Menemukan software inventory management yang cocok untuk perusahaan Anda tidak mudah, terutama karena kebutuhan setiap perusahaan berbeda-beda. Selain itu, inventory management system sangat berkaitan erat dengan supply chain, sehingga menemukan inventory management system yang akurat sering kali memerlukan integrasi dengan purchasing, penjualan, dan akuntansi.

Untuk menyusun perbandingan software inventory management terbaik ini, kami mengumpulkan data dari berbagai sumber terpercaya, termasuk situs ulasan independen, uji coba langsung (jika memungkinkan), serta wawancara dan survei dengan perusahaan yang telah menggunakan inventory management software tersebut. Penilaian dilakukan menggunakan kriteria berikut:

  • Fitur: Kesiapan fitur yang relevan untuk praktik bisnis di Indonesia tanpa ketergantungan pada kustomisasi berat
  • Harga: Kesesuaian antara biaya dan value yang benar-benar digunakan oleh perusahaan Indonesia
  • Skalabilitas: Kemampuan sistem untuk berkembang seiring pertumbuhan pengguna dan kompleksitas bisnis
  • User experience: Antarmuka yang sederhana dan mudah diadopsi oleh pengguna non-teknis

Anda bisa menggunakan informasi di sini untuk menyaring aplikasi & software stok barang apa saja yang Anda bisa pertimbangkan, namun Anda tetap perlu berdiskusi lebih dalam mengenai kebutuhan perusahaan Anda dan apakah vendor Anda bisa memenuhi kebutuhan tersebut dengan harga yang masuk akal.

Summary

Apa itu software inventory management?

Software inventory management adalah aplikasi untuk mencatat, memantau, dan mengontrol stok barang secara real-time, mulai dari barang masuk, penyimpanan, hingga barang keluar, agar stok akurat dan operasional lebih efisien.

Jenis-jenis inventory management system:

  • ​​Standalone IMS: Sistem inventaris yang berdiri sendiri dan hanya fokus pada pengelolaan stok tanpa integrasi dengan modul lain seperti akuntansi atau penjualan. Cocok untuk usaha kecil dengan kebutuhan sederhana
  • IMS terintegrasi dengan ERP: Menjadi bagian dari sistem ERP yang mencakup modul lain seperti keuangan, pembelian, dan penjualan. Cocok untuk perusahaan menengah hingga besar yang butuh koordinasi lintas departemen
  • Cloud-based IMS: Diakses melalui internet tanpa instalasi lokal. Cocok untuk bisnis yang menginginkan fleksibilitas, pembaruan otomatis, dan bisa diakses dari banyak lokasi
  • Open-source IMS: Sistem dengan kode terbuka yang bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan. Cocok untuk perusahaan dengan tim IT internal yang kuat dan kebutuhan kustomisasi tinggi.

Manfaat software inventory management

Manfaat software inventory management adalah:

  1. Pelacakan stok real‑time: Mengetahui jumlah barang tersedia di gudang, WIP, dan lokasi lain secara akurat setiap saat.
  2. Reorder point & alert otomatis: Memberi notifikasi ketika stok mencapai ambang batas untuk memicu pembelian ulang.
  3. Pemindaian barcode/RFID: Mempercepat proses penerimaan, pemindahan, dan pengeluaran barang dengan akurasi tinggi.
  4. Laporan dan analisis persediaan: Menyediakan dashboard KPI seperti turnover, days on hand, dan valuasi stok untuk keputusan lebih baik.

Fitur-fitur utama software inventory management

Fitur-fitur utama software inventory management adalah:

  1. Real-Time Stock Tracking: Memantau jumlah dan lokasi stok secara real-time di seluruh gudang
  2. Multi-Warehouse Management: Mengelola stok di beberapa gudang atau lokasi penyimpanan
  3. Stock In & Stock Out Control: Mencatat pergerakan barang masuk dan keluar secara akurat
  4. Inventory Valuation: Menghitung nilai persediaan dengan metode FIFO, LIFO, atau Average
  5. Minimum Stock & Reorder Point: Menentukan batas minimum stok dan pemicu pembelian ulang
  6. Batch & Serial Number Tracking: Melacak barang berdasarkan batch atau nomor seri untuk kontrol kualitas
  7. Inventory Adjustment & Stock Opname: Mendukung penyesuaian stok dan proses stock opname
  8. Demand Forecasting: Memprediksi kebutuhan stok berdasarkan histori penjualan dan pola permintaan
  9. Inventory Aging & Expiry Control: Memantau umur stok dan tanggal kedaluwarsa barang
  10. Inventory Reporting & Analytics: Menyediakan laporan stok, turnover, dan tingkat ketersediaan barang

10 software inventory management terbaik di Indonesia 2026

Berikut adalah 10 software inventory management terbaik di Indonesia di tahun 2026. Urutan penyajian tidak mencerminkan peringkat. Setiap software memiliki keunggulan dan kecocokan masing-masing tergantung kebutuhan bisnis.

Software inventory management terbaik untuk transformasi digital

Impact

impact erp dashboard

Kelebihan Impact:

  1. Enterprise-grade: Fitur lengkap terintegrasi yang siap dipakai namun bisa dikustomisasi tanpa biaya besar
  2. Fleksibilitas: Modular, tersedia secara cloud maupun on-premise, siap untuk diintegrasi dengan sistem lain
  3. Business dashboard: Dashboard dan laporan real-time yang lengkap untuk setiap fungsi bisnis

Kekurangan Impact:

  1. Kurang cocok untuk perusahaan kecil yang tidak membutuhkan solusi terintegrasi

Impact adalah perusahaan teknologi dan management consulting yang berfokus kepada transformasi digital menyeluruh. Impact telah membantu ribuan perusahaan dalam meningkatkan produktifitas dan otomasi berbagai proses bisnis melalui software inventory management dan digital transformation consulting.

Inventory management software terbaik untuk manufaktur kecil

SAP Business One

SAP Business One Inventory

SAP Business One adalah ERP yang mencakup inventory management secara terintegrasi dengan purchasing, produksi, dan keuangan. Cocok untuk manufaktur kecil yang butuh kendali atas bahan baku, barang dalam proses, hingga barang jadi, sambil tetap memiliki pelaporan akurat dan kontrol biaya. Harga bervariasi berdasarkan deployment dan jumlah user, namun umumnya lebih tinggi daripada solusi niche inventory saja.

Kelebihan

  • Banyak partner resmi di Indonesia
  • Integrasi inventory dengan produksi dan finance
  • Standard ERP global

Kekurangan

  • Biaya implementasi kurang transparan
  • Lebih mahal dibanding aplikasi inventory sederhana

Harga
Per user: ~US$112/user/month (cloud estimate) atau satu-kali lisensi ± Rp 50–80 juta/user (lokal estimate)

Cocok untuk
Manufaktur kecil–menengah yang menginginkan ERP lengkap

Inventory management software terbaik untuk perusahaan di dalam ekosistem Microsoft

Microsoft Dynamics 365

Microsoft Dynamics 365 Inventory

Microsoft Dynamics 365 menyediakan inventory management sebagai bagian dari modul ERP/SCM yang terintegrasi erat dengan Microsoft 365, Power BI, dan Power Platform. Ini memudahkan sinkronisasi data antara inventory, penjualan, dan keuangan, serta memungkinkan perusahaan memanfaatkan analitik dan alur kerja otomatis dalam ekosistem Microsoft.

Kelebihan

  • Integrasi native dengan Microsoft ecosystem
  • Reporting dan analytics kuat
  • Dukungan partner lokal tersedia

Kekurangan

  • Harga bervariasi per user & modul
  • Setup dan kustomisasi bergantung partner

Harga
~US$70–100 per user/month (ERP/SCM bundle estimate)

Cocok untuk
Perusahaan SMB yang sudah menggunakan Microsoft

Inventory management system terbaik untuk enterprise

Cin7

Cin 7 Inventory

Cin7 adalah solusi inventory system cloud-based yang kuat untuk enterprise, khususnya yang menjalankan operasi omnichannel. Ia menyinkronkan stok antar lokasi, marketplace, POS, dan sistem distributor. Penawaran fitur seperti multi-warehouse tracking, barcode scanning, serta forecasting membuatnya ideal bagi perusahaan besar dengan volume transaksi tinggi.

Kelebihan

  • Multi-channel & multi-warehouse support
  • Banyak integrasi ke marketplace & POS
  • Scalable untuk growth

Kekurangan

  • Tidak memiliki official implementation partner di Indonesia
  • Biaya tinggi untuk paket lengkap

Harga
Starts at $349/month (Standard); $599/month (Pro); $999/month (Advanced)

Cocok untuk
Enterprise retail & distribusi

Inventory management system terbaik berbasis cloud

Oracle NetSuite

Oracle Inventory

Oracle NetSuite adalah cloud-native inventory management + ERP yang mencakup keuangan, order, procurement, dan SCM dalam satu platform. Keunggulan utamanya adalah visibilitas real-time di seluruh entitas, konsolidasi multi-lokasi, serta automasi workflow, sehingga cocok untuk organisasi global atau yang tengah scale-up.

Kelebihan

  • Cloud-native & scalable
  • Integrasi ERP penuh
  • Real-time tracking global

Kekurangan

  • Tidak memiliki official implementation partner di Indonesia
  • Harga enterprise custom dan tinggi

Harga
Starts ~$999/month base + per user fees

Cocok untuk
Perusahaan besar & multi-entity

Software inventory terbaik untuk kustomisasi proses bisnis

Odoo Community

odoo inventory

Odoo Community adalah versi open-source dari Odoo yang menyediakan modul inventory penuh dan sangat fleksibel. Anda dapat menyesuaikan fitur sesuai alur bisnis, termasuk automasi, lokasi, batch, barcode, dan integrasi dengan sistem lain tanpa biaya lisensi. Dukungan implementasi tergantung partner lokal.

Kelebihan

  • Tanpa biaya lisensi
  • Fleksibel dan modular
  • Kuat untuk custom workflows

Kekurangan

  • Tidak memiliki support resmi dari vendor
  • Partner implementasi perlu dicari sendiri

Harga
Gratis (biaya implementasi & hosting)

Cocok untuk
Perusahaan dengan kebutuhan inventory unik

Software inventory terbaik untuk perusahaan kecil yang mencari ERP terintegrasi

Odoo Enterprise

Odoo Enterprise Inventory

Odoo Enterprise menyediakan inventory yang terintegrasi dengan accounting, sales, purchasing, dan produksi dalam satu suite. Pilihan ini tepat untuk perusahaan kecil–menengah yang ingin sistem yang tumbuh bersama bisnis, dengan dukungan resmi dan pembaruan otomatis.

Kelebihan

  • Integrasi penuh dengan ERP
  • Antarmuka modern
  • Dukungan resmi Odoo

Kekurangan

  • Harga bertambah per modul & user
  • Ketergantungan ecosystem Odoo

Harga
~€19.90-€29.90/user/month + app fees (inventory included in core).

Cocok untuk
Perusahaan kecil – menengah

Software inventory terbaik untuk perusahaan kecil di dalam ekosistem Zoho

Zoho Inventory

10 Software Inventory Management Terbaik di Indonesia 2026 | Perbandingan

Zoho Inventory adalah aplikasi inventory lean yang terintegrasi dengan Zoho CRM, Books, dan Commerce. Ia mendukung pelacakan stok, batch/serial, serta multi-warehouse ringan, dan cocok untuk usaha kecil yang ingin sistem sederhana namun efektif tanpa perlu ERP besar.

Kelebihan

  • Harga terjangkau
  • Integrasi kuat dalam Zoho ecosystem
  • Fitur batch & multi-warehouse dasar

Kekurangan

  • Tidak memiliki official implementation partner di Indonesia
  • Fitur terbatas untuk kompleks enterprise

Harga
Free plan; paid $29–$249/month depending on tier

Cocok untuk
UKM & e-commerce kecil

Inventory software terbaik untuk perusahaan kecil yang mencari kesederhanaan

Sortly

dashboard software stok barang sortly

Sortly adalah inventory tool yang fokus pada kemudahan penggunaan dengan tampilan visual, QR/barcode scanning, dan pelacakan item tanpa kompleksitas ERP. Cocok untuk tim kecil yang perlu sistem cepat dan intuitif.

Kelebihan

  • Sangat mudah digunakan
  • Setup cepat
  • Visual tracking

Kekurangan

  • Tidak memiliki official implementation partner di Indonesia
  • Fitur enterprise sangat terbatas

Harga
Free plan; paid $29–$149/month tiers

Cocok untuk
Perusahaan kecil dengan kebutuhan sederhana

Aplikasi inventory management terbaik untuk perorangan

Stock & Inventory Simple (by Chester Software)

Stock & Inventory Simple (by Chester Software)

Stock & Inventory Simple adalah aplikasi mobile/desktop ringan untuk perorangan atau usaha mikro. Aplikasi ini mencakup pelacakan masuk/keluar barang, laporan dasar, dan cocok untuk individu yang memerlukan sistem pengelolaan stok tanpa proses kompleks.

Kelebihan

  • Sangat sederhana
  • Biaya rendah
  • Cocok untuk pemula

Kekurangan

  • Tidak memiliki official implementation partner di Indonesia
  • Tidak scalable untuk bisnis berkembang

Harga
Freemium / In-app purchase

Cocok untuk
Perorangan & usaha mikro

Best practices dalam memilih software inventory management yang tepat

Menurut hasil survey The Standish Group, hanya 16.2% proyek implementasi software akan berhasil on-time dan on-budget, 52.7% akan tidak sesuai dengan rencana di awal (terlambat, over-budget, atau fitur dibawah ekspektasi), dan 31.1% akhirnya dibatalkan.

Memilih software seharusnya tidak diperlakukan sebagai keputusan pembelian yang berdiri sendiri karena software pada dasarnya hanyalah alat untuk membantu organisasi mencapai tujuan bisnisnya.

Banyak perusahaan melakukan kesalahan dengan langsung membandingkan fitur atau vendor sebelum mendefinisikan dengan jelas apa yang ingin dicapai.

Pendekatan ini sering berujung pada ketidaksesuaian, rendahnya tingkat adopsi pengguna, dan hasil yang tidak optimal.

Organisasi yang sukses mengambil pendekatan yang terstruktur dan berbasis tujuan, sehingga pemilihan software selaras dengan kebutuhan bisnis nyata.

Praktik terbaik berikut menjelaskan bagaimana memilih software yang tepat untuk mendukung transformasi yang berkelanjutan.

Mulai dari tujuan bisnis yang jelas

Sebelum mengevaluasi inventory management system, organisasi harus menetapkan tujuan yang jelas dan terukur. Langkah ini dimulai dengan mengidentifikasi pain point bisnis di seluruh tim dan fungsi, bukan hanya di area IT.

Assessment perusahaan yang terstruktur membantu mengungkap inefisiensi, risiko, dan celah operasional yang diharapkan dapat diselesaikan oleh software inventory. Tanpa tujuan yang jelas, keputusan pemilihan inventory management software cenderung bersifat reaktif dan tidak berbasis strategi.

Terjemahkan pain point menjadi rencana transformasi

Setelah pain point dipahami dengan jelas, langkah berikutnya adalah menyusun rencana transformasi. Rencana ini mencakup perumusan solusi untuk setiap pain point, penentuan prioritas berdasarkan dampak dan upaya (impact versus effort), serta definisi indikator keberhasilan.

Metrik yang jelas harus ditetapkan, lengkap dengan penanggung jawabnya. Tanpa rencana ini, pemilihan inventory management system akan bersifat taktis dan berisiko kehilangan arah strategis.

Nilai software manufaktur berdasarkan kesesuaian, bukan fitur

Software manufaktur sebaiknya dinilai berdasarkan sejauh mana ia mendukung rencana transformasi, bukan sekadar jumlah fitur yang ditawarkan.

Kriteria penilaian perlu mencakup skalabilitas, kemampuan integrasi, kemudahan implementasi, total biaya kepemilikan, serta kesesuaian dengan proses bisnis.

Kerangka evaluasi yang konsisten membantu organisasi menyaring solusi yang terlihat menarik di atas kertas namun tidak efektif dalam praktik.

Pilih vendor yang mengerti kebutuhan bisnis Anda

Memilih vendor yang tepat sama pentingnya dengan memilih software yang tepat. Prioritaskan vendor yang memahami kebutuhan bisnis Anda dan mampu menjelaskan bagaimana solusi mereka mendukung tujuan perusahaan, bukan sekadar menjual produk.

Vendor yang tepat akan berperan sebagai mitra jangka panjang, dengan keterlibatan pimpinan untuk memastikan keselarasan dan akuntabilitas.

Kesimpulan

Memilih inventory management system yang tepat bukanlah tentang mencari produk “terbaik” di pasar, melainkan memilih tool yang paling sesuai dengan tujuan yang jelas. Ketika tujuan ditetapkan dengan baik, pain point dipahami secara menyeluruh, dan rencana transformasi disusun secara terstruktur, inventory management software dapat menjadi enabler perubahan yang efektif.

Dengan keterlibatan pimpinan dan kemitraan vendor yang tepat, pemilihan inventory software dapat menjadi keunggulan strategis, bukan sumber masalah baru.

Jika transformasi digital adalah prioritas Anda, Anda bisa ambil langkah pertama untuk diskusi tanpa komitmen dengan kami. Impact adalah perusahaan teknologi dan management consulting yang berfokus ke transformasi digital menyeluruh. Impact telah membantu ribuan perusahaan melalui konsultasi transformasi digital.

Author

Dave A.

Dave is an ex-PwC with 20+ years of experience in digital transformation, corporate finance, and venture capital in Indonesia and Singapore. He focused on growth through digital transformation, specializing in laser-focused digital marketing and operational excellence through software and data.

FAQ

Apa saja 4 jenis inventory management?
> Empat jenis inventory management adalah bahan baku (raw materials), barang dalam proses (work in progress / WIP), barang jadi (finished goods), dan MRO (pemeliharaan, perbaikan, operasi).

Apakah saya bisa menggunakan Excel untuk inventory management?
> Bisa, Excel dapat digunakan untuk pelacakan sederhana. Namun, kemampuannya terbatas, rawan kesalahan, dan tidak bisa berkembang seiring pertumbuhan bisnis.

Apa itu inventory management software system?
>Inventory management software system adalah sistem digital yang membantu bisnis melacak, mengontrol, dan mengoptimalkan stok secara real time sekaligus mengurangi kesalahan manual.

Apakah ERP digunakan untuk inventory?
> Ya, sebagian besar sistem ERP memiliki modul persediaan yang terintegrasi dengan penjualan, pembelian, dan akuntansi.

Tim Insights Impact

Tim Insights Impact terdiri dari beragam individu profesional yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam berbagai aspek bisnis. Bersama-sama, kami berkomitmen untuk memberikan wawasan mendalam dan pemahaman yang berharga tentang berbagai topik terkait strategi bisnis dan tren industri yang relevan.

Blog