10 software MRP terbaik di Indonesia 2026 | Perbandingan
Industri manufaktur di Indonesia semakin menuntut efisiensi di tengah persaingan yang semakin ketat. Namun, banyak…
David
Januari 23, 2026Menemukan software manajemen proyek yang cocok untuk perusahaan Anda tidak mudah, terutama karena kebutuhan setiap perusahaan berbeda-beda. Selain itu, software project management yang baik (terutama untuk perusahaan medium-enterprise) seharusnya sudah memiliki fitur-fitur tertentu seperti software project planning, budgeting, timesheet, dan lain-lain yang jarang ada di aplikasi project management pada umumnya.
Untuk menyusun perbandingan software manajemen proyek terbaik ini, kami mengumpulkan data dari berbagai sumber terpercaya, termasuk situs ulasan independen, uji coba langsung (jika memungkinkan), serta wawancara dan survei dengan perusahaan yang telah menggunakan software project management tersebut. Penilaian dilakukan menggunakan kriteria berikut:
Fitur: Kesiapan fitur yang relevan untuk praktik bisnis di Indonesia tanpa ketergantungan pada kustomisasi berat
Harga: Kesesuaian antara biaya dan value yang benar-benar digunakan oleh perusahaan Indonesia
Skalabilitas: Kemampuan sistem untuk berkembang seiring pertumbuhan pengguna dan kompleksitas bisnis
User experience: Antarmuka yang sederhana dan mudah diadopsi oleh pengguna non-teknis
Anda bisa menggunakan informasi di sini untuk menyaring aplikasi project management apa saja yang Anda bisa pertimbangkan, namun Anda tetap perlu berdiskusi lebih dalam mengenai kebutuhan perusahaan Anda dan apakah vendor Anda bisa memenuhi kebutuhan tersebut dengan harga yang masuk akal.
Software manajemen proyek adalah aplikasi yang digunakan untuk merencanakan, mengatur, menjalankan, memantau, dan mengevaluasi proyek agar selesai tepat waktu, sesuai anggaran, dan sesuai target. Software ini membantu mengelola tugas, jadwal, sumber daya, biaya, serta kolaborasi tim dalam satu sistem terpusat.
Manfaat software manajemen proyek:
Fitur-fitur utama software manajemen proyek adalah:
Berikut adalah 10 software manajemen proyek terbaik di Indonesia di tahun 2026. Urutan penyajian tidak mencerminkan peringkat. Setiap software memiliki keunggulan dan kecocokan masing-masing tergantung kebutuhan bisnis.

Kelebihan Impact:
Kekurangan Impact:
Impact adalah perusahaan teknologi dan management consulting yang berfokus kepada transformasi digital menyeluruh. Impact telah membantu ribuan perusahaan dalam meningkatkan produktifitas dan otomasi berbagai proses bisnis melalui software manajemen proyek dan digital transformation consulting.

Planview adalah platform perencanaan dan portofolio proyek kelas enterprise yang membantu organisasi besar mengelola portofolio proyek, sumber daya, dan strategi bisnis secara terintegrasi. Sistem ini memberi visibilitas menyeluruh dari perencanaan hingga pelaksanaan, serta membantu menyelaraskan proyek dengan tujuan perusahaan.
3 Kelebihan
•Sangat kuat untuk portofolio besar dan kompleks
•Fitur resource dan financial planning tingkat lanjut
•Visibilitas strategi bisnis & proyek secara real-time
2 Kekurangan
•Biaya implementasi dan lisensi tinggi
•Memerlukan waktu dan pelatihan untuk adaptasi
Harga: Enterprise pricing (custom)
Cocok untuk: Perusahaan besar dengan banyak proyek dan kebutuhan perencanaan strategis

Celoxis adalah software perencanaan dan manajemen proyek yang canggih dengan kemampuan kecerdasan buatan untuk prediksi risiko, penjadwalan otomatis, dan pemantauan kinerja proyek. Platform ini cocok untuk tim yang ingin memanfaatkan data dan AI untuk membuat rencana yang lebih akurat dan responsif.
3 Kelebihan
•AI-driven insights untuk prediksi dan rekomendasi
•Fitur perencanaan dan pelacakan yang kuat
•Integrasi timesheets, resourcing, dan reporting
2 Kekurangan
•Fitur AI bisa memerlukan waktu untuk dipahami
•Kurva belajar awal agak curam
Harga: Mulai ~$25–$45+/user/bulan
Cocok untuk: Perusahaan menengah hingga besar yang ingin perencanaan berbasis data & AI

ServiceNow PPM membantu organisasi merencanakan, mengatur, dan mengawasi proyek dan layanan dalam satu platform, dengan fokus kuat pada workflow otomatis yang terintegrasi ke sistem IT dan layanan pelanggan.
3 Kelebihan
•Workflow otomatis tingkat lanjut
•Integrasi kuat dengan layanan IT dan service desk
•Visibilitas proyek & layanan dalam satu dashboard
2 Kekurangan
•Harga lisensi cukup tinggi
•Lebih optimal untuk organisasi besar
Harga: Enterprise subscription (custom)
Cocok untuk: Perusahaan besar dengan fokus pada layanan & ITSM

Monday adalah aplikasi manajemen proyek visual yang memudahkan tim kecil hingga menengah untuk merencanakan tugas, berkolaborasi, dan melacak progress melalui drag-and-drop boards dan automations yang intuitif.
3 Kelebihan
•Antarmuka visual intuitif
•Automations & integrasi ready-to-use
•Cocok untuk non-teknis
2 Kekurangan
•Fitur enterprise terbatas
•Dapat menjadi mahal jika banyak fitur add-on
Harga: Mulai ~$8–$16+/user/bulan
Cocok untuk: Tim kecil hingga menengah yang butuh simplicity & visual task management

Microsoft Project adalah alat manajemen proyek profesional yang terkenal dengan fitur perencanaan detail seperti Gantt chart, resource leveling, dan timescale planning. Terintegrasi erat dengan Microsoft 365, membuatnya ideal bagi organisasi yang sudah berada dalam ekosistem Microsoft.
3 Kelebihan
•Fitur perencanaan dan penjadwalan canggih
•Integrasi dengan Microsoft 365 & Teams
•Cocok untuk PMO dan profesional proyek
2 Kekurangan
•Kompleks untuk pengguna baru
•Harga per user relatif tinggi
Harga: Mulai ~$10–$30+/user/bulan (tergantung plan)
Cocok untuk: Tim proyek profesional & organisasi dalam Microsoft ecosystem

ClickUp adalah platform all-in-one yang menyatukan tugas, dokumen, goals, timeline, dan workflows dalam satu tempat. Fleksibilitasnya tinggi untuk berbagai jenis proyek dan gaya kerja.
3 Kelebihan
•All-in-one workspace (tasks, docs, goals, chat)
•Kustomisasi view (list, board, timeline, calendar)
•Integrasi dengan banyak aplikasi lain
2 Kekurangan
•Banyak fitur bisa membingungkan pengguna awal
•Pengaturan awal memerlukan waktu
Harga: Mulai ~$5–$12+/user/bulan
Cocok untuk: Tim yang butuh fleksibilitas dan konfigurable workspace

Zoho Projects adalah alat manajemen proyek yang ringkas dan terintegrasi dalam ekosistem Zoho (CRM, Books, Desk). Cocok untuk tim kecil yang sudah menggunakan aplikasi Zoho.
3 Kelebihan
•Harga terjangkau
•Integrasi Zoho ecosystem
•Fitur dasar proyek lengkap
2 Kekurangan
•Fitur enterprise terbatas
•UI kurang modern dibanding kompetitor
Harga: Mulai ~$3–$6+/user/bulan
Cocok untuk: Tim kecil di Zoho ecosystem

Jira adalah platform manajemen proyek yang sangat populer di kalangan tim pengembang perangkat lunak, khususnya untuk metodologi Agile seperti Scrum dan Kanban. Dengan fitur backlog, sprint planning, dan board visual, Jira menjadi standar industri untuk dev teams.
3 Kelebihan
•Fitur Agile (Scrum/Kanban) sangat lengkap
•Integrasi dengan alat dev (CI/CD, repositori kode)
•Reporting & tracking isu mendalam
2 Kekurangan
•Kurva belajar awal bisa tajam
•Bisa terlalu kompleks untuk tim non-teknis
Harga: Mulai ~$7.75–$14+/user/bulan
Cocok untuk: Tim pengembang software & developer teams

Odoo Community menyediakan modul manajemen proyek open-source yang bisa disesuaikan sesuai kebutuhan proses bisnis. Cocok bagi perusahaan yang ingin solusi yang bisa dikembangkan sendiri tanpa biaya lisensi software.
3 Kelebihan
•Open-source dan sangat fleksibel
•Tanpa biaya lisensi software
•Integrasi dengan modul Odoo lainnya
2 Kekurangan
•Membutuhkan konfigurasi awal
•Fitur proyek lebih dasar dibanding versi Enterprise
Harga: Gratis software; biaya implementasi terpisah
Cocok untuk: Perusahaan kecil–menengah yang butuh custom workflows
Menurut hasil survey The Standish Group, hanya 16.2% proyek implementasi software akan berhasil on-time dan on-budget, 52.7% akan tidak sesuai dengan rencana di awal (terlambat, over-budget, atau fitur dibawah ekspektasi), dan 31.1% akhirnya dibatalkan.
Memilih software seharusnya tidak diperlakukan sebagai keputusan pembelian yang berdiri sendiri karena software pada dasarnya hanyalah alat untuk membantu organisasi mencapai tujuan bisnisnya.
Banyak perusahaan melakukan kesalahan dengan langsung membandingkan fitur atau vendor sebelum mendefinisikan dengan jelas apa yang ingin dicapai.
Pendekatan ini sering berujung pada ketidaksesuaian, rendahnya tingkat adopsi pengguna, dan hasil yang tidak optimal.
Organisasi yang sukses mengambil pendekatan yang terstruktur dan berbasis tujuan, sehingga pemilihan software selaras dengan kebutuhan bisnis nyata.
Praktik terbaik berikut menjelaskan bagaimana memilih software yang tepat untuk mendukung transformasi yang berkelanjutan.
Sebelum mengevaluasi software project planning, organisasi harus menetapkan tujuan yang jelas dan terukur. Langkah ini dimulai dengan mengidentifikasi pain point bisnis di seluruh tim dan fungsi, bukan hanya di area IT. Assessment perusahaan yang terstruktur membantu mengungkap inefisiensi, risiko, dan celah operasional yang diharapkan dapat diselesaikan oleh software project planning. Tanpa tujuan yang jelas, keputusan pemilihan software project planning cenderung bersifat reaktif dan tidak berbasis strategi.
Setelah pain point dipahami dengan jelas, langkah berikutnya adalah menyusun rencana transformasi. Rencana ini mencakup perumusan solusi untuk setiap pain point, penentuan prioritas berdasarkan dampak dan upaya (impact versus effort), serta definisi indikator keberhasilan. Metrik yang jelas harus ditetapkan, lengkap dengan penanggung jawabnya. Tanpa rencana ini, pemilihan assets management system akan bersifat taktis dan berisiko kehilangan arah strategis.
Aplikasi project management sebaiknya dinilai berdasarkan sejauh mana ia mendukung rencana transformasi, bukan sekadar jumlah fitur yang ditawarkan. Kriteria penilaian perlu mencakup skalabilitas, kemampuan integrasi, kemudahan implementasi, total biaya kepemilikan, serta kesesuaian dengan proses bisnis. Kerangka evaluasi yang konsisten membantu organisasi menyaring solusi yang terlihat menarik di atas kertas namun tidak efektif dalam praktik.
Memilih vendor yang tepat sama pentingnya dengan memilih software yang tepat. Prioritaskan vendor yang memahami kebutuhan bisnis Anda dan mampu menjelaskan bagaimana solusi mereka mendukung tujuan perusahaan, bukan sekadar menjual produk. Vendor yang tepat akan berperan sebagai mitra jangka panjang, dengan keterlibatan pimpinan untuk memastikan keselarasan dan akuntabilitas.
Memilih aplikasi project management yang tepat bukanlah tentang mencari produk “terbaik” di pasar, melainkan memilih tool yang paling sesuai dengan tujuan yang jelas. Ketika tujuan ditetapkan dengan baik, pain point dipahami secara menyeluruh, dan rencana transformasi disusun secara terstruktur, aplikasi project management dapat menjadi enabler perubahan yang efektif.
Dengan keterlibatan pimpinan dan kemitraan vendor yang tepat, pemilihan aplikasi project management dapat menjadi keunggulan strategis, bukan sumber masalah baru.
Jika transformasi digital adalah prioritas Anda, Anda bisa ambil langkah pertama untuk diskusi tanpa komitmen dengan kami. Impact adalah perusahaan teknologi dan konsultan manajemen yang telah membantu ratusan perusahaan dalam proses transformasi digital mereka.
Dave A.
Dave is an ex-PwC with 20+ years of experience in digital transformation, corporate finance, and venture capital in Indonesia and Singapore. He focused on growth through digital transformation, specializing in laser-focused digital marketing and operational excellence through software and data.
Tim Insights Impact
Tim Insights Impact terdiri dari beragam individu profesional yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam berbagai aspek bisnis. Bersama-sama, kami berkomitmen untuk memberikan wawasan mendalam dan pemahaman yang berharga tentang berbagai topik terkait strategi bisnis dan tren industri yang relevan.
Tanyakan tentang transformasi digital, produk kami, harga, implementasi, atau apa pun.
Kami senang bisa menjadi bagian dari perjalanan transformasi digital Anda sejak hari pertama.