Panduan SOP Pengeluaran Barang dari Gudang
Pengeluaran barang dari gudang adalah proses penting untuk memastikan barang yang tersimpan siap digunakan atau…
David
Januari 2, 2026Menemukan supply chain management software yang cocok untuk perusahaan Anda tidak mudah, terutama karena kebutuhan setiap perusahaan berbeda-beda. Selain itu, software supply chain management sangat berkaitan erat dengan penjualan, pembelian, dan produksi, sehingga menemukan SCM software yang akurat sering kali memerlukan integrasi dengan inventory, purchase, manufaktur, dan accounting.
Untuk menyusun perbandingan aplikasi supply chain management terbaik ini, kami mengumpulkan data dari berbagai sumber terpercaya, termasuk situs ulasan independen, uji coba langsung (jika memungkinkan), serta wawancara dan survei dengan perusahaan yang telah menggunakan aplikasi SCM tersebut. Penilaian dilakukan menggunakan kriteria berikut:
Anda bisa menggunakan informasi di sini untuk menyaring aplikasi SCM apa saja yang Anda bisa pertimbangkan, namun Anda tetap perlu berdiskusi lebih dalam mengenai kebutuhan perusahaan Anda dan apakah vendor Anda bisa memenuhi kebutuhan tersebut dengan harga yang masuk akal.
Supply Chain Management (SCM) Software adalah perangkat lunak yang membantu perusahaan mengelola, memantau, dan mengoptimalkan seluruh rantai pasok mereka — mulai dari pengadaan bahan baku, produksi, inventori, distribusi, hingga pengiriman ke pelanggan.
Tujuan utamanya adalah membuat aliran barang, informasi, dan uang lebih efisien dengan mengurangi biaya, meningkatkan akurasi stok, mempercepat pengiriman, dan memastikan kepuasan pelanggan.
Dengan SCM software, perusahaan bisa mengintegrasikan berbagai fungsi operasional dan membuat keputusan berbasis data, sehingga rantai pasok lebih cepat, akurat, dan responsif terhadap perubahan pasar.
Manfaat supply chain management software adalah:
Fitur-fitur utama supply chain management software adalah:
Berikut adalah 10 supply chain management software terbaik di Indonesia di tahun 2026. Urutan penyajian tidak mencerminkan peringkat. Setiap software memiliki keunggulan dan kecocokan masing-masing tergantung kebutuhan bisnis.

Kelebihan Impact:
Kekurangan Impact:
Impact adalah perusahaan teknologi dan management consulting yang berfokus kepada transformasi digital menyeluruh. Impact telah membantu ribuan perusahaan dalam meningkatkan produktifitas dan otomasi berbagai proses bisnis melalui supply chain management software dan digital transformation consulting.

SAP S/4HANA SCM adalah solusi SCM komprehensif untuk operasi global. Menyediakan perencanaan, eksekusi, dan analitik canggih untuk manufaktur, logistik, dan distribusi, terintegrasi dengan keuangan dan sistem operasional — cocok untuk lingkungan multinasional yang kompleks.
3 Kelebihan
• Perencanaan dan eksekusi rantai pasok global yang lengkap
• Insight real-time di seluruh operasi
• Integrasi kuat dengan ekosistem SAP
2 Kekurangan
• Biaya total sangat tinggi
• Implementasi dan manajemen perubahan kompleksHarga: ~$291–$408+ per user/bulan
Cocok untuk: Perusahaan besar / multinasional

Cin7 adalah platform cloud untuk manajemen inventori dan pesanan yang dibangun untuk distributor dan retailer multichannel. Mengcentralisasi stok, pesanan, dan integrasi di berbagai kanal online dan offline sehingga bisnis dapat menyelaraskan inventori dengan permintaan dan pemenuhan secara efisien.
3 Kelebihan
• Sinkronisasi pesanan dan inventori multichannel yang kuat
• Rencana skalabilitas dari SMB hingga operasi lebih besar
• Integrasi dengan platform e-commerce & akuntansi
2 Kekurangan
• Biaya bisa meningkat signifikan sesuai jumlah pengguna/pesanan
• Kurang cocok untuk operasi stok yang sangat sederhana
Harga: Mulai ~$349/bulan
Cocok untuk: Distributor & penjual multichannel

SAP Business One adalah ERP dengan fitur SCM terintegrasi untuk perusahaan menengah. Mendukung fungsi SCM inti sambil menghubungkannya dengan keuangan dan operasi, memberikan fondasi yang solid tanpa biaya atau skala S/4HANA.
3 Kelebihan
• ERP terpercaya dengan fitur SCM
• Jaringan dukungan & partner yang kuat
• Mendukung peramalan & pengadaan yang terstruktur
2 Kekurangan
• Kurang canggih dibandingkan SCM enterprise
• Implementasi masih memerlukan keahlian
Harga: >USD 1,000/user (tergantung modul)
Cocok untuk: Perusahaan menengah

Dynamics 365 SCM menambahkan kapabilitas rantai pasok ke suite ERP Microsoft. Sangat baik digunakan bersama Azure, Office, dan Power BI untuk mendigitalkan dan mengotomatisasi inventori, pengadaan, dan manajemen gudang.
3 Kelebihan
• Integrasi dalam ekosistem Microsoft
• Cloud fleksibel & fitur AI
• Skalabel dari menengah hingga enterprise
2 Kekurangan
• Lisensi dan konfigurasi kompleks
• Memerlukan tenaga implementasi terlatih
Harga: ~$70–$180+/user/bulan
Cocok untuk: Perusahaan dalam ekosistem Microsoft

Anchanto OMS fokus pada orkestrasi rantai pasok eCommerce: memusatkan proses pesanan, alokasi inventori, dan pemenuhan multichannel untuk mengurangi kesalahan dan meningkatkan kinerja pengiriman di marketplace online.
3 Kelebihan
• Manajemen pesanan & inventori multichannel terpusat
• Dukungan integrasi marketplace yang kuat
• Mempermudah proses pemenuhan
2 Kekurangan
• Harga tidak tercantum publik, perlu kuotasi
• Kompleksitas kuotasi sesuai kebutuhan
Harga: Kuotasi / harga kustom
Cocok untuk: Penjual eCommerce & marketplace

Odoo Community adalah versi open-source dari Odoo ERP, menyediakan modul SCM seperti inventori, pengadaan, dan gudang. Sangat fleksibel dan cocok bagi perusahaan yang butuh kontrol dan penyesuaian proses bisnis.
3 Kelebihan
• Open-source, sangat fleksibel
• Software gratis
• Komunitas & ekosistem modular kuat
2 Kekurangan
• Membutuhkan kemampuan teknis untuk implementasi
• Tidak turnkey / siap pakai langsung
Harga: Gratis software, biaya hosting/implementasi terpisah
Cocok untuk: Perusahaan yang butuh workflow khusus

Odoo Enterprise menambahkan dukungan resmi, hosting, dan modul lebih lengkap di atas Odoo Community. Memberikan platform ERP+SCM yang luas dan siap pakai untuk perusahaan kecil.
3 Kelebihan
• ERP & SCM all-in-one
• Dukungan & update resmi
• Skalabel sesuai pertumbuhan bisnis
2 Kekurangan
• Biaya berlangganan
• Masih perlu konfigurasi
Harga: ~$24–$76+/user/bulan
Cocok untuk: Perusahaan kecil & berkembang

NetSuite SCM adalah bagian dari cloud ERP yang menawarkan inventori, pesanan, dan alat rantai pasok dengan optimasi cloud. Dirancang untuk perusahaan menengah dan besar yang membutuhkan platform cloud-native.
3 Kelebihan
• Cloud-native, integrasi SCM+ERP lengkap
• Skalabel sesuai kebutuhan bisnis
• Model langganan yang terprediksi
2 Kekurangan
• Mahal untuk perusahaan kecil
• Membutuhkan konfigurasi & partner support
Harga: $1,000–$10,000+/bulan implementasi & lisensi
Cocok untuk: Perusahaan menengah–besar fokus cloud

Zoho Inventory memberikan SCM ringan dengan pelacakan inventori, manajemen pesanan multichannel, dan fitur gudang dasar. Cocok untuk bisnis kecil yang butuh solusi sederhana dan terjangkau.
3 Kelebihan
• Harga sangat terjangkau
• Mudah digunakan
• Integrasi dengan aplikasi Zoho lain
2 Kekurangan
• Fitur SCM terbatas
• Batasan pesanan di paket lebih rendah
Harga: Mulai ~$29/bulan (bila tahunan)
Cocok untuk: Bisnis kecil & startup
Menurut hasil survey The Standish Group, hanya 16.2% proyek implementasi software akan berhasil on-time dan on-budget, 52.7% akan tidak sesuai dengan rencana di awal (terlambat, over-budget, atau fitur dibawah ekspektasi), dan 31.1% akhirnya dibatalkan.
Memilih software seharusnya tidak diperlakukan sebagai keputusan pembelian yang berdiri sendiri karena software pada dasarnya hanyalah alat untuk membantu organisasi mencapai tujuan bisnisnya.
Banyak perusahaan melakukan kesalahan dengan langsung membandingkan fitur atau vendor sebelum mendefinisikan dengan jelas apa yang ingin dicapai.
Pendekatan ini sering berujung pada ketidaksesuaian, rendahnya tingkat adopsi pengguna, dan hasil yang tidak optimal.
Organisasi yang sukses mengambil pendekatan yang terstruktur dan berbasis tujuan, sehingga pemilihan software selaras dengan kebutuhan bisnis nyata.
Praktik terbaik berikut menjelaskan bagaimana memilih software yang tepat untuk mendukung transformasi yang berkelanjutan.
Sebelum mengevaluasi aplikasi supply chain management, organisasi harus menetapkan tujuan yang jelas dan terukur. Langkah ini dimulai dengan mengidentifikasi pain point bisnis di seluruh tim dan fungsi, bukan hanya di area IT.
Assessment perusahaan yang terstruktur membantu mengungkap inefisiensi, risiko, dan celah operasional yang diharapkan dapat diselesaikan oleh aplikasi supply chain management. Tanpa tujuan yang jelas, keputusan pemilihan aplikasi supply chain management cenderung bersifat reaktif dan tidak berbasis strategi.
Setelah pain point dipahami dengan jelas, langkah berikutnya adalah menyusun rencana transformasi. Rencana ini mencakup perumusan solusi untuk setiap pain point, penentuan prioritas berdasarkan dampak dan upaya (impact versus effort), serta definisi indikator keberhasilan.
Metrik yang jelas harus ditetapkan, lengkap dengan penanggung jawabnya. Tanpa rencana ini, pemilihan supply chain software akan bersifat taktis dan berisiko kehilangan arah strategis.
Supply chain software sebaiknya dinilai berdasarkan sejauh mana ia mendukung rencana transformasi, bukan sekadar jumlah fitur yang ditawarkan. Kriteria penilaian perlu mencakup skalabilitas, kemampuan integrasi, kemudahan implementasi, total biaya kepemilikan, serta kesesuaian dengan proses bisnis.
Kerangka evaluasi yang konsisten membantu organisasi menyaring solusi yang terlihat menarik di atas kertas namun tidak efektif dalam praktik.
Memilih vendor yang tepat sama pentingnya dengan memilih software yang tepat. Prioritaskan vendor yang memahami kebutuhan bisnis Anda dan mampu menjelaskan bagaimana solusi mereka mendukung tujuan perusahaan, bukan sekadar menjual produk.
Vendor yang tepat akan berperan sebagai mitra jangka panjang, dengan keterlibatan pimpinan untuk memastikan keselarasan dan akuntabilitas.
Memilih supply chain software yang tepat bukanlah tentang mencari produk “terbaik” di pasar, melainkan memilih tool yang paling sesuai dengan tujuan yang jelas. Ketika tujuan ditetapkan dengan baik, pain point dipahami secara menyeluruh, dan rencana transformasi disusun secara terstruktur, supply chain software dapat menjadi enabler perubahan yang efektif. Dengan keterlibatan pimpinan dan kemitraan vendor yang tepat, pemilihan supply chain software dapat menjadi keunggulan strategis, bukan sumber masalah baru.
Jika transformasi digital adalah prioritas Anda, Anda bisa ambil langkah pertama untuk diskusi tanpa komitmen dengan kami. Impact adalah perusahaan teknologi dan management consulting yang berfokus ke transformasi digital menyeluruh. Impact telah membantu ribuan perusahaan melalui konsultasi transformasi digital.
David A.
David is an ex-PwC with 20+ years of experience in digital transformation, corporate finance, and venture capital in Indonesia and Singapore. He focused on growth through digital transformation, specializing in laser-focused digital marketing and operational excellence through software and data.
Tim Insights Impact
Tim Insights Impact terdiri dari beragam individu profesional yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam berbagai aspek bisnis. Bersama-sama, kami berkomitmen untuk memberikan wawasan mendalam dan pemahaman yang berharga tentang berbagai topik terkait strategi bisnis dan tren industri yang relevan.
Tanyakan tentang transformasi digital, produk kami, harga, implementasi, atau apa pun.
Kami senang bisa menjadi bagian dari perjalanan transformasi digital Anda sejak hari pertama.