Bosan di tempat kerja? Ini adalah hal yang biasa terjadi. Kebosanan adalah saat kita ingin terlibat dalam aktivitas yang memuaskan, tetapi entah bagaimana kita merasa sulit melakukannya. Tapi menjadi sibuk bukan solusi: Anda mungkin bisa sibuk tetapi tetap merasa bosan.

Sejak kecil, kita belajar bahwa kebosanan tidak menyenangkan. Seiring bertambahnya usia, kita mulai melihatnya sebagai pemborosan waktu atau kesempatan untuk melakukan hal lebih produktif atau menarik. Kebosanan bisa menyebabkan perasaan tidak berarti, dan saat merasa bosan yang tidak nyaman, waktu terasa berjalan sangat lambat, sehingga hari kerja terasa tak berujung.

Kebosanan seringkali membuat kita ingin melarikan diri dengan menggunakan smartphone untuk mencari hiburan. Namun, penelitian menunjukkan bahwa ketergantungan pada smartphone hanya memberikan manfaat sementara dengan menggantikan ketidaknyamanan kebosanan dengan perasaan senang. Penggunaan smartphone yang berlebihan dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan kualitas hidup dalam jangka panjang.

Jadi, lain kali Anda merasa bosan di tempat kerja, coba berhenti sejenak sebelum mengambil telepon. Sadari bahwa kebosanan sebenarnya bisa memiliki manfaat penting, dan Anda akan merasa berbeda jika memahami perasaan tersebut dan alasan di baliknya.

Pro dan kontra rasa bosan di tempat kerja

Kebosanan sering kali dianggap buruk di tempat kerja karena berbagai alasan. Hal ini dianggap sebagai suatu kondisi yang tidak produktif dan bisa menyebabkan ketidaknyamanan, perasaan putus asa, atau bahkan keinginan untuk cepat berakhirnya hari kerja. 

Kebosanan di tempat kerja juga dapat berdampak negatif, seperti membuat kita mengambil keputusan yang berisiko, membuat kesalahan yang mahal, dan menyebabkan kecelakaan karena kurang konsentrasi – dan juga bisa menyebabkan kelelahan karena merasa bosan. 

Kebosanan bisa menyebabkan perilaku tidak produktif seperti “cyberloafing” (menghabiskan waktu di internet tanpa kaitan dengan pekerjaan) dan respon emosional yang kurang matang. Terlalu lama terpapar pada aktivitas yang monoton juga bisa menyebabkan halusinasi. 

Studi terbaru menunjukkan bahwa kebosanan di tempat kerja dapat berdampak negatif pada kesejahteraan, seperti meningkatkan rasa lelah, menurunkan tingkat kepuasan kerja, dan meningkatkan keinginan untuk berhenti dari pekerjaan.

Namun, penelitian juga menunjukkan bahwa kebosanan, jika dihadapi secara konstruktif, memiliki manfaat yang berarti. Saat-saat kebosanan dapat memberikan waktu istirahat bagi otak dan tubuh kita dalam dunia yang sering kali penuh distraksi dan stimulasi berlebihan. 

Kebosanan dapat memicu imajinasi dan kreativitas, menghasilkan ide-ide baru dan inovasi. Kondisi bosan yang berkelanjutan juga dapat menjadi waktu untuk merenung dan mencari makna serta tujuan dalam pekerjaan kita.

Baca juga: 5 Strategi Ampuh Mengatasi Stres Akibat Pekerjaan

Gunakan kebosanan Anda untuk hal yang lebih positif

Kami sarankan agar Anda tidak mencari pekerjaan di mana sebagian besar waktunya akan terasa membosankan. Tetapi, belajarlah bagaimana menghadapi rasa bosan itu dengan lebih baik, dan gunakan waktu tersebut untuk hal yang positif. Ini bisa membantu Anda melihat sisi positifnya. Berikut adalah caranya:

1. Memperhatikan

Ketika Anda merasa tidak nyaman karena bosan, sebaiknya jangan langsung bertindak. Ketika Anda menyadari bahwa Anda sedang merasa bosan, itu artinya Anda telah berhasil menahan keinginan untuk terlibat tanpa berpikir terlebih dahulu. 

Mengenali dan memberi nama pada kebosanan Anda dapat membantu Anda dengan sengaja mengarahkannya. Ini membuka peluang untuk mengembangkan ketahanan Anda dan potensi untuk menggunakan rasa bosan secara positif. 

Pada saat-saat seperti ini, penting untuk tidak membuat keputusan tergesa-gesa, misalnya meninggalkan pekerjaan Anda, sebagai cara untuk melarikan diri dari perasaan tidak nyaman.

2. Menguraikan

Tidak semua pengalaman kebosanan itu sama. Penelitian menunjukkan bahwa ada berbagai jenis kebosanan yang berbeda cara manifestasinya dalam tubuh dan pikiran kita. Hal ini bisa memengaruhi perilaku kita dengan cara yang berbeda pula. 

Mengidentifikasi jenis kebosanan yang kita rasakan sejak awal bisa membantu kita membuat rencana untuk menghadapinya atau bahkan mencegahnya agar tidak mengganggu keputusan-keputusan yang harus kita buat.

Cobalah bertanya pada diri sendiri mengapa Anda merasa bosan. Mungkin Anda hanya butuh istirahat sejenak karena terlalu lama bekerja tanpa henti dan merasa lelah. Atau mungkin tugas-tugas yang Anda lakukan menjadi sangat monoton sehingga Anda kehilangan semangat dan energi.

Lebih spesifik lagi, coba pikirkan apa yang membuat Anda merasa bosan. Apakah itu karena peran yang Anda jalani, isi atau bentuk pekerjaan yang Anda lakukan, atau mungkin karena Anda merasa tidak antusias terhadap prospek masa depan pekerjaan Anda? 

Dengan mengidentifikasi pola di balik jenis pekerjaan tertentu yang membuat Anda merasa tidak nyaman ini, Anda bisa melihat apakah ada peluang untuk merenungkan kembali tujuan dan nilai-nilai Anda. Hal ini juga bisa membantu Anda mengevaluasi apakah Anda sedang membuat kemajuan atau merasa seperti berada dalam situasi buntu.

Ada lima jenis kebosanan yang didasarkan pada penelitian yang sebaiknya Anda pertimbangkan saat mencoba memahami jenis kebosanan Anda dan bagaimana menghadapinya:

1. Kebosanan yang “cuek”

Ini adalah salah satu jenis kebosanan yang lebih positif. Kebosanan Ini bisa terasa seperti perasaan rileks atau lelah dengan suasana hati yang baik, dan mencerminkan ketidakpedulian umum terhadap dunia luar (dan ingin menjauh darinya). Jenis kebosanan ini bisa membantu kita merasa lebih segar dan pulih, terutama saat kita punya banyak aktivitas.

2. Kebosanan yang mengkalibrasi

Jenis yang ini sedikit kurang menyenangkan dan sering terjadi. Ini terjadi saat Anda tidak benar-benar fokus pada tugas atau kegiatan yang sedang dilakukan, dan pikiranmu jadi jalan-jalan sendiri. Hal ini bisa membuatmu merasa bingung atau tidak tahu apa yang sebaiknya dilakukan untuk merubah situasi, tetapi kamu ingin keluar dari keadaan tersebut.

3. Kebosanan yang mencari

Tipe ini mencerminkan perasaan gelisah dan usaha aktif mencari tindakan dan hal-hal lain yang bisa mengurangi pengalaman negatif (contohnya, melalui kegiatan lain, hobi, minat, dan kesenangan). Meskipun tidak menyenangkan, jenis kebosanan ini memicu aktivitas dan usaha untuk melakukan perubahan dan sering kali memiliki hasil positif, seperti kreativitas, inovasi, dan pertumbuhan pribadi.

4. Kebosanan reaktif

Kebosanan reaktif terjadi saat kita harus melakukan tugas yang berulang atau membosankan, seperti dalam rapat yang panjang dan tidak efektif tanpa peluang untuk keluar. Jenis kebosanan ini berkaitan dengan tindakan dan sangat tidak menyenangkan. 

Kebosanan ini bisa membuat kita gelisah dan frustasi, sehingga kita bisa menunjukkan kemarahan atau sikap agresif kepada orang lain atau terhadap situasi yang membosankan. Mereka yang mengalami kebosanan reaktif mungkin mulai membayangkan alternatif lain dan merasa cemas untuk segera mengubah situasi atau pergi dari situ.

5. Kebosanan apatis

Kebosanan apatis adalah saat kita merasa bosan dan tidak tertarik pada hal-hal yang biasanya membuat kita senang atau termotivasi. Saat mengalami kebosanan apatis, kita mungkin kehilangan semangat dan tidak memiliki minat untuk melakukan aktivitas yang biasanya menarik. Ini tidak selalu membuat kita merasa kesal atau cemas, tapi lebih kepada perasaan kesepian dan acuh tak acuh.

Biasanya ini terjadi karena tekanan yang berkepanjangan, perasaan sedih yang mendalam, atau masalah mental lainnya. Keadaan ini bisa membuat kita merasa putus asa dan tanpa daya. Orang yang mengalami kebosanan apatis seringkali merasa hidup tanpa arah jelas atau kesenangan yang sebenarnya.

Baca juga: 20 Pertanyaan untuk Ditanyakan Ketika Tim Anda Stagnan

3. Putuskan apa yang harus dilakukan

Berdasarkan jenis kebosanan dan apa yang diceritakannya tentang diri Anda atau situasi Anda, putuskan apa yang harus dilakukan. Mungkin kebosanan Anda hanya membuat Anda rileks dan melepas lelah setelah periode intensitas di tempat kerja. Atau mungkin itu memberi tahu Anda sesuatu tentang peran Anda sendiri.

Semua peran memiliki elemen tertentu yang monoton, membuat frustrasi, atau sekadar membosankan, dan terkadang tugas ini harus diselesaikan untuk mendapatkan “barang bagus”. 

Jika terus merasa bosan, gunakan kebosanan sebagai pemicu perubahan. Terlibatlah dalam pekerjaan yang menonjolkan aspek peran yang Anda sukai. Anda bisa mengubah jenis, variasi, kerumitan, atau signifikansi tugas. 

Hindari kebosanan dengan mencari ide baru, berimajinasi, dan memperjuangkan gagasan di tempat kerja, untuk meningkatkan keterampilan dan potensi kepemimpinan. Merefleksikan dan merenung masa lalu juga bisa membantu meredakan perasaan tidak berarti saat bosan.

4. Ciptakan kebosanan yang bermakna

Waktu-waktu ketika Anda merasa bosan sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk merasa lebih segar dari hiruk-pikuk dunia yang serba cepat dan selalu terkoneksi. Ini juga memberi peluang untuk hanya menikmati momen saat ini. 

Daripada dianggap sebagai sesuatu yang mengganggu, Anda bisa merubah kebosanan menjadi waktu yang positif. Misalnya, cobalah untuk mengambil waktu sejenak untuk bernapas dengan tenang, lakukan aktivitas sederhana yang Anda nikmati, atau biarkan perasaan tidak nyaman tersebut perlahan-lahan hilang dengan penuh kesadaran.

Tak hanya itu, kebosanan kadang-kadang bisa memunculkan ide-ide kreatif. Anda bahkan bisa menganggapnya sebagai waktu yang tidak terstruktur dalam rutinitas kerja Anda. Cobalah menyisihkan waktu sejenak sebelum Anda harus berinovasi atau mencari ide-ide baru. Dengan begitu, Anda bisa menjadi lebih baik dalam apa yang Anda lakukan.

Kesimpulan

Walaupun kebosanan mungkin menimbulkan perasaan yang kurang menyenangkan, hal tersebut juga dapat dijadikan kesempatan untuk merenung tentang minat, nilai, dan tujuan yang Anda miliki. 

Dengan mengenali jenis kebosanan yang tengah Anda alami serta mengidentifikasi akar penyebabnya, Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk menghadapinya dan menemukan cara-cara baru untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar Anda. 

Mengatasi kebosanan juga mampu membantu Anda memperkuat kreativitas, ketahanan, dan kemampuan beradaptasi dalam menghadapi situasi-situasi baru. Oleh karena itu, daripada berusaha menghindari atau mengabaikan perasaan kebosanan, sebaiknya pertimbangkanlah untuk menganggapnya sebagai sebuah alat berharga dalam proses pertumbuhan pribadi serta menciptakan gaya hidup yang lebih memuaskan.

Tim Insights Impact

Tim Insights Impact terdiri dari beragam individu profesional yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam berbagai aspek bisnis. Bersama-sama, kami berkomitmen untuk memberikan wawasan mendalam dan pemahaman yang berharga tentang berbagai topik terkait strategi bisnis dan tren industri yang relevan.

Blog
WhatsApp Us