10 software MRP terbaik di Indonesia 2026 | Perbandingan
Industri manufaktur di Indonesia semakin menuntut efisiensi di tengah persaingan yang semakin ketat. Namun, banyak…
David
Januari 23, 2026Menemukan software inventory management yang cocok untuk perusahaan Anda tidak mudah, terutama karena kebutuhan setiap perusahaan berbeda-beda. Selain itu, inventory management system sangat berkaitan erat dengan supply chain, sehingga menemukan inventory management system yang akurat sering kali memerlukan integrasi dengan purchasing, penjualan, dan akuntansi.
Untuk menyusun perbandingan software inventory management terbaik ini, kami mengumpulkan data dari berbagai sumber terpercaya, termasuk situs ulasan independen, uji coba langsung (jika memungkinkan), serta wawancara dan survei dengan perusahaan yang telah menggunakan inventory management software tersebut. Penilaian dilakukan menggunakan kriteria berikut:
Anda bisa menggunakan informasi di sini untuk menyaring aplikasi & software stok barang apa saja yang Anda bisa pertimbangkan, namun Anda tetap perlu berdiskusi lebih dalam mengenai kebutuhan perusahaan Anda dan apakah vendor Anda bisa memenuhi kebutuhan tersebut dengan harga yang masuk akal.
Software inventory management adalah aplikasi untuk mencatat, memantau, dan mengontrol stok barang secara real-time, mulai dari barang masuk, penyimpanan, hingga barang keluar, agar stok akurat dan operasional lebih efisien.
Jenis-jenis inventory management system:
Manfaat software inventory management adalah:
Fitur-fitur utama software inventory management adalah:
Berikut adalah 10 software inventory management terbaik di Indonesia di tahun 2026. Urutan penyajian tidak mencerminkan peringkat. Setiap software memiliki keunggulan dan kecocokan masing-masing tergantung kebutuhan bisnis.

Kelebihan Impact:
Kekurangan Impact:
Impact adalah perusahaan teknologi dan management consulting yang berfokus kepada transformasi digital menyeluruh. Impact telah membantu ribuan perusahaan dalam meningkatkan produktifitas dan otomasi berbagai proses bisnis melalui software inventory management dan digital transformation consulting.

SAP Business One adalah ERP yang mencakup inventory management secara terintegrasi dengan purchasing, produksi, dan keuangan. Cocok untuk manufaktur kecil yang butuh kendali atas bahan baku, barang dalam proses, hingga barang jadi, sambil tetap memiliki pelaporan akurat dan kontrol biaya. Harga bervariasi berdasarkan deployment dan jumlah user, namun umumnya lebih tinggi daripada solusi niche inventory saja.
Kelebihan
Kekurangan
Harga
Per user: ~US$112/user/month (cloud estimate) atau satu-kali lisensi ± Rp 50–80 juta/user (lokal estimate)
Cocok untuk
Manufaktur kecil–menengah yang menginginkan ERP lengkap

Microsoft Dynamics 365 menyediakan inventory management sebagai bagian dari modul ERP/SCM yang terintegrasi erat dengan Microsoft 365, Power BI, dan Power Platform. Ini memudahkan sinkronisasi data antara inventory, penjualan, dan keuangan, serta memungkinkan perusahaan memanfaatkan analitik dan alur kerja otomatis dalam ekosistem Microsoft.
Kelebihan
Kekurangan
Harga
~US$70–100 per user/month (ERP/SCM bundle estimate)
Cocok untuk
Perusahaan SMB yang sudah menggunakan Microsoft

Cin7 adalah solusi inventory system cloud-based yang kuat untuk enterprise, khususnya yang menjalankan operasi omnichannel. Ia menyinkronkan stok antar lokasi, marketplace, POS, dan sistem distributor. Penawaran fitur seperti multi-warehouse tracking, barcode scanning, serta forecasting membuatnya ideal bagi perusahaan besar dengan volume transaksi tinggi.
Kelebihan
Kekurangan
Harga
Starts at $349/month (Standard); $599/month (Pro); $999/month (Advanced)
Cocok untuk
Enterprise retail & distribusi

Oracle NetSuite adalah cloud-native inventory management + ERP yang mencakup keuangan, order, procurement, dan SCM dalam satu platform. Keunggulan utamanya adalah visibilitas real-time di seluruh entitas, konsolidasi multi-lokasi, serta automasi workflow, sehingga cocok untuk organisasi global atau yang tengah scale-up.
Kelebihan
Kekurangan
Harga
Starts ~$999/month base + per user fees
Cocok untuk
Perusahaan besar & multi-entity

Odoo Community adalah versi open-source dari Odoo yang menyediakan modul inventory penuh dan sangat fleksibel. Anda dapat menyesuaikan fitur sesuai alur bisnis, termasuk automasi, lokasi, batch, barcode, dan integrasi dengan sistem lain tanpa biaya lisensi. Dukungan implementasi tergantung partner lokal.
Kelebihan
Kekurangan
Harga
Gratis (biaya implementasi & hosting)
Cocok untuk
Perusahaan dengan kebutuhan inventory unik

Odoo Enterprise menyediakan inventory yang terintegrasi dengan accounting, sales, purchasing, dan produksi dalam satu suite. Pilihan ini tepat untuk perusahaan kecil–menengah yang ingin sistem yang tumbuh bersama bisnis, dengan dukungan resmi dan pembaruan otomatis.
Kelebihan
Kekurangan
Harga
~€19.90-€29.90/user/month + app fees (inventory included in core).
Cocok untuk
Perusahaan kecil – menengah

Zoho Inventory adalah aplikasi inventory lean yang terintegrasi dengan Zoho CRM, Books, dan Commerce. Ia mendukung pelacakan stok, batch/serial, serta multi-warehouse ringan, dan cocok untuk usaha kecil yang ingin sistem sederhana namun efektif tanpa perlu ERP besar.
Kelebihan
Kekurangan
Harga
Free plan; paid $29–$249/month depending on tier
Cocok untuk
UKM & e-commerce kecil

Sortly adalah inventory tool yang fokus pada kemudahan penggunaan dengan tampilan visual, QR/barcode scanning, dan pelacakan item tanpa kompleksitas ERP. Cocok untuk tim kecil yang perlu sistem cepat dan intuitif.
Kelebihan
Kekurangan
Harga
Free plan; paid $29–$149/month tiers
Cocok untuk
Perusahaan kecil dengan kebutuhan sederhana

Stock & Inventory Simple adalah aplikasi mobile/desktop ringan untuk perorangan atau usaha mikro. Aplikasi ini mencakup pelacakan masuk/keluar barang, laporan dasar, dan cocok untuk individu yang memerlukan sistem pengelolaan stok tanpa proses kompleks.
Kelebihan
Kekurangan
Harga
Freemium / In-app purchase
Cocok untuk
Perorangan & usaha mikro
Menurut hasil survey The Standish Group, hanya 16.2% proyek implementasi software akan berhasil on-time dan on-budget, 52.7% akan tidak sesuai dengan rencana di awal (terlambat, over-budget, atau fitur dibawah ekspektasi), dan 31.1% akhirnya dibatalkan.
Memilih software seharusnya tidak diperlakukan sebagai keputusan pembelian yang berdiri sendiri karena software pada dasarnya hanyalah alat untuk membantu organisasi mencapai tujuan bisnisnya.
Banyak perusahaan melakukan kesalahan dengan langsung membandingkan fitur atau vendor sebelum mendefinisikan dengan jelas apa yang ingin dicapai.
Pendekatan ini sering berujung pada ketidaksesuaian, rendahnya tingkat adopsi pengguna, dan hasil yang tidak optimal.
Organisasi yang sukses mengambil pendekatan yang terstruktur dan berbasis tujuan, sehingga pemilihan software selaras dengan kebutuhan bisnis nyata.
Praktik terbaik berikut menjelaskan bagaimana memilih software yang tepat untuk mendukung transformasi yang berkelanjutan.
Sebelum mengevaluasi inventory management system, organisasi harus menetapkan tujuan yang jelas dan terukur. Langkah ini dimulai dengan mengidentifikasi pain point bisnis di seluruh tim dan fungsi, bukan hanya di area IT.
Assessment perusahaan yang terstruktur membantu mengungkap inefisiensi, risiko, dan celah operasional yang diharapkan dapat diselesaikan oleh software inventory. Tanpa tujuan yang jelas, keputusan pemilihan inventory management software cenderung bersifat reaktif dan tidak berbasis strategi.
Setelah pain point dipahami dengan jelas, langkah berikutnya adalah menyusun rencana transformasi. Rencana ini mencakup perumusan solusi untuk setiap pain point, penentuan prioritas berdasarkan dampak dan upaya (impact versus effort), serta definisi indikator keberhasilan.
Metrik yang jelas harus ditetapkan, lengkap dengan penanggung jawabnya. Tanpa rencana ini, pemilihan inventory management system akan bersifat taktis dan berisiko kehilangan arah strategis.
Software manufaktur sebaiknya dinilai berdasarkan sejauh mana ia mendukung rencana transformasi, bukan sekadar jumlah fitur yang ditawarkan.
Kriteria penilaian perlu mencakup skalabilitas, kemampuan integrasi, kemudahan implementasi, total biaya kepemilikan, serta kesesuaian dengan proses bisnis.
Kerangka evaluasi yang konsisten membantu organisasi menyaring solusi yang terlihat menarik di atas kertas namun tidak efektif dalam praktik.
Memilih vendor yang tepat sama pentingnya dengan memilih software yang tepat. Prioritaskan vendor yang memahami kebutuhan bisnis Anda dan mampu menjelaskan bagaimana solusi mereka mendukung tujuan perusahaan, bukan sekadar menjual produk.
Vendor yang tepat akan berperan sebagai mitra jangka panjang, dengan keterlibatan pimpinan untuk memastikan keselarasan dan akuntabilitas.
Memilih inventory management system yang tepat bukanlah tentang mencari produk “terbaik” di pasar, melainkan memilih tool yang paling sesuai dengan tujuan yang jelas. Ketika tujuan ditetapkan dengan baik, pain point dipahami secara menyeluruh, dan rencana transformasi disusun secara terstruktur, inventory management software dapat menjadi enabler perubahan yang efektif.
Dengan keterlibatan pimpinan dan kemitraan vendor yang tepat, pemilihan inventory software dapat menjadi keunggulan strategis, bukan sumber masalah baru.
Jika transformasi digital adalah prioritas Anda, Anda bisa ambil langkah pertama untuk diskusi tanpa komitmen dengan kami. Impact adalah perusahaan teknologi dan management consulting yang berfokus ke transformasi digital menyeluruh. Impact telah membantu ribuan perusahaan melalui konsultasi transformasi digital.
Dave is an ex-PwC with 20+ years of experience in digital transformation, corporate finance, and venture capital in Indonesia and Singapore. He focused on growth through digital transformation, specializing in laser-focused digital marketing and operational excellence through software and data.
Apa saja 4 jenis inventory management?
> Empat jenis inventory management adalah bahan baku (raw materials), barang dalam proses (work in progress / WIP), barang jadi (finished goods), dan MRO (pemeliharaan, perbaikan, operasi).
Apakah saya bisa menggunakan Excel untuk inventory management?
> Bisa, Excel dapat digunakan untuk pelacakan sederhana. Namun, kemampuannya terbatas, rawan kesalahan, dan tidak bisa berkembang seiring pertumbuhan bisnis.
Apa itu inventory management software system?
>Inventory management software system adalah sistem digital yang membantu bisnis melacak, mengontrol, dan mengoptimalkan stok secara real time sekaligus mengurangi kesalahan manual.
Apakah ERP digunakan untuk inventory?
> Ya, sebagian besar sistem ERP memiliki modul persediaan yang terintegrasi dengan penjualan, pembelian, dan akuntansi.
Tim Insights Impact
Tim Insights Impact terdiri dari beragam individu profesional yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam berbagai aspek bisnis. Bersama-sama, kami berkomitmen untuk memberikan wawasan mendalam dan pemahaman yang berharga tentang berbagai topik terkait strategi bisnis dan tren industri yang relevan.
Tanyakan tentang transformasi digital, produk kami, harga, implementasi, atau apa pun.
Kami senang bisa menjadi bagian dari perjalanan transformasi digital Anda sejak hari pertama.