun, proses implementasi SAP S/4 HANA tergolong kompleks. Studi Horváth & Partners (2025) mencatat:

  • Rata-rata proyek migrasi berlangsung 30% lebih lama dari estimasi awal
  • 60% proyek mengalami pembengkakan biaya
  • 65% perusahaan menghadapi penurunan kualitas sistem pasca go-live

Tantangan juga muncul pada tahap konfigurasi shopfloor dan integrasi proses batch, yang sering kali memerlukan add-on lokal atau SAP partner luar negeri.

Bagi perusahaan yang membutuhkan kontrol penuh atas proses manufaktur end-to-end, SAP S/4HANA tetap menjadi salah satu pilihan. Namun untuk perusahaan manufaktur menengah atau yang butuh solusi lebih cepat dan ringan, ada alternatif lain yang lebih sesuai dari sisi biaya dan waktu implementasi.

MRP software terbaik untuk manufaktur menengah

Epicor

mrp software epicor

Kelebihan Epicor:

  1. Fitur untuk discrete manufacturing
  2. Fleksibilitas
  3. User interface yang mudah dipelajari

Kekurangan Epicor:

  1. Fitur untuk process manufacturing
  2. Lokalisasi Indonesia membutuhkan kustomisasi tambahan 

Harga: Mulai dari Rp 300 juta

MRP system Epicor berfokus kepada perusahaan manufaktur menengah. Produk yang paling diminati adalah Epicor Kinetik.

Epicor memiliki scheduling, shop floor control, dan quality tracking yang kuat. Namun fitur untuk process manufacturing masih membutuhkan kustomisasi. User interface mudah dipelajari dengan customizable dashboard. Selain itu, lokalisasi fitur untuk Indonesia juga masih kurang mendalam sehingga masih memerlukan kustomisasi.

MRP software terbaik untuk manufaktur kecil yang mencari solusi menyeluruh

Odoo Enterprise

mrp software odoo enterprise

Kelebihan Odoo Enterprise:

  1. Modul yang lengkap 
  2. Harga per user yang terjangkau

Kekurangan Odoo Enterprise:

  1. Lokalisasi fitur untuk perusahaan di Indonesia
  2. Perlu berhati-hati dalam memilih vendor Odoo

Harga: Mulai dari Rp 200 ribu per user dengan implementasi Rp 500 juta (ada paket yang lebih murah tapi kami tidak menyarankannya)

Odoo adalah ERP asal Belgia yang mulai populer di Indonesia karena mereka mulai serius dalam menaikkan pangsa pasar di Indonesia. Odoo adalah software yang berfokus kepada perusahaan kecil dan market Indonesia sangat cocok untuk mereka. Odoo mempunyai budget marketing yang cukup besar untuk Indonesia dan Odoo juga baru membuka representative office di Indonesia. 

Yang menarik dari Odoo adalah harganya yang relatif murah dan banyaknya modul yang tersedia tanpa biaya tambahan. Perusahaan kecil sering membandingkan Odoo dengan ERP lokal dalam membuat keputusan.

Namun, perusahaan perlu berhati-hati dalam memilih vendor Odoo karena banyak juga perusahaan yang gagal dalam implementasi Odoo karena:

  1. Perencanaan: Supaya implementasi ERP berjalan dengan baik, kami sarankan manufaktur kecil untuk memperbaiki data akuntansi dan proses bisnis terlebih dahulu. Jika manufaktur kecil tidak melihat keuntungan dari perbaikan proses bisnis, mungkin software akuntansi lebih cocok untuk manufaktur tersebut (terutama karena harga software akuntansi yang jauh lebih murah)
  2. Implementasi: Manufaktur kecil kebanyakan hanya membandingkan jumlah fitur dan harga tanpa mempedulikan kualitas vendor Odoo. Vendor tersebut tidak melakukan perencanaan dengan baik, tidak memberikan dukungan, dan lama-lama mereka tidak bisa dihubungi.
  3. Migrasi data: Sering kali migrasi data dilakukan tanpa datanya diperbaiki terlebih dahulu, atau dilakukan oleh konsultan yang tidak mengerti akuntansi, sehingga data di MRP software tidak akurat dan memerlukan implementasi ulang.
  4. Kustomisasi: Banyak kustomisasi yang tidak direncanakan oleh business analyst dengan baik atau tidak dilakukan oleh software engineer yang memiliki kemampuan dan tanggung jawab yang cukup.

Kami merekomendasikan Odoo Enterprise untuk manufaktur dengan jumlah user di bawah 10 dengan proses produksi yang sederhana,. Namun pilihlah vendor yang mengerti akuntansi dan punya pengalaman implementasi perusahaan manufaktur karena biasanya manufaktur kecil memiliki data akuntansi dan proses produksi yang perlu diperbaiki terlebih dulu sebelum di migrasi ke sistem ERP baru.

MRP software terbaik untuk manufaktur kecil yang mencari laporan produksi lengkap

MRPeasy

mrp software MRPeasy

Kelebihan MRPeasy:

  1. Fitur lengkap untuk manufaktur kecil
  2. Harga yang terjangkau ($79/10 user/bulan)
  3. Mudah untuk diintegrasi ke third party apps

Kekurangan MRPeasy:

  1. Hanya ada fitur akuntansi dasar (tidak ada general ledger, rekonsiliasi bank, perpajakan)
  2. Tidak ada partner resmi di Indonesia

Harga: Mulai dari $79/10 user/bulan

MRPeasy adalah MRP software yang cukup lengkap untuk manufaktur kecil dengan harga terjangkau. Namun, MRPeasy didesain untuk self-implement. Walaupun ada beberapa konsultan ERP lokal yang bisa membantu dalam implementasi, tidak ada partner resmi MRPeasy di Indonesia. Kurangnya dukungan post go-live membuat kami sulit merekomendasi MRPeasy untuk perusahaan di Indonesia. 

Selain itu, MRPeasy hanya memiliki fitur akuntansi dasar (tidak ada general ledger, rekonsiliasi bank, perpajakan), sehingga banyak pengguna MRPeasy memerlukan integrasi ke software akuntansi lainnya (seperti Xero atau QuickBooks) yang sebenarnya membutuhkan konfigurasi tambahan untuk menyesuaikan dengan perpajakan di Indonesia.

MRP software terbaik untuk manufaktur kecil yang mencari simplicity

Katana MRP

mrp software katana MRP

Kelebihan Katana MRP:

  1. User interface yang mudah digunakan
  2. Harga tidak bergantung kepada jumlah user

Kekurangan Katana MRP:

  1. Tidak ada modul akuntansi
  2. Tidak ada partner resmi di Indonesia

Harga: Mulai dari $359/bulan

Katana MRP dirancang untuk perusahaan manufaktur kecil. User interface Katana MRP juga mudah digunakan dengan kurva pembelajaran yang rendah sehingga membuat Katana MRP cukup menarik. Namun Katana MRP mempunyai beberapa kelemahan yang cukup signifikan.

Harga Katana MRP tidak bergantung kepada jumlah user, tetapi bergantung kepada jumlah lokasi gudang ($359/bulan untuk 3 lokasi, $799 untuk 10 lokasi, $1.799 untuk lokasi tanpa batas). Selain itu, Katana MRP tidak memiliki modul akuntansi sehingga perlu integrasi dengan Xero atau Quickbooks.

Katana MRP juga didesain untuk self-implement. Walaupun ada beberapa konsultan ERP lokal yang bisa membantu dalam implementasi, tidak ada partner resmi Katana MRP di Indonesia. Kurangnya dukungan post go-live membuat kami juga sulit merekomendasi Katana MRP untuk perusahaan di Indonesia. 

MRP software terbaik untuk kustomisasi proses produksi

Odoo Community

mrp software odoo community

Kelebihan Odoo Community:

  1. Open-source
  2. Sangat fleksibel untuk dikustomisasi

Kekurangan Odoo Community:

  1. Perlu perencanaan yang sangat matang
  2. Perlu berhati-hati dalam memilih vendor Odoo

Harga: Lisensi gratis, kustomisasi dan implementasi tergantung dari skala proyek

Odoo Community populer di kalangan manufaktur lokal medium-besar di Indonesia karena Odoo Community berbasis open-source sehingga ada fleksibilitas untuk mengkustomisasi sesuai kebutuhan, terutama untuk perusahaan yang memiliki tim IT yang besar. 

Namun tidak sedikit juga implementasi Odoo Community yang akhirnya gagal, biasanya karena:

  1. Proses produksi yang belum optimal: Perusahaan manufaktur sering kali memiliki SOP yang kompleks namun tidak efisien. Jika proses internal belum distandarkan, penerapan sistem hanya akan memperlambat operasional. Dalam banyak kasus, persoalannya bukan pada software, melainkan pada struktur proses, kultur kerja, dan peran SDM di lapangan.
  2. Kemampuan tim internal yang kurang memadai: Implementasi sering diserahkan kepada developer atau business analyst yang tidak memahami proses manufaktur secara utuh. Akibatnya, sistem hanya disesuaikan dengan permintaan user tanpa mempertimbangkan integrasi modul, antarmuka pengguna, dan konsistensi data akuntansi-produksi.
  3. Kurangnya keterlibatan pimpinan operasional: Transformasi digital di sektor manufaktur tidak bisa dijalankan sepenuhnya oleh tim IT. Jika pimpinan pabrik atau manajemen pusat tidak terlibat aktif, resistensi dari tim produksi akan tinggi, dan arah implementasi menjadi kabur.

Kami merekomendasikan Odoo Community jika perusahaan Anda membutuhkan banyak kustomisasi. Namun pastikan Anda mempunyai system requirement yang jelas dengan fitur dibagi menjadi must have dan nice to have. Jangan kustomisasi semua di awal, lakukan kustomisasi secara berkala setelah memastikan fitur utama berjalan dengan baik.

Best practices dalam memilih software manufaktur yang tepat untuk pabrik

Menurut hasil survey The Standish Group, hanya 16.2% proyek implementasi software akan berhasil on-time dan on-budget, 52.7% akan tidak sesuai dengan rencana di awal (terlambat, over-budget, atau fitur dibawah ekspektasi), dan 31.1% akhirnya dibatalkan.

Memilih software seharusnya tidak diperlakukan sebagai keputusan pembelian yang berdiri sendiri karena software pada dasarnya hanyalah alat untuk membantu organisasi mencapai tujuan bisnisnya.

Banyak perusahaan melakukan kesalahan dengan langsung membandingkan fitur atau vendor sebelum mendefinisikan dengan jelas apa yang ingin dicapai.

Pendekatan ini sering berujung pada ketidaksesuaian, rendahnya tingkat adopsi pengguna, dan hasil yang tidak optimal.

Organisasi yang sukses mengambil pendekatan yang terstruktur dan berbasis tujuan, sehingga pemilihan software selaras dengan kebutuhan bisnis nyata.

Praktik terbaik berikut menjelaskan bagaimana memilih software yang tepat untuk mendukung transformasi yang berkelanjutan.

Mulai dari tujuan bisnis yang jelas

Sebelum mengevaluasi MRP system, organisasi harus menetapkan tujuan yang jelas dan terukur. Langkah ini dimulai dengan mengidentifikasi pain point bisnis di seluruh tim dan fungsi, bukan hanya di area IT. Assessment perusahaan yang terstruktur membantu mengungkap inefisiensi, risiko, dan celah operasional yang diharapkan dapat diselesaikan oleh MRP system. Tanpa tujuan yang jelas, keputusan pemilihan MRP system cenderung bersifat reaktif dan tidak berbasis strategi.

Terjemahkan pain point menjadi rencana transformasi

Setelah pain point dipahami dengan jelas, langkah berikutnya adalah menyusun rencana transformasi. Rencana ini mencakup perumusan solusi untuk setiap pain point, penentuan prioritas berdasarkan dampak dan upaya (impact versus effort), serta definisi indikator keberhasilan.

Metrik yang jelas harus ditetapkan, lengkap dengan penanggung jawabnya. Tanpa rencana ini, pemilihan MRP system akan bersifat taktis dan berisiko kehilangan arah strategis.

Nilai MRP software berdasarkan kesesuaian, bukan fitur 

MRP software sebaiknya dinilai berdasarkan sejauh mana ia mendukung rencana transformasi, bukan sekadar jumlah fitur yang ditawarkan. Kriteria penilaian perlu mencakup skalabilitas, kemampuan integrasi, kemudahan implementasi, total biaya kepemilikan, serta kesesuaian dengan proses bisnis. Kerangka evaluasi yang konsisten membantu organisasi menyaring solusi yang terlihat menarik di atas kertas namun tidak efektif dalam praktik.

Pilih vendor yang mengerti kebutuhan bisnis Anda

Memilih vendor yang tepat sama pentingnya dengan memilih software yang tepat. Prioritaskan vendor yang memahami kebutuhan bisnis Anda dan mampu menjelaskan bagaimana solusi mereka mendukung tujuan perusahaan, bukan sekadar menjual produk. Vendor yang tepat akan berperan sebagai mitra jangka panjang, dengan keterlibatan pimpinan untuk memastikan keselarasan dan akuntabilitas.

Kesimpulan

Memilih MRP software yang tepat bukanlah tentang mencari produk “terbaik” di pasar, melainkan memilih tool yang paling sesuai dengan tujuan yang jelas. Ketika tujuan ditetapkan dengan baik, pain point dipahami secara menyeluruh, dan rencana transformasi disusun secara terstruktur, MRP software dapat menjadi enabler perubahan yang efektif. Dengan keterlibatan pimpinan dan kemitraan vendor yang tepat, pemilihan MRP software dapat menjadi keunggulan strategis, bukan sumber masalah baru.

Jika transformasi digital adalah prioritas Anda, Anda bisa ambil langkah pertama untuk diskusi tanpa komitmen dengan kami.
Impact adalah perusahaan teknologi dan management consulting yang berfokus ke transformasi digital menyeluruh. Impact telah membantu ribuan perusahaan melalui konsultasi transformasi digital.

Author

Dave A.

Dave is an ex-PwC with 20+ years of experience in digital transformation, corporate finance, and venture capital in Indonesia and Singapore. He focused on growth through digital transformation, specializing in laser-focused digital marketing and operational excellence through software and data. 

FAQ

Apa itu MRP?
> MRP software (Material Requirements Planning) adalah software perencanaan kebutuhan material yang membantu perusahaan manufaktur merencanakan bahan baku, menjadwalkan produksi, dan mengoptimalkan stok agar tidak berlebihan atau kekurangan.

Apa bedanya ERP dan MRP?
> ERP mencakup seluruh proses bisnis perusahaan (produksi, keuangan, SDM, penjualan, dll.), sedangkan MRP fokus pada perencanaan dan pengendalian kebutuhan material untuk produksi.

4 langkah dasar MRP?
> Empat langkah dasar MRP adalah:

  1. Menentukan permintaan – menghitung kebutuhan produk jadi berdasarkan forecast atau pesanan.
  2. Memeriksa stok – mengecek persediaan bahan baku, komponen, dan work-in-progress.
  3. Menjadwalkan pemesanan – menentukan kapan dan berapa banyak bahan yang harus dipesan atau diproduksi.
  4. Mengeluarkan rencana produksi & pembelian – membuat jadwal produksi dan order pembelian sesuai kebutuhan dan lead time.

Apa singkatan MRP?
> MRP adalah singkatan dari Material Requirements Planning

Tim Insights Impact

Tim Insights Impact terdiri dari beragam individu profesional yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam berbagai aspek bisnis. Bersama-sama, kami berkomitmen untuk memberikan wawasan mendalam dan pemahaman yang berharga tentang berbagai topik terkait strategi bisnis dan tren industri yang relevan.

Blog