Apa itu aplikasi inventaris?

Aplikasi inventaris adalah perangkat lunak yang dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengelola dan memonitor aset serta persediaan dengan cara yang terstruktur. Dengan menggunakan aplikasi inventaris, perusahaan dapat mencatat dan melacak pergerakan barang secara akurat.

Manfaat dari aplikasi inventaris

  • Akurasi Data yang Lebih Baik: Dengan pencatatan otomatis dan pemantauan real-time, risiko kesalahan manusia dalam pengelolaan stok bisa ditekan. Data inventaris selalu akurat dan siap digunakan untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat.
  • Efisiensi dalam Pengelolaan Stok: Perusahaan dapat dengan mudah melihat jumlah stok, menentukan waktu restock, dan menghindari kelebihan atau kekurangan barang. Ini memastikan operasional bisnis tetap lancar tanpa gangguan akibat stok yang tidak terkelola.
  • Penghematan Waktu dan Biaya: Proses pencatatan yang dulu manual kini bisa diotomatisasi, mengurangi beban kerja tim gudang. Hasilnya, pekerjaan lebih efisien dan biaya operasional bisa ditekan secara signifikan.
  • Kemudahan Pelacakan dan Audit: Setiap pergerakan barang tercatat dengan jelas, mulai dari penerimaan hingga distribusi. Ini mempermudah audit dan memastikan manajemen inventaris lebih transparan serta terkontrol.

Jenis-jenis aplikasi inventaris

  • Cloud-Based: Aplikasi ini berjalan di server cloud, jadi bisa diakses dari mana saja selama ada internet. Data selalu diperbarui otomatis dan tersimpan aman, memudahkan sinkronisasi antar gudang atau cabang tanpa perlu instalasi manual.
  • Aplikasi Sederhana: Biasanya berbasis desktop atau standalone dengan fitur dasar seperti pencatatan stok masuk dan keluar. Solusi ini cocok untuk usaha kecil yang butuh sistem cepat dan mudah tanpa integrasi ke sistem lain.
  • ERP-Based: Terhubung langsung dengan sistem ERP, jadi data inventaris otomatis diperbarui berdasarkan transaksi bisnis. Ini memastikan stok selalu terkoordinasi dengan departemen lain seperti keuangan, pembelian, dan produksi.
  • Open-Source: Kode sumbernya terbuka, jadi bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan bisnis. Perusahaan bisa menambahkan fitur seperti integrasi barcode atau pelacakan multi-lokasi agar sesuai dengan alur kerja mereka.
  • Mobile Inventory Apps: Berbasis perangkat seluler dengan fitur seperti pemindaian barcode dan pelacakan stok real-time. Memungkinkan pengguna memperbarui data langsung dari lapangan, mempercepat pencatatan, dan mengurangi kesalahan manusia.

Fitur utama aplikasi inventaris

  • Pelacakan Stok real-time: Memungkinkan pemantauan stok secara langsung di dashboard, mengurangi kesalahan pencatatan dan memastikan stok selalu terjaga. Teknologi seperti barcode atau RFID mempercepat audit dan mencegah stockout atau kelebihan stok.
  • Manajemen Multi-gudang: Mendukung pengelolaan stok di beberapa gudang atau cabang, sangat berguna bagi bisnis dengan rantai pasok kompleks. Fitur ini memudahkan alokasi stok antar-lokasi, mengoptimalkan ruang, dan menurunkan biaya logistik.
  • Analitik dan Pelaporan: Menyediakan laporan otomatis dan analitik berbasis data historis, membantu dalam pengambilan keputusan strategis seperti promosi dan restocking. Fitur ini memberikan wawasan akurat tentang tren permintaan dan kebutuhan pembelian.
  • Manajemen Pesanan dan Otomatisasi: Mengotomatiskan pembuatan pesanan pembelian dan pengiriman berdasarkan stok minimum. Membantu menghemat waktu, mengurangi kesalahan manusia, dan memastikan kelancaran pasokan.

Kriteria penilaian aplikasi inventaris terbaik

Memilih aplikasi inventaris yang tepat memerlukan pertimbangan matang agar dapat memenuhi kebutuhan operasional bisnis secara efisien. Faktor-faktor seperti integrasi dengan sistem lain, kemudahan penggunaan, serta kemampuan untuk mendukung pertumbuhan bisnis harus menjadi prioritas dalam memilih solusi yang tepat.

Berikut adalah 5 kriteria penilaian kami:

  1. Fitur
  2. Harga
  3. Skalabilitas
  4. Implementasi & Dukungan
  5. Pengalaman Pengguna

1. Fitur

Aplikasi inventaris harus dilengkapi dengan fitur yang mendukung operasional harian, seperti pemantauan stok secara real-time, pelacakan aset, laporan analitik, dan kemampuan untuk mengintegrasikan dengan sistem lain seperti ERP atau akuntansi. Fitur-fitur ini sangat penting untuk memastikan akurasi data, efisiensi operasional, dan kemudahan pelaporan untuk pengambilan keputusan strategis.

2. Harga

Penting untuk mempertimbangkan nilai jangka panjang aplikasi inventaris, bukan hanya harga awalnya. Evaluasi total biaya yang mencakup lisensi atau biaya langganan, biaya implementasi, pelatihan, serta biaya untuk fitur tambahan atau integrasi sistem. Aplikasi berbasis cloud sering kali lebih ekonomis untuk bisnis kecil hingga menengah, sementara solusi lebih lengkap dengan dukungan lebih luas cocok untuk perusahaan besar.

3. Skalabilitas

Pastikan aplikasi inventaris dapat mengakomodasi pertumbuhan bisnis, baik dari segi jumlah produk, perluasan cabang atau gudang, serta penambahan lokasi atau pasar baru. Sistem yang scalable memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan operasional dengan perubahan kebutuhan tanpa harus mengganti software atau mengganggu alur kerja yang sudah ada.

4. Implementasi & Dukungan

Pilih aplikasi yang menawarkan proses implementasi yang cepat dan dukungan teknis yang responsif. Proses onboarding yang lancar, pelatihan bagi karyawan, dan dukungan purna jual yang konsisten akan membantu perusahaan mengurangi waktu adaptasi dan memastikan aplikasi berjalan dengan optimal, mengatasi masalah teknis, atau melakukan pembaruan jika diperlukan.

5. Pengalaman Pengguna

Antarmuka pengguna yang intuitif sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi kesalahan. Aplikasi inventaris yang mudah digunakan dan didukung dengan akses mobile serta fitur-fitur seperti notifikasi otomatis dan dashboard yang visual akan mempermudah karyawan dalam mengelola inventaris tanpa kebingungan, bahkan dalam situasi yang penuh tekanan.

Disclaimer: Ini adalah gambaran umum berdasarkan kriteria yang kami nilai penting, namun setiap perusahaan memiliki kebutuhan dan prioritas yang berbeda. Beberapa mungkin lebih memprioritaskan fitur, sementara yang lain fokus pada harga atau dukungan. Kami menyarankan untuk berkonsultasi dengan vendor untuk menemukan aplikasi inventaris barang yang paling sesuai dengan kebutuhan spesifik perusahaan Anda.

10 aplikasi inventaris terbaik

Nama SoftwareTerbaik UntukFitur UnggulanHarga (Perkiraan)
SAP S/4 HANAPerusahaan BesarAI-driven inventory optimizationCustom
Microsoft Dynamics 365Pengguna Microsoft EcosystemIntegrasi end-to-end dengan CRMDari $180/bulan
AnchantoE-commerce & LogistikManajemen gudang omnichannelHarus menghubungi vendor
Impact ERPTransformasi DigitalModul ERP lengkap Custom 
IFSKustomisasiFungsionalitas spesifik untuk industriHarus menghubungi vendor
AcumaticaUser experienceCloud ERP dengan tampilan mudahHarus menghubungi vendor
InforSolusi berbasis cloudAnalitik mendalamHarus menghubungi vendor
EpicorPerusahaan DistribusiFitur Lengkap dari Manufaktur hingga CRMHarus menghubungi vendor
Zoho InventoryUMKM & E-CommerceIntegrasi marketplace & dropshipGratis; paket berbayar dari $29/bulan
SortlyBisnis MikroFitur pelacakan yang kuatGratis; paket berbayar dari $49/bulan

1. SAP S/4 HANA

Terbaik untuk perusahaan besar

aplikasi inventaris SAP S/4 HANA
Sumber: SAP.com

SAP S/4HANA memiliki modul Materials Management yang membantu perusahaan mengelola persediaan dengan lebih efisien. Dengan pemrosesan data real-time, bisnis dapat mengoptimalkan pengadaan, penyimpanan, dan distribusi material secara lebih cepat dan akurat.

KelebihanKekurangan
Real-time data processingImplementasi yang kompleks
Integrasi end-to-endBiaya yang tinggi
Pengelolaan pengadaan yang efisien dan akuratKebutuhan untuk pelatihan
Kemampuan mengelola biayaKetergantungan pada infrastruktur IT

Harga: 

SAP menawarkan dua model harga: Lisensi Perpetual dan Berlangganan Cloud. Lisensi Perpetual mulai dari $100,000 hingga $300,000, sementara Berlangganan Cloud berkisar $2,000–$5,000 per bulan. Ada juga biaya implementasi dan konsultasi yang bisa mencapai $1,000,000, tergantung kompleksitas bisnis. Selain itu, biaya pemeliharaan dan pembaruan biasanya 22%–25% dari harga lisensi awal.

Cocok untuk

SAP S/4 Hana cocok untuk perusahaan besar yang butuh sistem ERP terintegrasi agar operasional bisnis tetap efisien. Solusi ini membantu mengelola proses yang kompleks, dari keuangan hingga rantai pasok, dalam satu platform.

2. Dynamics 365

Terbaik untuk perusahaan dengan ekosistem Microsoft

10 Aplikasi Inventaris Terbaik Indonesia 2025
Sumber: microsoft.com

Microsoft Dynamics 365 Supply Chain Management (D365 SCM) adalah sistem ERP berbasis cloud yang membantu perusahaan mengelola rantai pasokan mulai dari pengadaan hingga pengiriman. Sistem ini memudahkan pemantauan dan pengendalian proses agar berjalan lebih efisien.

Dibangun di atas Microsoft Azure, D365 SCM terintegrasi dengan aplikasi dan layanan lain dari Microsoft. Integrasi ini memungkinkan akses data secara real-time dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.

KelebihanKekurangan
Integrasi dengan siste MicrosoftBiaya yang tinggi
Fleksibilitas yang tinggi untuk kustomisasiKurva pembelajaran yang tinggi
Fitur perencanaan dan pemantauan yang canggihKompleksitas untuk integrasi dengan sistem lama
Pengelolaan supply chain yang holistikKeterbatasan fungsi tertentu

Harga:

Microsoft Dynamics 365 Supply Chain Management menggunakan model berlangganan berbasis cloud, dengan harga yang disesuaikan menurut ukuran organisasi, jumlah pengguna, dan fitur yang dipilih (kisaran biaya dasar per pengguna sekitar $180-$210 per bulan). Selain itu, ada biaya tambahan untuk implementasi, pelatihan, kustomisasi, dan integrasi dengan sistem lain.

Cocok untuk

D365 SCM adalah solusi tepat untuk perusahaan dengan rantai pasokan kompleks, terutama bagi yang beroperasi lintas negara atau memiliki banyak lini produk. Jika Anda sudah menggunakan Microsoft Office 365, Power BI, dan Teams, sistem ini akan memudahkan integrasi dan meningkatkan efisiensi operasional.

3. Anchanto

Terbaik untuk eCommerce 

10 Aplikasi Inventaris Terbaik Indonesia 2025
Sumber: getapp.com

Anchanto adalah aplikasi stok barang yang dibuat untuk mendukung bisnis logistik dan e-commerce. Aplikasi inventaris ini membantu meningkatkan efisiensi penjualan online serta pengelolaan inventaris dan operasi gudang.

Anchanto mengotomatisasi pencatatan stok dan menyinkronkan data secara real-time di berbagai saluran penjualan. Dengan begitu, pengelolaan inventaris menjadi lebih mudah dan terintegrasi.

KelebihanKekurangan
Platform yang komprehensifKurangnya transparansi harga
Skalabilitas yang tinggiKetergantungan pada internet
Dapat diintegrasikan dengan berbagai channel
Berpengalaman di kawasan ASEAN

Harga: 

Tidak ada informasi, harus menghubungi vendor.

Cocok untuk

Anchanto adalah solusi tepat bagi bisnis retail, logistik pihak ketiga, dan e-commerce yang ingin mengelola inventaris secara terintegrasi. Platform ini membantu meningkatkan efisiensi operasional dan mencegah risiko kelebihan atau kekurangan stok.

4. Impact

Terbaik untuk transformasi digital

sistem inventory impact

Impact adalah sistem ERP yang dikembangkan untuk perusahaan menengah ke atas di Indonesia. Sistem ini dirancang dengan penyesuaian lokal dan menyediakan fitur seperti mobile app untuk top management, CRM, WMS, dan HRIS yang mudah dipahami.

Selain itu, sistem ini menyertakan laporan dan fitur khusus untuk sektor seperti manufaktur, ritel besar, konstruksi, healthcare, tekstil, dan organisasi non-profit. Fokusnya adalah membantu pengguna mengelola operasional perusahaan dengan lebih efisien.

KelebihanKekurangan
Memiliki fitur yang lengkapTidak cocok untuk bisnis berskala kecil
Biaya yang efektifTidak cocok untuk bisnis yang tidak mencari transformasi digital
Fleksibilitas untuk melakukan kustomisasiBiaya implementasi
Dikembangkan untuk bisnis di Indonesia

Harga:

Harga Impact tidak ditentukan oleh jumlah pengguna, sehingga sangat cocok untuk perusahaan dengan basis karyawan yang besar. Dengan fokus pada transformasi digital, tarif ERP ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik seperti optimalisasi proses dan tata letak gudang, peramalan inventaris, pengelolaan vendor, serta pembuatan laporan.

Cocok untuk:

Impact cocok untuk perusahaan menengah ke atas yang ingin bertransformasi digital dengan fitur lengkap, termasuk mobile app untuk top management dan dukungan tim implementasi berpengalaman dalam mengoptimalkan proses gudang. Dengan harga yang tidak bergantung pada jumlah pengguna serta kemampuan analitik dan integrasi menyeluruh, solusi ini sangat ideal bagi organisasi dengan banyak karyawan dan kebutuhan bisnis yang kompleks.

5. IFS

Terbaik untuk kustomisasi

software stok barang ifs

IFS ERP adalah sistem ERP yang menyatukan berbagai fungsi bisnis dalam satu platform agar perusahaan dapat beroperasi lebih efisien. Modul-modul seperti manajemen keuangan, rantai pasokan, produksi, penjualan, pemasaran, proyek, SDM, dan layanan memudahkan pengelolaan operasional sehari-hari.

Pendekatan modular memungkinkan perusahaan memilih fitur sesuai kebutuhan, sehingga solusi ini cocok untuk industri seperti manufaktur, konstruksi, dirgantara, pertahanan, dan utilitas. IFS ERP dirancang agar mudah diintegrasikan dan diadaptasi, mendukung pertumbuhan dan daya saing perusahaan di pasar global.

KelebihanKekurangan
Memenuhi kebutuhan spesifik industriKompleksitas dalam implementasi
Desain modular yang menawarkan fleksibilitasBiaya implementasi yang tinggi
Tampilan yang mudah untuk digunakanWaktu kustomisasi yang memakan waktu lama
Fungsionalitas yang komprehensif

Harga

Tidak ada informasi

Cocok untuk:

IFS ERP cocok untuk perusahaan menengah hingga besar di industri kompleks seperti manufaktur, konstruksi, dan dirgantara. Meskipun implementasinya menantang dan biayanya tinggi, fleksibilitas serta fungsionalitas spesifiknya membuatnya pilihan tepat untuk optimalkan operasional.

6. Acumatica

Terbaik untuk user experience

aplikasi inventaris acumatica
Sumber: swktech.com

Acumatica ERP adalah solusi berbasis cloud yang membantu bisnis mengelola operasional dalam satu platform terintegrasi. Berbagai modul ERP ini menyederhanakan pengelolaan keuangan, distribusi, manufaktur, proyek, dan layanan pelanggan.

Dengan modul-modul yang bisa disesuaikan, Acumatica mudah diadaptasi sesuai kebutuhan setiap industri. Acumatica ERP memungkinkan bisnis fokus pada pengembangan usaha tanpa ribet mengelola sistem yang berbeda-beda.

KelebihanKekurangan
Fleksibilitas untuk implementasiBiaya implementasi awal yang tinggi
Memiliki tampilan yang mudah untuk digunakanKeterbatasan dalam fitur spesifik industri
Memiliki skalabilitas yang tinggiKompleksitas dalam kustomisasi
Biaya yang berbasis penggunaan

Harga:

Acumatica menerapkan tarif berbasis penggunaan, sehingga biaya dihitung sesuai tingkat pemanfaatan sumber daya. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penawaran, segera hubungi perwakilan atau mitra resmi Acumatica.

Cocok untuk:

Acumatica adalah pilihan  yang tepat untuk perusahaan menengah. Platform ini meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung pertumbuhan bisnis dengan akses multi perangkat.

7. Infor

Terbaik untuk solusi berbasis cloud

aplikasi inventaris infor

Infor adalah software berbasis cloud yang membantu mengelola rantai pasokan dan inventaris bagi perusahaan manufaktur dan distribusi. Dengan antarmuka yang sederhana, Infor mempermudah operasional dan membuat proses bisnis berjalan lebih efisien.

Sistem ini hadir dengan modul-modul khusus yang disesuaikan untuk kebutuhan tiap sektor. Hasilnya, perusahaan bisa mengoptimalkan proses operasional dengan mudah dan cepat.

KelebihanKekurangan
Memiliki modul khusus untuk setiap industriKompleksitas dalam implementasi
Fitur analitik mendalamBiaya implementasi yang tinggi
Dukungan rantai pasokan globalKeterbatasan dalam kustomisasi

Harga:

Tidak ada informasi.

Cocok untuk:

Infor adalah solusi tepat bagi perusahaan menengah hingga besar yang ingin mengoptimalkan proses bisnis mereka. Platform ini cocok untuk industri manufaktur, distribusi, kesehatan, dan sektor publik.

8. Epicor

Terbaik untuk perusahaan distribusi dengan operasi kompleks

aplikasi stok barang epicor

Epicor ERP adalah software yang mengintegrasikan berbagai proses bisnis dalam satu sistem terpusat, sehingga memudahkan pengelolaan data dan operasional. Dengan sistem ini, perusahaan dapat memantau dan mengorganisir aktivitasnya dengan lebih sederhana. Epicor sering digunakan di sektor manufaktur, distribusi, retail, dan layanan. 

KelebihanKekurangan
Fitur lengkap dari manajemen manufaktur hingga CRMKompleks untuk digunakan oleh UKM
Dapat dikustomisasi secara mendalamBiaya tambahan untuk menambah modul
Integrasi yang modularTak ada flowchart proses standar

Harga:

Tidak ada informasi. 

Cocok untuk:

Epicor ideal untuk perusahaan dengan operasi kompleks yang membutuhkan solusi terintegrasi guna mengelola proses manufaktur dan distribusi secara menyeluruh, serta mengoptimalkan efisiensi dan produktivitas operasional.

9. Zoho Inventory

Terbaik untuk usaha kecil 

zoho inventory

Zoho Inventory adalah aplikasi manajemen inventaris berbasis cloud yang didesain untuk usaha kecil hingga menengah. Aplikasi ini membantu melacak stok barang dan pengelolaan pesanan secara real-time.

Terintegrasi dengan berbagai platform e-commerce dan sistem pembayaran, Zoho Inventory menyederhanakan proses order hingga pemenuhan pesanan. Hal ini menjaga ketersediaan produk dan meningkatkan efisiensi operasional.

KelebihanKekurangan
Integrasi multi-channel yang luasTidak cocok untuk bisnis berskala besar
Antarmuka yang ramah penggunaRespon customer service yang lambat
Fitur lengkap untuk bisnis kecilHarus bayar ekstra untuk fitur tambahan
Skalabilitas yang baik

Harga:

Zoho Inventory tersedia secara gratis untuk fitur dasar, sementara Paket Standard seharga $29/bulan (ditagih tahunan) menawarkan fitur dengan batasan jumlah pesanan dan label pengiriman. Untuk kebutuhan yang lebih lengkap, Paket Professional ($79/bulan, ditagih tahunan) menyediakan batch tracking serta serial number tracking, sedangkan Paket Premium ($129/bulan, ditagih tahunan) ideal untuk bisnis besar dengan manajemen inventaris yang lebih kompleks.

Cocok untuk

Zoho Inventory sangat cocok untuk usaha dan distributor kecil, serta e-commerce yang memerlukan pengelolaan stok efisien serta integrasi mudah dengan sistem penjualan online. Platform ini memfasilitasi pengelolaan stok secara real-time tanpa investasi awal besar, sehingga operasional bisnis dapat berjalan lebih lancar.

10. Sortly

Terbaik untuk bisnis mikro

aplikasi inventaris sortly
Sumber: sortly.com

Sortly adalah aplikasi stok barang dengan antarmuka intuitif yang membuat pengelolaan inventaris fisik jadi lebih mudah. plikasi ini menggunakan teknologi pemindaian barcode untuk melacak pergerakan stok secara akurat.

Sortly dapat digunakan untuk mengelola inventaris usaha kecil maupun perorangan. Fitur-fitur yang ada membantu mengurangi kesalahan pencatatan dan menyederhanakan pengelolaan persediaan.

KelebihanKekurangan
Antarmuka yang intuitifBatasan pada paket gratis
Fitur pelacakan yang kuatTidak cocok untuk perusahaan besar
Aksesibilitas mobile

Harga

Sortly menawarkan paket harga fleksibel: Gratis untuk bisnis kecil, Advanced ($49/bulan) untuk 1.000 item dan 3 lisensi, Ultra ($149/bulan) untuk 2.000 item dan 5 lisensi, serta Premium ($299/bulan) untuk 5.000 item dan 8 lisensi.

Cocok untuk

Sortly cocok untuk usaha kecil, pemilik bisnis ritel, dan individu yang mengelola inventaris sederhana. Aplikasi ini membantu memantau stok barang dengan antarmuka yang mudah dipahami dan proses yang sederhana.

Saran memilih aplikasi inventaris

  • Jangan Abaikan Skalabilitas: Seringkali perusahaan memilih aplikasi yang tidak dapat berkembang seiring pertumbuhan bisnis, sehingga harus beralih atau meng-upgrade di tengah jalan. Dengan memastikan aplikasi inventaris memiliki kemampuan skalabilitas yang baik, Anda dapat mengantisipasi ekspansi bisnis tanpa mengganggu operasional yang sudah berjalan. 
  • Hitung Total Biaya Kepemilikan (TCO): Banyak perusahaan terjebak dengan hanya melihat biaya awal tanpa menghitung total biaya kepemilikan (TCO) secara menyeluruh, yang kemudian menimbulkan biaya tersembunyi. Menghitung TCO secara komprehensif membantu Anda memahami semua aspek biaya—mulai dari lisensi, implementasi, hingga pemeliharaan—sehingga investasi yang dilakukan menjadi lebih efisien dan tepat sasaran. 
  • Libatkan Pengguna Akhir: Seringkali keputusan pemilihan aplikasi diambil tanpa melibatkan karyawan yang akan menggunakan sistem tersebut, yang dapat mengakibatkan ketidakcocokan dengan kebutuhan operasional. Dengan melibatkan pengguna akhir dalam proses evaluasi, Anda dapat memastikan bahwa aplikasi yang dipilih benar-benar mendukung aktivitas harian dan meningkatkan adopsi serta kepuasan pengguna. 
  • Manfaatkan Versi Trial: Beberapa perusahaan mengabaikan kesempatan untuk mencoba versi trial, sehingga berisiko memilih software yang tidak sesuai dengan kebutuhan mereka. Menggunakan versi trial memungkinkan Anda menguji fungsionalitas dan kecocokan software secara langsung sebelum melakukan investasi jangka panjang, mengurangi risiko ketidakcocokan. 
  • Perhatikan Dukungan Pelatihan dan Layanan: Kesalahan umum terjadi ketika perusahaan tidak menilai kualitas dukungan pelatihan dan layanan purna jual, yang dapat menghambat proses implementasi dan penyelesaian masalah. Memilih vendor yang menyediakan pelatihan menyeluruh dan layanan dukungan responsif akan memastikan transisi yang mulus serta operasional yang efisien dalam jangka panjang.

Jika Anda mencari solusi untuk masalah inventaris khusus, aplikasi inventaris adalah pilihan tepat karena fitur-fiturnya dapat membantu mengatasi kendala operasional yang ada. Namun, jika tujuan Anda adalah transformasi digital secara menyeluruh, kami sarankan untuk mengintegrasikan sistem ERP ke dalam bisnis. Pendekatan ini akan mempersiapkan bisnis Anda menghadapi perubahan dan tantangan masa depan.

Impact ERP dirancang mendukung transformasi digital dengan fitur analitik mendalam dan integrasi sistem yang lancar. Sistem ini juga fleksibel dan mampu menyesuaikan diri dengan pertumbuhan bisnis yang dinamis. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana Impact bisa membantu bisnis Anda, klik di sini untuk informasi lebih lanjut atau hubungi tim kami.

Tim Insights Impact

Tim Insights Impact terdiri dari beragam individu profesional yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam berbagai aspek bisnis. Bersama-sama, kami berkomitmen untuk memberikan wawasan mendalam dan pemahaman yang berharga tentang berbagai topik terkait strategi bisnis dan tren industri yang relevan.

Blog

Apa itu takt time?

Takt time adalah sebuah metrik yang menunjukkan waktu ideal untuk memproduksi satu unit barang agar sesuai dengan permintaan pelanggan. Indikator ini bertujuan untuk menyelaraskan produksi dengan kebutuhan pasar, dan dianggap sebagai konsep penting dalam lean manufacturing.

Jika nilai metrik tersebut terlalu tinggi, produksi menjadi lebih lambat dari permintaan, yang berisiko menunda pengiriman dan mengecewakan pelanggan. Sebaliknya, jika terlalu rendah, produksi melebihi permintaan, menyebabkan overproduction, stok menumpuk, dan biaya penyimpanan meningkat.

Manfaat dari takt time

  • Mengurangi pemborosan: Metrik ini membantu Anda menentukan jumlah unit yang perlu diproduksi per jam untuk memenuhi permintaan pelanggan tanpa surplus. Contohnya, jika ada pesanan 100 unit sehari dengan waktu kerja 8 jam, targetnya adalah 12,5 unit per jam, sehingga menghindari stok berlebih.
  • Membuat produksi lebih efisien: Dengan mengetahui metrik ini, Anda bisa mengatur shift kerja dan menyeimbangkan beban di setiap stasiun produksi. Ini memastikan semua mesin bekerja optimal (tidak idle atau overload), dan menyesuaikan kecepatan produksi dengan kebutuhan.
  • Meningkatkan kepuasan pelanggan: Statistik menunjukan bahwa 90% pelanggan menganggap layanan yang instan sebagai hal yang penting. Produksi yang sesuai takt time memastikan pesanan selesai tepat waktu tanpa kelebihan stok. Hasilnya, pelanggan mendapatkan produk sesuai jadwal, meningkatkan kepercayaan dan kepuasan.
  • Membuat kualitas produk lebih konsisten: Ritme produksi stabil dari waktu kerja menjaga konsistensi kualitas. Misalnya, jika kualitas menurun saat produksi terlalu cepat, takt time bisa diatur ulang agar pekerja punya cukup waktu untuk kontrol kualitas.

Faktor-faktor yang memengaruhi takt time

  • Jumlah waktu kerja yang tersedia: Semakin banyak waktu kerja dalam sehari atau shift, semakin rendah waktu kerja yang bisa dicapai. Namun, ini juga bergantung pada waktu efektif setelah memperhitungkan jeda istirahat dan perawatan mesin.
  • Volume permintaan produk: Metrik ini sangat dipengaruhi oleh permintaan produk. Jika permintaan naik, takt time harus dipercepat, sedangkan jika permintaan turun, takt time bisa diperpanjang untuk menghindari overproduction.
  • Efisiensi dan kinerja mesin atau pekerja: Kinerja mesin dan pekerja yang efisien sangat menentukan hasil indikator ini. Mesin rusak atau pekerja yang kurang terlatih bisa memperlambat produksi dan meningkatkan takt time.
  • Variabilitas dalam proses produksi: Perubahan dalam bahan baku atau desain produk bisa memengaruhi waktu produksi ini. Semakin besar variabilitas, semakin sulit mempertahankan takt time yang konsisten, dan mungkin perlu penyesuaian pada proses produksi.

Perbedaan takt time vs cycle time

Takt time dan cycle time adalah dua konsep penting dalam manajemen produksi yang sering disalahartikan. Takt time adalah kecepatan ideal produksi yang harus dicapai agar dapat memenuhi permintaan pelanggan dalam waktu tertentu, dihitung dengan membagi total waktu kerja yang tersedia dengan jumlah unit yang harus diproduksi.

Sementara itu, cycle time adalah waktu aktual yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu unit produk dari awal hingga akhir proses produksi. Singkatnya, takt time berfokus pada kebutuhan pasar, sedangkan cycle time mencerminkan efisiensi operasional di lantai produksi. Untuk mencapai keseimbangan optimal, bisnis harus memastikan bahwa cycle time tidak melebihi takt time agar produksi tetap sesuai dengan permintaan tanpa kelebihan stok atau keterlambatan pengiriman.

Cara kerja takt time

Metrik ini biasanya dihitung dengan membagi total waktu kerja atau produksi yang tersedia dengan jumlah permintaan pelanggan. Namun, cara menghitung waktu kerja efektif bisa bervariasi, misalnya apakah waktu istirahat dimasukkan atau hanya waktu produksi saja.

Dalam produksi batch kecil atau produk kustom, formula ini mungkin perlu disesuaikan. Hal ini dilakukan untuk mempertimbangkan waktu tambahan, seperti pengaturan mesin atau pergantian produk.

Formula untuk takt time
  • Waktu Produksi Tersedia: Total waktu kerja efektif setelah dikurangi downtime atau jeda istirahat.
  • Permintaan Pelanggan: Jumlah unit yang harus diproduksi dalam periode tertentu.

Contoh penghitungan takt time

Skenario 1

Sebuah pabrik beroperasi selama 8 jam sehari, atau setara dengan 480 menit. Dalam waktu tersebut, pabrik perlu memproduksi 120 unit agar memenuhi permintaan pelanggan.

Takt Time = 480 menit / 120 unit = 4 menit / unit

Artinya, pabrik harus memproduksi satu unit setiap 4 menit untuk memenuhi permintaan pelanggan

Skenario 2

Sebuah pabrik beroperasi selama 8 jam per hari atau setara 480 menit. Namun, dengan efisiensi kerja 85%, waktu efektif yang tersedia hanya 408 menit. Untuk memenuhi permintaan 100 unit per hari, pabrik harus mengatur produksinya dengan cermat.

Takt Time = 480 menit x 0,85 / 100 unit = 408 menit / 100 unit = 4,08 menit / unit

Dengan efisiensi 85%, pabrik perlu menghasilkan satu unit dalam waktu sekitar 4,08 menit. Angka ini menunjukkan kecepatan produksi yang harus dijaga agar tetap efisien.

Skenario 3 

Sebuah pabrik beroperasi selama 8 jam per hari atau setara dengan 480 menit. Namun, ada 60 menit yang digunakan untuk istirahat dan perawatan mesin, sehingga waktu produksi efektif hanya 420 menit. Permintaan harian adalah 200 unit.

Takt Time = 480 menit – 60 menit / 200 unit = 2,1 menit / unit

Setiap unit harus selesai diproduksi dalam 2,1 menit agar permintaan terpenuhi. Angka ini sudah memperhitungkan waktu yang hilang karena kegiatan non-produksi.

Apa yang harus dilakukan untuk mengurangi takt time?

Hasil metrik yang ideal berbeda-beda tergantung kebutuhan industri, jenis produk, dan kerumitan proses produksi. Berikut beberapa contoh nilai yang ideal di berbagai industri:

Contoh waktu takt time yang ideal

Teknik optimasi untuk takt time

  • Tingkatkan Efisiensi Proses Produksi: Identifikasi dan hilangkan pemborosan di setiap tahap produksi untuk meningkatkan efisiensi. Gunakan prinsip Lean Manufacturing untuk mengurangi overproduction dan inventaris berlebih.
  • Pelatihan dan Peningkatan Kapabilitas Tim: Investasi dalam pelatihan karyawan bisa mempercepat penyelesaian tugas dan meningkatkan kualitas. Fokuskan program pelatihan pada keterampilan teknis, penggunaan peralatan baru, dan metode kerja yang efisien.
  • Perbaiki Layout Pabrik: Layout pabrik yang baik mengurangi waktu transportasi dan gerakan yang tidak perlu. Pertimbangkan pengaturan mesin dan prinsip 5S untuk menjaga area kerja tetap rapi dan efisien.
  • Terapkan Continuous Improvement (Kaizen): Kaizen mendorong perbaikan berkelanjutan melalui ide-ide kecil dari semua level karyawan. Dengan budaya Kaizen, perbaikan kecil setiap hari dapat mengurangi takt time secara signifikan.
  • Otomatiskan Produksi: Otomatisasi mengurangi ketergantungan pada kecepatan kerja manusia dan menjaga konsistensi produksi. Mulai dari otomatisasi proses sederhana hingga penggunaan robotika untuk produksi 24/7.

Mengurangi takt time Anda dengan software

Menghitung takt time secara manual sering kali tidak efisien karena memakan waktu dan rentan terhadap kesalahan. Dengan menggunakan software yang mendukung fungsi manufaktur, inventory, dan supply chain, Anda bisa mendapatkan data yang akurat dan real-time.

Namun, jika Anda memerlukan solusi yang lebih lengkap atau komprehensif, software ERP dapat membantu mengotomatisasi proses produksi sekaligus mengintegrasikan kebutuhan operasional Anda. Mengoptimalkan metrik ini memang tidak mudah, tetapi hasilnya sangat berarti. Proses yang lebih efisien meningkatkan respons ke pasar, kepuasan pelanggan, dan produktivitas sambil menekan biaya operasional.

Tim Insights Impact

Tim Insights Impact terdiri dari beragam individu profesional yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam berbagai aspek bisnis. Bersama-sama, kami berkomitmen untuk memberikan wawasan mendalam dan pemahaman yang berharga tentang berbagai topik terkait strategi bisnis dan tren industri yang relevan.

Blog

ERP (Enterprise Resource Planning) adalah software yang mengintegrasikan berbagai proses bisnis dalam satu sistem terpusat. Dengan ERP, operasi seperti keuangan, inventaris, dan produksi dapat dikelola secara lebih efisien.

Modul ERP adalah komponen yang dirancang untuk menangani fungsi tertentu, seperti penjualan atau pengelolaan stok. Modul ini membantu memenuhi kebutuhan spesifik tim dan mendukung kelancaran operasional bisnis.

Berikut 10 modul ERP, fungsi utamanya, fitur yang tersedia, serta laporan yang dapat dihasilkan dari modul tersebut.

Apa itu modul ERP?

Modul ERP (Enterprise Resource Planning) adalah komponen komponen utama dalam sistem ERP yang dirancang untuk mengelola berbagai aspek operasional bisnis dalam satu sistem terintegrasi.

Setiap modul dalam ERP memiliki fungsi spesifik yang membantu perusahaan mengotomatisasi, mengoptimalkan, dan menyelaraskan berbagai proses bisnis, seperti keuangan, sumber daya manusia, produksi, inventaris, pemasaran, hingga layanan pelanggan.

Namun, perusahaan harus memahami kebutuhan spesifiknya terlebih dahulu sebelum memilih modul ERP yang tepat. Setiap bisnis memiliki prioritas yang berbeda, seperti manajemen keuangan, pengelolaan inventaris, atau peningkatan layanan pelanggan.

Dengan memahami kebutuhan internal, perusahaan dapat memilih dan menggunakan ERP software yang memiliki modul paling relevan, sehingga investasi dalam program ERP benar-benar memberikan manfaat maksimal dalam meningkatkan produktivitas dan pengambilan keputusan berbasis data.

Modul-Modul ERP

1. Modul inventory

Modul ERP: Inventory

Modul ERP inventory digunakan oleh tim logistik dan gudang untuk mengelola persediaan dan memastikan stok tetap akurat. Tim bertanggung jawab untuk memastikan barang selalu tersedia, baik saat stok masuk maupun keluar. Modul ini mengumpulkan dan memperbarui data stok secara otomatis, seperti saat barang diterima atau terjual. Informasi selalu terupdate, menjaga sistem inventaris tetap teratur.

Fungsi Utama:

  • Manajemen Stok: Mengelola stok barang di gudang dan memastikan tingkat persediaan optimal.
  • Pencatatan Pergerakan Barang: Transaksi barang masuk dan keluar dicatat otomatis.
  • Pengaturan Lokasi Gudang: Menyusun barang secara efisien sesuai kategori.

Fitur Penting:

  • Pelacakan stok otomatis
  • Manajemen lokasi penyimpanan
  • Pemberitahuan stok habis
  • Dukungan multi-gudang
  • Batch & serial number tracking
  • Integrasi Barcode/RFID

Laporan yang Tersedia:

  • Laporan stok harian dan mingguan
  • Laporan pergerakan inventaris
  • Laporan persediaan tidak terjual
  • Analisis penggunaan ruang gudang
  • Laporan nilai inventaris berdasarkan kategori

2. Modul purchasing

Modul ERP purchasing

Modul ERP purchasing membantu tim pembelian dan procurement mengelola hubungan dengan vendor, memproses pemesanan barang, dan memastikan transparansi anggaran. Dengan integrasi data inventaris, modul ini mempermudah identifikasi kebutuhan stok dan pelacakan status pemesanan hingga barang diterima.

Fungsi Utama:

  • Manajemen Permintaan Pembelian: Mengatur permintaan barang dari berbagai departemen.
  • Pelacakan Pesanan: Memantau status pesanan dari awal hingga barang diterima.
  • Kontrol Anggaran: Memastikan pengeluaran sesuai rencana anggaran.

Fitur Penting:

  • Pembuatan pesanan otomatis
  • Integrasi dengan vendor
  • Persetujuan multi-level
  • Manajemen kontrak vendor
  • Pelacakan pengiriman barang

Laporan yang Tersedia:

  • Laporan permintaan pembelian
  • Laporan pesanan pembelian
  • Laporan anggaran pembelian
  • Laporan performa vendor
  • Laporan pengeluaran pembelian

3. Modul sales

Modul ERP sales

Modul sales membantu tim sales dan marketing mengelola seluruh proses penjualan, mulai dari prospek hingga transaksi. Tim dapat melacak aktivitas, mengelola pesanan, dan mempercepat proses transaksi untuk meningkatkan efisiensi.

Modul ERP ini biasanya terintegrasi dengan inventaris, CRM, dan akuntansi untuk memastikan alur kerja berjalan lancar. Dengan merekam aktivitas penjualan, modul ini membantu memantau target, menyusun strategi, dan memberikan data penting untuk pengambilan keputusan.

Fungsi Utama:

  • Manajemen Prospek dan Pelanggan: Memantau prospek dan data pelanggan untuk memaksimalkan transaksi.
  • Pengelolaan Pesanan Penjualan: Mengatur pesanan, harga, diskon, dan status pengiriman.

Fitur Penting:

  • Pengelolaan penawaran harga
  • Integrasi dengan inventaris, CRM, dan akuntansi
  • Manajemen diskon dan promosi
  • Pelacakan pengiriman pesanan
  • Pembuatan faktur otomatis

Laporan yang Tersedia:

  • Penjualan harian
  • Target penjualan
  • Data pelanggan
  • Produk terlaris
  • Tren penjualan

4. Modul accounting

Modul erp accounting

Modul accounting mempermudah tim keuangan mencatat transaksi dan menyusun laporan keuangan sesuai standar akuntansi. Sistem ini biasanya terintegrasi dengan modul lain untuk memastikan efisiensi data. Setiap transaksi tercatat secara otomatis, menghasilkan laporan real-time yang mendukung transparansi dan pengelolaan anggaran.

Fungsi Utama:

  • Pencatatan transaksi otomatis: Meminimalkan kesalahan manual.
  • Pelaporan keuangan real-time: Mendukung keputusan cepat dan akurat.

Fitur Penting:

  • Pembuatan laporan keuangan
  • Manajemen faktur dan pembayaran
  • Rekonsiliasi bank otomatis
  • Manajemen pajak
  • Pelacakan anggaran

Laporan yang Tersedia:

  • Laporan laba rugi
  • Laporan neraca keuangan
  • Laporan arus kas
  • Laporan transaksi harian
  • Laporan pajak

5. Modul manufacturing

Modul erp manufacturing

Modul ERP ini digunakan oleh seluruh tim produksi, mulai dari manajer pabrik hingga operator. Modul ini mengotomatisasi dan mengoptimalkan seluruh proses produksi, dari perencanaan hingga pelaksanaan.

Dengan modul manufaktur, jadwal produksi disusun berdasarkan permintaan penjualan dan kebutuhan bahan baku. Semua aktivitas produksi dipantau secara real-time untuk memastikan efisiensi dan mengurangi pemborosan.

Fungsi Utama:

  • Perencanaan Produksi: Menyusun jadwal produksi berdasarkan permintaan dan kapasitas.
  • Pengelolaan Sumber Daya: Mengoptimalkan bahan baku, tenaga kerja, dan mesin untuk efisiensi maksimal.

Fitur Penting:

  • Material Requirements Planning (MRP)
  • Bill of Materials (BOM)
  • Pengelolaan Work Order
  • Pelacakan Produksi
  • Capacity Management
  • Waste Management

Laporan yang Tersedia:

  • Laporan Produksi Harian
  • Laporan Pemakaian Bahan Baku
  • Laporan Efisiensi Produksi
  • Laporan Kapasitas Produksi
  • Laporan Kualitas Produk
  • Laporan Waktu Downtime

6. Customer Relationship Management (CRM)

Modul ERP CRM

Modul CRM digunakan oleh tim penjualan, pemasaran, dan customer service untuk membangun hubungan dengan pelanggan dan meningkatkan penjualan. Modul ini menyatukan data pelanggan dan interaksi dalam satu platform yang dapat diakses oleh tim untuk memperbarui status prospek dan mengelola pengaduan.

Fungsi Utama:

  • Manajemen Prospek: Mengelola informasi dan peluang bisnis baru.
  • Analisis Pelanggan: Wawasan mendalam mengenai perilaku pelanggan.
  • Manajemen Tindak Lanjut: Menjadwalkan tindak lanjut untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Fitur Penting:

  • Database Pelanggan Terpusat
  • Segmentasi Pelanggan
  • Marketing Terintegrasi
  • Automated Marketing
  • Analitik dan Pelaporan

Laporan yang Tersedia:

  • Performa Pelanggan
  • Aktivitas Pelanggan
  • Prospek dan Leads
  • Kepuasan Pelanggan
  • Kampanye Marketing
  • Analisis Tren Pelanggan

7. Modul omnichannel

Modul ERP omnichannel

Sama seperti CRM, modul ERP omnichannel digunakan oleh tim marketing, sales, dan customer service untuk mengintegrasikan berbagai saluran komunikasi, seperti toko fisik, situs web, media sosial, dan aplikasi mobile, dalam satu sistem. 

Semua data dari saluran ini diproses secara terpusat, memberikan pandangan menyeluruh tentang interaksi pelanggan agar perusahaan dapat memberikan penawaran dan dukungan yang relevan.

Fungsi Utama:

  • Pengelolaan Saluran Pemasaran: Menyelaraskan kampanye pemasaran di berbagai saluran.
  • Pengalaman Pelanggan yang Konsisten: Menyediakan pengalaman mulus di semua saluran.
  • Analisis Data Pelanggan: Mengumpulkan dan menganalisis data pelanggan.
  • Pelacakan Perjalanan Pelanggan: Memantau interaksi pelanggan untuk layanan lebih personal.

Fitur Penting:

  • Integrasi Multi-saluran
  • Pengalaman Pelanggan yang Terpersonalisasi
  • Pelacakan Inventaris secara Real-time
  • Marketing Terintegrasi
  • Analitik Lintas Saluran

Laporan yang Tersedia:

  • Penjualan lintas saluran
  • Pengalaman pelanggan
  • Efektivitas Kampanye Marketing
  • Customer Journey
  • Laporan Inventaris Omnichannel

8. Point of Sales (POS)

Modul ERP POS

Point of Sales (POS) digunakan oleh tim sales dan kasir untuk memproses transaksi di toko fisik atau gerai retail. Modul ERP ini memudahkan pengelolaan pembayaran, pencatatan transaksi, dan pembaruan stok secara otomatis saat barang terjual.

Sistem POS mencatat setiap transaksi dari pemilihan barang hingga pembayaran, dan memperbarui stok barang secara langsung. Data tersebut kemudian diteruskan ke modul akuntansi untuk pencatatan keuangan dan pelaporan.

Fungsi Utama:

  • Proses Transaksi Cepat: Mempermudah kasir dalam memproses transaksi, termasuk diskon dan promosi.
  • Manajemen Pembayaran: Mengelola berbagai metode pembayaran, seperti tunai, kartu kredit, dan dompet digital.
  • Pengelolaan Stok Real-Time: Memperbarui stok secara otomatis setelah transaksi, mencegah kekurangan atau kelebihan stok.

Fitur Penting:

  • Pencatatan Transaksi
  • Integrasi Pembayaran
  • Integrasi Stok dan Inventaris
  • Pengelolaan Diskon dan Promosi
  • Manajemen Transaksi dan Pengembalian
  • Antarmuka Pengguna Sederhana

Laporan yang Tersedia:

  • Penjualan Harian
  • Transaksi Pembayaran
  • Daftar Stok Barang
  • Laporan Kinerja Staf
  • Laporan Laba dan Rugi

9. Human Resources

Modul ERP HRIS

Modul ERP ini membantu tim human resources mengelola data karyawan, rekrutmen, penggajian, absensi, dan kinerja dalam satu sistem terintegrasi. Sistem ini mempermudah akses informasi secara cepat dan akurat dengan pembaruan data secara real-time. Fungsi utama modul HR mencakup pengelolaan data karyawan, penggajian otomatis, absensi, rekrutmen, dan manajemen kinerja.

Fungsi Utama:

  • Manajemen Data Karyawan: Mengelola informasi pribadi dan riwayat pekerjaan.
  • Penggajian dan Tunjangan: Penghitungan gaji dan pemotongan secara otomatis.
  • Absensi dan Cuti: Memantau kehadiran dan menghitung waktu cuti.
  • Rekrutmen dan Onboarding: Mengelola proses perekrutan dan orientasi.
  • Manajemen Kinerja: Evaluasi dan pengembangan karyawan.

Fitur Penting:

  • Manajemen Data Karyawan
  • Rekrutmen Terintegrasi
  • Penilaian Kinerja
  • Pemrosesan Payroll Otomatis
  • Pencatatan Absensi dan Cuti
  • Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

Laporan yang Tersedia:

  • Laporan Rekrutmen
  • Laporan Kinerja Karyawan
  • Laporan Kepuasan Karyawan
  • Laporan Pelatihan
  • Laporan Payroll
  • Laporan Absensi

10. Business dashboards

impact dashboard

Modul Business Dashboards memudahkan tim manajemen dan pengambil keputusan dalam memantau kinerja perusahaan. Modul ini mengintegrasikan data dari berbagai modul ERP, seperti keuangan, penjualan, inventaris, dan HR, ke dalam tampilan visual yang mudah dipahami. Dengan data real-time, pengguna dapat menganalisis grafik atau tabel secara cepat untuk mendukung keputusan berbasis data.

Fungsi Utama:

  • Pemantauan Kinerja Bisnis: Menyajikan metrik utama dalam satu tampilan.
  • Analisis Keuangan: Memberikan data arus kas dan perencanaan keuangan.
  • Pengelolaan Operasional: Memantau stok, pengiriman, dan kepuasan pelanggan.
  • Analisis Penjualan & Pemasaran: Mengukur efektivitas kampanye pemasaran.

Fitur Penting:

  • Visualisasi Data Interaktif
  • Real-time Data
  • Customizable Dashboards
  • Integrasi Modul ERP
  • Pengaturan KPI
  • Multi-Departemen

Laporan yang Tersedia:

  • Kinerja Bisnis
  • Laporan Keuangan
  • Laporan Penjualan
  • Kinerja Operasional
  • Kepuasan Pelanggan
  • Customer Insights

Key Takeaways

  1. ERP sebagai Sistem Terintegrasisistem ERP adalah perangkat lunak yang mengintegrasikan berbagai proses bisnis dalam satu sistem, membantu perusahaan mengelola operasi dengan lebih efisien.
  2. Peran Modul ERP – Modul ERP adalah komponen utama dalam sistem ERP yang dirancang untuk menangani fungsi spesifik, seperti keuangan, inventaris, produksi, dan hubungan pelanggan.
  3. Pemilihan Modul yang Tepat – Perusahaan harus memahami kebutuhannya sebelum memilih modul ERP agar sesuai dengan prioritas bisnis dan memberikan manfaat maksimal.
  4. Manfaat Modul ERP – Dengan modul ERP, perusahaan dapat mengotomatiskan proses, meningkatkan produktivitas, memastikan transparansi, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
  5. Jenis-Jenis Modul ERP – Terdapat berbagai modul ERP yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, seperti:
    • Inventory: Mengelola stok dan pergerakan barang.
    • Purchasing: Mengontrol proses pembelian dan anggaran.
    • Sales: Memantau aktivitas penjualan dan pelanggan.
    • Accounting: Mengelola transaksi keuangan dan laporan keuangan.
    • Manufacturing: Mengoptimalkan produksi dan penggunaan sumber daya.
    • CRM: Meningkatkan hubungan pelanggan dan prospek bisnis.
    • Omnichannel: Mengintegrasikan berbagai saluran penjualan dan komunikasi.
    • POS (Point of Sales): Memproses transaksi dan memperbarui stok secara real-time.
    • Human Resources: Mengelola karyawan, penggajian, dan kinerja.
    • Business Dashboards: Menyajikan data bisnis dalam bentuk visual untuk analisis mendalam.
  6. Fitur Modul ERP – Setiap modul memiliki fitur penting yang membantu otomatisasi dan efisiensi, seperti pelacakan stok otomatis, pengelolaan kontrak vendor, integrasi multi-saluran, dan analisis data real-time.
  7. Laporan Modul ERP – Modul ERP menyediakan berbagai laporan untuk mendukung keputusan bisnis, mulai dari laporan keuangan, penjualan, hingga analisis kepuasan pelanggan.
  8. Dampak Penggunaan ERP – Implementasi modul ERP yang tepat dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Tim Insights Impact

Tim Insights Impact terdiri dari beragam individu profesional yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam berbagai aspek bisnis. Bersama-sama, kami berkomitmen untuk memberikan wawasan mendalam dan pemahaman yang berharga tentang berbagai topik terkait strategi bisnis dan tren industri yang relevan.

Blog

Apa itu aplikasi stok barang?

Aplikasi stok barang adalah software yang memudahkan perusahaan memantau dan mengelola persediaan secara real-time sehingga stok selalu optimal dan terkontrol. Aplikasi ini membantu memastikan kebutuhan barang selalu tercatat dengan tepat.

Proses pencatatan inventaris menjadi otomatis dan mengurangi kesalahan manual. Hasilnya, operasional menjadi lebih efisien dan pelanggan mendapatkan layanan yang tepat waktu.

Selain itu, software stok barang juga membantu dalam proses pengelolaan siklus stok, termasuk penerimaan, penyimpanan, dan distribusi barang. Dengan fitur pelacakan yang akurat, perusahaan dapat mengidentifikasi stok yang bergerak cepat maupun yang jarang terjual, sehingga dapat mengambil keputusan pembelian yang lebih tepat.

Sistem ini memungkinkan perusahaan untuk mengatur peringatan stok minimum, mencegah kekurangan barang yang dapat menghambat operasional. Dengan laporan analitik yang komprehensif, manajemen dapat merencanakan strategi inventaris yang lebih efektif guna meningkatkan efisiensi dan profitabilitas bisnis.

Manfaat dari aplikasi stok barang

  • Meningkatkan Efisiensi Operasional: Otomatisasi pencatatan dan pelacakan stok menghemat waktu serta tenaga dalam pengelolaan inventaris. Proses operasional pun jadi lebih cepat, rapi, dan minim hambatan.
  • Mengurangi Kesalahan Pencatatan: Sistem digital meminimalisir risiko kesalahan yang sering terjadi pada pencatatan manual. Data stok menjadi lebih akurat, sehingga bisnis bisa berjalan lebih efisien.
  • Memudahkan Analisis dan Pengambilan Keputusan: Laporan real-time dan analisis data membantu manajemen memahami tren penggunaan stok. Perencanaan pembelian ulang jadi lebih tepat dan strategis.
  • Meningkatkan Pelayanan Pelanggan: Dengan stok yang selalu terkontrol, ketersediaan produk lebih terjamin. Pelanggan pun lebih puas karena bisa mendapatkan barang yang mereka butuhkan tanpa hambatan.

Jenis-jenis aplikasi stok barang

  • Sistem ERP: ERP (Enterprise Resource Planning) mengintegrasikan manajemen inventaris dengan keuangan, HR, dan rantai pasok dalam satu sistem. Solusi ini membantu bisnis meningkatkan efisiensi dan koordinasi antar departemen.
  • Software Berbasis Cloud: Aplikasi ini menyimpan data di cloud, memungkinkan akses kapan saja dari perangkat apa pun yang terhubung ke internet. Dengan model langganan fleksibel, bisnis dapat menghemat biaya tanpa investasi perangkat keras besar.
  • Aplikasi Sederhana: Cocok untuk bisnis dengan kebutuhan inventaris dasar, aplikasi ini menawarkan fitur seperti pelacakan stok dan manajemen order. Desainnya yang intuitif memudahkan penggunaan tanpa perlu keahlian teknis khusus.
  • Software Industri Spesifik: Dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri tertentu seperti manufaktur, retail, atau logistik, software ini menawarkan fitur yang lebih terfokus. Dengan sistem yang disesuaikan, operasional bisnis jadi lebih efisien dan sesuai standar industri.
  • Open-Source Software: Aplikasi open-source memberi kebebasan bagi bisnis untuk menyesuaikan sistem sesuai kebutuhan mereka. Dengan akses ke kode sumber, perusahaan dapat menambahkan fitur khusus tanpa tergantung pada vendor tertentu.
  • Mobile Inventory Apps: Aplikasi ini memungkinkan pengelolaan stok langsung dari perangkat seluler, memberikan fleksibilitas lebih bagi tim di lapangan. Cocok untuk bisnis yang membutuhkan akses cepat dan real-time, seperti distributor atau e-commerce.

Fitur utama aplikasi stok barang

  • Pelacakan Stok Real Time: Memungkinkan pemantauan pergerakan barang secara langsung di seluruh lokasi penyimpanan sehingga data inventaris selalu terbarui untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.
  • Management Order dan Fulfillment: Mengintegrasikan proses pemesanan hingga pengiriman sehingga meminimalkan keterlambatan dan kesalahan dalam pemenuhan pesanan pelanggan.
  • Manajemen Multi Gudang: Menyediakan kontrol terpusat untuk mengelola persediaan di berbagai gudang, memudahkan alokasi stok dan memastikan ketersediaan barang secara optimal di setiap lokasi.
  • Barcode dan RFID Scanning: Menggunakan teknologi pemindaian untuk mempercepat pencatatan dan verifikasi data stok, meningkatkan akurasi, mempercepat proses stock opname, serta mengurangi risiko kesalahan input data.

Kriteria penilaian aplikasi stok barang terbaik

Memilih aplikasi stok barang yang tepat memerlukan pertimbangan menyeluruh, terutama terkait integrasi dengan sistem operasional bisnis seperti e-commerce, POS (Point of Sale), manajemen rantai pasok, atau platform logistik. Selain itu, kepatuhan terhadap kebutuhan spesifik industri dan kemampuan untuk mendukung pertumbuhan bisnis juga menjadi faktor utama.

Berikut adalah 5 kriteria penilaian aplikasis stok barang terbaik versi kami:

  1. Fitur
  2. Harga
  3. Skalabilitas
  4. Implementasi & Dukungan
  5. Pengalaman Pengguna

1. Fitur

Aplikasi stok barang harus memiliki fitur yang sesuai dengan kompleksitas operasional bisnis, seperti pelacakan stok real-time, manajemen multi-gudang, integrasi dengan marketplace, barcode scanning, dan prediksi permintaan (demand forecasting). Fitur-fitur ini penting untuk meminimalkan kesalahan inventaris, mengoptimalkan rantai pasok, dan memastikan kepatuhan dengan standar pelaporan lokal (misalnya, pelacakan stok untuk audit atau regulasi industri).

2. Harga

Prioritaskan nilai jangka panjang daripada harga termurah. Pertimbangkan biaya total, termasuk lisensi/langganan, implementasi, pelatihan, dan biaya tambahan untuk integrasi atau fitur khusus. Misalnya, aplikasi stok barang berbasis cloud mungkin lebih terjangkau untuk UMKM, sementara ERP sistem memerlukan investasi besar namun menyediakan solusi menyeluruh untuk perusahaan skala enterprise.

3. Skalabilitas

Pastikan aplikasi stok barang dapat menyesuaikan diri dengan pertumbuhan bisnis, seperti penambahan jumlah produk, gudang, atau perluasan ke pasar baru. Sistem yang scalable memungkinkan integrasi dengan tools baru (misalnya, sistem produksi atau logistik) tanpa mengganggu operasional yang sudah berjalan.

4. Implementasi & Dukungan

Pilih vendor aplikasi stok barang yang menyediakan dukungan teknis responsif dan memahami tantangan bisnis di Indonesia, seperti manajemen stok untuk wilayah geografis luas atau integrasi dengan platform lokal. Proses implementasi yang cepat dan pelatihan yang memadai akan meminimalkan downtime dan memastikan adopsi yang lancar oleh tim.

5. Pengalaman Pengguna

Antarmuka yang intuitif dan mudah dipelajari sangat penting, terutama untuk tim lapangan atau karyawan tanpa latar belakang IT. Fitur seperti akses mobile, dashboard visual, atau notifikasi otomatis akan meningkatkan produktivitas dan mengurangi risiko kesalahan input data

Disclaimer: Ini adalah gambaran umum berdasarkan kriteria yang kami nilai penting, namun setiap perusahaan memiliki kebutuhan dan prioritas yang berbeda. Beberapa mungkin lebih memprioritaskan fitur, sementara yang lain fokus pada harga atau dukungan. Kami menyarankan untuk berkonsultasi dengan vendor untuk menemukan aplikasi stok barang yang paling sesuai dengan kebutuhan spesifik perusahaan Anda.

10 aplikasi stok barang terbaik

Nama SoftwareTerbaik UntukFitur UnggulanHarga (Perkiraan)
SAP S/4 HANAPerusahaan BesarAI-driven inventory optimizationCustom
Microsoft Dynamics 365Pengguna Microsoft EcosystemIntegrasi end-to-end dengan CRMDari $180/bulan
AnchantoE-commerce & LogistikManajemen gudang omnichannelHarus menghubungi vendor
Impact ERPTransformasi DigitalModul ERP lengkap Custom 
IFSKustomisasiFungsionalitas spesifik untuk industriHarus menghubungi vendor
AcumaticaUser experienceCloud ERP dengan tampilan mudahHarus menghubungi vendor
InforSolusi berbasis cloudAnalitik mendalamHarus menghubungi vendor
EpicorPerusahaan DistribusiFitur Lengkap dari Manufaktur hingga CRMHarus menghubungi vendor
Zoho InventoryUMKM & E-CommerceIntegrasi marketplace & dropshipGratis; paket berbayar dari $29/bulan
SortlyBisnis MikroFitur pelacakan yang kuatGratis; paket berbayar dari $49/bulan

1. SAP S/4 HANA

Terbaik untuk perusahaan besar

aplikasi inventaris SAP S/4 HANA

SAP S/4HANA memiliki modul Materials Management yang membantu perusahaan mengelola persediaan dengan lebih efisien. Dengan pemrosesan data real-time, bisnis dapat mengoptimalkan pengadaan, penyimpanan, dan distribusi material secara lebih cepat dan akurat.

KelebihanKekurangan
Real-time data processingImplementasi yang kompleks
Integrasi end-to-endBiaya yang tinggi
Pengelolaan pengadaan yang efisien dan akuratKebutuhan untuk pelatihan
Kemampuan mengelola biayaKetergantungan pada infrastruktur IT

Harga: 

SAP menawarkan dua model harga: Lisensi Perpetual dan Berlangganan Cloud. Lisensi Perpetual mulai dari $100,000 hingga $300,000, sementara Berlangganan Cloud berkisar $2,000–$5,000 per bulan. Ada juga biaya implementasi dan konsultasi yang bisa mencapai $1,000,000, tergantung kompleksitas bisnis. Selain itu, biaya pemeliharaan dan pembaruan biasanya 22%–25% dari harga lisensi awal.

Cocok untuk

SAP S/4 Hana cocok untuk perusahaan besar yang butuh sistem ERP terintegrasi agar operasional bisnis tetap efisien. Solusi ini membantu mengelola proses yang kompleks, dari keuangan hingga rantai pasok, dalam satu platform.

2. Dynamics 365

Terbaik untuk perusahaan dengan ekosistem Microsoft

aplikasi stok barang dynamics 365

Microsoft Dynamics 365 Supply Chain Management (D365 SCM) adalah sistem ERP berbasis cloud yang membantu perusahaan mengelola rantai pasokan mulai dari pengadaan hingga pengiriman. Sistem ini memudahkan pemantauan dan pengendalian proses agar berjalan lebih efisien.

Dibangun di atas Microsoft Azure, D365 SCM terintegrasi dengan aplikasi dan layanan lain dari Microsoft. Integrasi ini memungkinkan akses data secara real-time dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.

KelebihanKekurangan
Integrasi dengan siste MicrosoftBiaya yang tinggi
Fleksibilitas yang tinggi untuk kustomisasiKurva pembelajaran yang tinggi
Fitur perencanaan dan pemantauan yang canggihKompleksitas untuk integrasi dengan sistem lama
Pengelolaan supply chain yang holistikKeterbatasan fungsi tertentu

Harga:

Microsoft Dynamics 365 Supply Chain Management menggunakan model berlangganan berbasis cloud, dengan harga yang disesuaikan menurut ukuran organisasi, jumlah pengguna, dan fitur yang dipilih (kisaran biaya dasar per pengguna sekitar $180-$210 per bulan). Selain itu, ada biaya tambahan untuk implementasi, pelatihan, kustomisasi, dan integrasi dengan sistem lain.

Cocok untuk

D365 SCM adalah solusi tepat untuk perusahaan dengan rantai pasokan kompleks, terutama bagi yang beroperasi lintas negara atau memiliki banyak lini produk. Jika Anda sudah menggunakan Microsoft Office 365, Power BI, dan Teams, sistem ini akan memudahkan integrasi dan meningkatkan efisiensi operasional.

3. Anchanto

Terbaik untuk eCommerce 

aplikasi stok barang anchanto

Anchanto adalah aplikasi stok barang yang dibuat untuk mendukung bisnis logistik dan e-commerce. Aplikasi ini membantu meningkatkan efisiensi penjualan online serta pengelolaan inventaris dan operasi gudang.

Anchanto mengotomatisasi pencatatan stok dan menyinkronkan data secara real-time di berbagai saluran penjualan. Dengan begitu, pengelolaan inventaris menjadi lebih mudah dan terintegrasi.

KelebihanKekurangan
Platform yang komprehensifKurangnya transparansi harga
Skalabilitas yang tinggiKetergantungan pada internet
Dapat diintegrasikan dengan berbagai channel
Berpengalaman di kawasan ASEAN

Harga: 

Tidak ada informasi, harus menghubungi vendor.

Cocok untuk

Anchanto adalah solusi tepat bagi bisnis retail, logistik pihak ketiga, dan e-commerce yang ingin mengelola inventaris secara terintegrasi. Platform ini membantu meningkatkan efisiensi operasional dan mencegah risiko kelebihan atau kekurangan stok.

4. Impact

Terbaik untuk transformasi digital

apllikasi stok barang impact

Impact adalah sistem ERP yang dikembangkan untuk perusahaan menengah ke atas di Indonesia. Sistem ini dirancang dengan penyesuaian lokal dan menyediakan fitur seperti mobile app untuk top management, CRM, WMS, dan HRIS yang mudah dipahami.

Selain itu, aplikasi stok barang Impact menyertakan laporan dan fitur khusus untuk sektor seperti manufaktur, ritel besar, konstruksi, healthcare, tekstil, dan organisasi non-profit. Fokusnya adalah membantu pengguna mengelola operasional perusahaan dengan lebih efisien.

KelebihanKekurangan
Memiliki fitur yang lengkapTidak cocok untuk bisnis berskala kecil
Biaya yang efektifTidak cocok untuk bisnis yang tidak mencari transformasi digital
Fleksibilitas untuk melakukan kustomisasiBiaya implementasi
Dikembangkan untuk bisnis di Indonesia

Harga:

Harga Impact tidak ditentukan oleh jumlah pengguna, sehingga sangat cocok untuk perusahaan dengan basis karyawan yang besar. Dengan fokus pada transformasi digital, tarif ERP ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik seperti optimalisasi proses dan tata letak gudang, peramalan inventaris, pengelolaan vendor, serta pembuatan laporan.

Cocok untuk:

Impact cocok untuk perusahaan menengah ke atas yang ingin bertransformasi digital dengan fitur lengkap, termasuk mobile app untuk top management dan dukungan tim implementasi berpengalaman dalam mengoptimalkan proses gudang. Dengan harga yang tidak bergantung pada jumlah pengguna serta kemampuan analitik dan integrasi menyeluruh, solusi ini sangat ideal bagi organisasi dengan banyak karyawan dan kebutuhan bisnis yang kompleks.

5. IFS

Terbaik untuk kustomisasi

aplikasi stok barang ifs

IFS ERP adalah sistem ERP yang menyatukan berbagai fungsi bisnis dalam satu platform agar perusahaan dapat beroperasi lebih efisien. Modul-modul seperti manajemen keuangan, rantai pasokan, produksi, penjualan, pemasaran, proyek, SDM, dan layanan memudahkan pengelolaan operasional sehari-hari.

Pendekatan modular memungkinkan perusahaan memilih fitur sesuai kebutuhan, sehingga solusi ini cocok untuk industri seperti manufaktur, konstruksi, dirgantara, pertahanan, dan utilitas. IFS ERP dirancang agar mudah diintegrasikan dan diadaptasi, mendukung pertumbuhan dan daya saing perusahaan di pasar global.

KelebihanKekurangan
Memenuhi kebutuhan spesifik industriKompleksitas dalam implementasi
Desain modular yang menawarkan fleksibilitasBiaya implementasi yang tinggi
Tampilan yang mudah untuk digunakanWaktu kustomisasi yang memakan waktu lama
Fungsionalitas yang komprehensif

Harga

Tidak ada informasi

Cocok untuk:

IFS ERP cocok untuk perusahaan menengah hingga besar di industri kompleks seperti manufaktur, konstruksi, dan dirgantara. Meskipun implementasinya menantang dan biayanya tinggi, fleksibilitas serta fungsionalitas spesifiknya membuatnya pilihan tepat untuk optimalkan operasional.

6. Acumatica

Terbaik untuk user experience

aplikasi stok barang acumatica

Acumatica ERP adalah solusi berbasis cloud yang membantu bisnis mengelola operasional dalam satu platform terintegrasi. Berbagai modul ERP ini menyederhanakan pengelolaan keuangan, distribusi, manufaktur, proyek, dan layanan pelanggan.

Dengan modul-modul yang bisa disesuaikan, Acumatica mudah diadaptasi sesuai kebutuhan setiap industri. Acumatica ERP memungkinkan bisnis fokus pada pengembangan usaha tanpa ribet mengelola sistem yang berbeda-beda.

KelebihanKekurangan
Fleksibilitas untuk implementasiBiaya implementasi awal yang tinggi
Memiliki tampilan yang mudah untuk digunakanKeterbatasan dalam fitur spesifik industri
Memiliki skalabilitas yang tinggiKompleksitas dalam kustomisasi
Biaya yang berbasis penggunaan

Harga:

Acumatica menerapkan tarif berbasis penggunaan, sehingga biaya dihitung sesuai tingkat pemanfaatan sumber daya. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penawaran, segera hubungi perwakilan atau mitra resmi Acumatica.

Cocok untuk:

Acumatica adalah pilihan  yang tepat untuk perusahaan menengah. Platform ini meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung pertumbuhan bisnis dengan akses multi perangkat.

7. Infor

Terbaik untuk solusi berbasis cloud

aplikasi stok barang infor
Sumber: infor.com

Infor adalah software berbasis cloud yang membantu mengelola rantai pasokan dan inventaris bagi perusahaan manufaktur dan distribusi. Dengan antarmuka yang sederhana, Infor mempermudah operasional dan membuat proses bisnis berjalan lebih efisien.

Sistem ini hadir dengan modul-modul khusus yang disesuaikan untuk kebutuhan tiap sektor. Hasilnya, perusahaan bisa mengoptimalkan proses operasional dengan mudah dan cepat.

KelebihanKekurangan
Memiliki modul khusus untuk setiap industriKompleksitas dalam implementasi
Fitur analitik mendalamBiaya implementasi yang tinggi
Dukungan rantai pasokan globalKeterbatasan dalam kustomisasi

Harga:

Tidak ada informasi.

Cocok untuk:

Infor adalah solusi tepat bagi perusahaan menengah hingga besar yang ingin mengoptimalkan proses bisnis mereka. Platform ini cocok untuk industri manufaktur, distribusi, kesehatan, dan sektor publik.

8. Epicor

Terbaik untuk perusahaan distribusi dengan operasi kompleks

aplikasi stok barang epicor
Sumber: epicor.com

Epicor ERP adalah software yang mengintegrasikan berbagai proses bisnis dalam satu sistem terpusat, sehingga memudahkan pengelolaan data dan operasional. Dengan sistem ini, perusahaan dapat memantau dan mengorganisir aktivitasnya dengan lebih sederhana. Epicor sering digunakan di sektor manufaktur, distribusi, retail, dan layanan. 

KelebihanKekurangan
Fitur lengkap dari manajemen manufaktur hingga CRMKompleks untuk digunakan oleh UKM
Dapat dikustomisasi secara mendalamBiaya tambahan untuk menambah modul
Integrasi yang modularTak ada flowchart proses standar

Harga:

Tidak ada informasi. 

Cocok untuk:

Epicor ideal untuk perusahaan dengan operasi kompleks yang membutuhkan solusi terintegrasi guna mengelola proses manufaktur dan distribusi secara menyeluruh, serta mengoptimalkan efisiensi dan produktivitas operasional.

9. Zoho Inventory

Terbaik untuk usaha kecil 

zoho inventory

Zoho Inventory adalah aplikasi manajemen inventaris berbasis cloud yang didesain untuk usaha kecil hingga menengah. Aplikasi ini membantu melacak stok barang dan pengelolaan pesanan secara real-time.

Terintegrasi dengan berbagai platform e-commerce dan sistem pembayaran, Zoho Inventory menyederhanakan proses order hingga pemenuhan pesanan. Hal ini menjaga ketersediaan produk dan meningkatkan efisiensi operasional.

KelebihanKekurangan
Integrasi multi-channel yang luasTidak cocok untuk bisnis berskala besar
Antarmuka yang ramah penggunaRespon customer service yang lambat
Fitur lengkap untuk bisnis kecilHarus bayar ekstra untuk fitur tambahan
Skalabilitas yang baik

Harga:

Zoho Inventory tersedia secara gratis untuk fitur dasar, sementara Paket Standard seharga $29/bulan (ditagih tahunan) menawarkan fitur dengan batasan jumlah pesanan dan label pengiriman. Untuk kebutuhan yang lebih lengkap, Paket Professional ($79/bulan, ditagih tahunan) menyediakan batch tracking serta serial number tracking, sedangkan Paket Premium ($129/bulan, ditagih tahunan) ideal untuk bisnis besar dengan manajemen inventaris yang lebih kompleks.

Cocok untuk

Zoho Inventory sangat cocok untuk usaha dan distributor kecil, serta e-commerce yang memerlukan pengelolaan stok efisien serta integrasi mudah dengan sistem penjualan online. Platform ini memfasilitasi pengelolaan stok secara real-time tanpa investasi awal besar, sehingga operasional bisnis dapat berjalan lebih lancar.

10. Sortly

Terbaik untuk bisnis mikro

aplikasi stok barang sortly
Sumber: sortly.com

Sortly adalah aplikasi stok barang dengan antarmuka intuitif yang membuat pengelolaan inventaris fisik jadi lebih mudah. plikasi ini menggunakan teknologi pemindaian barcode untuk melacak pergerakan stok secara akurat.

Sortly dapat digunakan untuk mengelola inventaris usaha kecil maupun perorangan. Fitur-fitur yang ada membantu mengurangi kesalahan pencatatan dan menyederhanakan pengelolaan persediaan.

KelebihanKekurangan
Antarmuka yang intuitifBatasan pada paket gratis
Fitur pelacakan yang kuatTidak cocok untuk perusahaan besar
Aksesibilitas mobile

Harga

Sortly menawarkan paket harga fleksibel: Gratis untuk bisnis kecil, Advanced ($49/bulan) untuk 1.000 item dan 3 lisensi, Ultra ($149/bulan) untuk 2.000 item dan 5 lisensi, serta Premium ($299/bulan) untuk 5.000 item dan 8 lisensi.

Cocok untuk

Sortly cocok untuk usaha kecil, pemilik bisnis ritel, dan individu yang mengelola inventaris sederhana. Aplikasi ini membantu memantau stok barang dengan antarmuka yang mudah dipahami dan proses yang sederhana.

Saran untuk memilih aplikasi stok barang

Dalam mengelola stok barang, banyak perusahaan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kurangnya analisis kebutuhan hingga minimnya perhatian terhadap integrasi sistem. Beberapa kesalahan umum yang sering terjadi adalah tidak melakukan evaluasi kebutuhan operasional secara menyeluruh, mengabaikan uji coba aplikasi stok barang, serta kurang memperhatikan kemampuan integrasi dan skalabilitas. Kesalahan-kesalahan ini dapat menghambat efisiensi kerja dan menimbulkan biaya tambahan.

Oleh karena itu, kami telah menyusun beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih aplikasi stok barang agar tidak salah pilih.

  • Kurangnya Analisis Kebutuhan: Banyak perusahaan langsung memilih aplikasi stok barang tanpa menganalisis kebutuhan operasional secara mendalam. Tanpa analisis yang tepat, aplikasi yang dipilih bisa jadi tidak sesuai dengan alur kerja yang ada. Lakukan evaluasi menyeluruh terhadap alur kerja, skala bisnis, dan kebutuhan integrasi. Dengan begitu, aplikasi yang digunakan akan lebih mendukung kegiatan operasional Anda.
  • Tidak Memanfaatkan Uji Coba atau Demo: Seringkali perusahaan membeli aplikasi tanpa mencoba versi demo atau trial terlebih dahulu. Hal ini meningkatkan risiko aplikasi tidak cocok dengan workflow yang ada. Manfaatkan demo untuk menguji fitur, antarmuka, dan kemudahan penggunaan. Dengan uji coba, Anda bisa memastikan aplikasi benar-benar sesuai sebelum melakukan investasi.
  • Mengabaikan Kemampuan Integrasi: Beberapa perusahaan memilih aplikasi yang tidak kompatibel dengan sistem ERP, CRM, atau software lain yang sudah berjalan. Akibatnya, data menjadi terfragmentasi dan alur kerja terganggu. Pastikan aplikasi stok barang dapat terintegrasi dengan sistem lain yang Anda gunakan. Integrasi yang baik akan mendukung proses pertukaran data secara lancar dan meningkatkan efisiensi operasional.
  • Tidak Memperhatikan Skalabilitas: Banyak perusahaan mengabaikan pertanyaan apakah aplikasi yang dipilih dapat mendukung pertumbuhan bisnis di masa depan. Tanpa mempertimbangkan skalabilitas, Anda mungkin harus berganti sistem ketika volume transaksi meningkat. Pilih aplikasi dengan kemampuan skalabilitas dan fleksibilitas tinggi. Ini akan membantu mengakomodasi ekspansi operasional seiring pertumbuhan bisnis Anda.
  • Mengabaikan Dukungan Teknis dan Keamanan Data:
    Sering terjadi ketika perusahaan tidak menilai kualitas dukungan teknis dan fitur keamanan data yang ditawarkan oleh vendor. Hal ini menyulitkan ketika masalah teknis atau isu keamanan muncul. Pastikan vendor menyediakan layanan dukungan teknis yang responsif serta fitur keamanan data yang kuat. Dengan dukungan dan keamanan yang handal, informasi bisnis Anda akan terlindungi dengan lebih optimal.

Jika Anda mencari solusi untuk mengatasi masalah pengelolaan stok yang spesifik, aplikasi stok barang dengan fitur terfokus dapat menjadi pilihan tepat untuk memenuhi kebutuhan operasional harian Anda. Namun, jika tujuan Anda adalah mencapai transformasi digital menyeluruh dalam perusahaan, kami menyarankan untuk mempertimbangkan implementasi sistem ERP yang terintegrasi, yang tidak hanya mengelola stok tetapi juga mengoptimalkan seluruh proses bisnis.

Impact ERP dioptimalkan untuk transformasi digital karena kemampuannya dalam mengintegrasikan data secara real-time, menyediakan analitik mendalam, serta mendukung pertumbuhan bisnis melalui skalabilitas dan fleksibilitas operasional yang tinggi. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana Impact bisa membantu bisnis Anda, klik di sini untuk informasi lebih lanjut atau hubungi tim kami.

Tim Insights Impact

Tim Insights Impact terdiri dari beragam individu profesional yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam berbagai aspek bisnis. Bersama-sama, kami berkomitmen untuk memberikan wawasan mendalam dan pemahaman yang berharga tentang berbagai topik terkait strategi bisnis dan tren industri yang relevan.

Blog

Apa itu laporan keuangan perusahaan manufaktur?

Laporan keuangan perusahaan manufaktur adalah dokumen yang mencatat informasi keuangan terkait produksi dan operasional dalam periode tertentu. Dokumen ini membantu perusahaan manufaktur memahami kondisi keuangan mereka, mulai dari aset hingga laba.

Tidak seperti industri lainnya, laporan keuangan perusahaan manufaktur lebih fokus pada detail biaya produksi dan persediaan. Hal ini mencakup bahan baku, tenaga kerja, serta biaya overhead yang sering kali lebih kompleks.

Manfaat dari laporan keuangan perusahaan manufaktur

  • Optimasi Pengambilan Keputusan: Laporan keuangan perusahaan manufaktur yang akurat membantu Anda membuat keputusan strategis, seperti memperluas produksi atau menginvestasikan teknologi baru. Ini menjadi fondasi untuk menjalankan bisnis dengan lebih cerdas dan terarah.
  • Pengelolaan Keuangan Efisien: Dengan laporan keuangan perusahaan manufaktur, Anda bisa memantau arus kas, profitabilitas, dan biaya produksi secara detail. Ini mempermudah Anda menemukan peluang untuk mengurangi biaya atau meningkatkan efisiensi operasional.
  • Indikator Kinerja Bisnis: Laporan keuangan menunjukkan performa perusahaan Anda melalui data objektif seperti return on assets (ROA), return on equity (ROE), dan margin laba. Anda bisa membandingkan pencapaian perusahaan dengan pesaing atau standar industri untuk menilai daya saing.
  • Perencanaan dan Prediksi: Tren pendapatan dan biaya membantu Anda membuat proyeksi yang lebih akurat. Ini penting untuk menyusun anggaran, menghadapi fluktuasi musiman, atau mempersiapkan strategi menghadapi perubahan ekonomi.

Cara membuat laporan keuangan perusahaan manufaktur

Jenis-jenis laporan keuangan

Laporan keuangan perusahaan manufaktur mencakup beberapa jenis yang memberikan gambaran jelas tentang kondisi keuangan dan kinerja operasional. Berikut ini adalah beberapa laporan keuangan yang biasa digunakan dalam perusahaan manufaktur:

1. Laporan Biaya Produksi

Laporan biaya produksi menyajikan rincian biaya yang terkait langsung dengan proses produksi. Laporan ini membantu dalam mengidentifikasi efisiensi operasional dan menentukan struktur biaya produksi.

Yang Termasuk dalam Laporan Ini:

  • Biaya Bahan Baku
  • Biaya Tenaga Kerja Langsung
  • Biaya Overhead Pabrik

2. Laporan Harga Pokok Produksi (COGM)

Laporan ini menunjukkan total biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi barang dalam periode tertentu, mencakup biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik. Laporan ini penting untuk memahami struktur biaya dan menentukan harga jual yang tepat.

Yang Termasuk dalam Laporan Ini:

  • Biaya bahan baku yang digunakan
  • Tenaga kerja langsung yang terlibat
  • Overhead pabrik (listrik, pemeliharaan mesin)

3. Laporan Harga Pokok Penjualan (COGS)

Laporan ini menghitung biaya yang harus dikeluarkan untuk menjual produk, berdasarkan harga pokok produksi dan penyesuaian persediaan. Laporan ini memberikan gambaran tentang margin kotor dan efisiensi penjualan produk.

Yang Termasuk dalam Laporan Ini:

  • Harga Pokok Produksi
  • Penyesuaian Persediaan (Awal dan Akhir)
  • Total Biaya Penjualan

4. Laporan Laba Rugi (Income Statement)

Laporan laba rugi menggambarkan kinerja keuangan perusahaan, dengan menunjukkan pendapatan dan pengeluaran serta laba atau rugi yang dihasilkan. Ini membantu manajemen mengevaluasi kinerja dan menentukan apakah perusahaan menghasilkan laba yang memadai.

Yang Termasuk dalam Laporan Ini:

  • Pendapatan penjualan
  • Harga pokok penjualan (HPP) / Cost of Goods Sold (COGS)
  • Laba kotor, operasional, dan bersih
  • Beban administrasi dan pemasaran

5. Neraca (Balance Sheet)

Laporan neraca menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada suatu waktu, mencatat aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan. Ini memberikan gambaran tentang likuiditas dan solvabilitas perusahaan.

Yang Termasuk dalam Laporan Ini:

  • Aset: lancar (kas, piutang) dan tetap (tanah, mesin)
  • Kewajiban: utang jangka pendek dan panjang
  • Ekuitas: modal dan laba ditahan

6. Laporan Perubahan Ekuitas (Statement of Changes in Equity)

Laporan ini menunjukkan perubahan ekuitas perusahaan, termasuk penambahan atau pengurangan modal akibat laba atau rugi, dividen, dan transaksi lainnya. Laporan perubahan ekuitas membantu pemangku kepentingan memahami dampak laba/kerugian terhadap investasi mereka.

Yang Termasuk dalam Laporan Ini:

  • Laba atau rugi bersih
  • Dividen yang dibayarkan
  • Penambahan atau pengurangan modal
  • Perubahan nilai ekuitas lainnya

Langkah yang harus dilakukan

1. Pengumpulan data

Pengumpulan data adalah langkah pertama yang memastikan laporan keuangan akurat dan dapat diandalkan. Anda perlu mengumpulkan semua transaksi keuangan, seperti faktur penjualan, bukti pembelian bahan baku, serta dokumen pendukung lainnya dari berbagai departemen.

Selain mengumpulkan, Anda juga harus memastikan validitas setiap dokumen agar tidak ada kesalahan yang berdampak pada laporan akhir. Dengan data yang lengkap dan terstruktur, proses pencatatan jadi lebih mudah, terutama jika didukung oleh software akuntansi yang mengotomatiskan pengolahan data.

2. Klasifikasi dan pencatatan

Setelah data terkumpul, langkah selanjutnya adalah mengelompokkannya berdasarkan jenis transaksi dan kategori keuangan. Dengan klasifikasi yang tepat, data mentah bisa diubah menjadi informasi yang lebih terstruktur dan mudah dianalisis.

Proses ini membantu memastikan setiap transaksi dicatat sesuai standar akuntansi, sehingga laporan keuangan perusahaan manufaktur lebih akurat. Selain itu, klasifikasi yang jelas memudahkan identifikasi biaya produksi, pendapatan, dan pengeluaran lainnya.

3. Penyusunan draf laporan

Penyusunan draft laporan menggabungkan semua data yang telah dikumpulkan ke dalam format laporan keuangan standar. Laporan laba rugi, neraca, dan arus kas disusun secara sistematis untuk memberikan gambaran awal kondisi keuangan perusahaan.

Draft ini berfungsi sebagai kerangka awal yang akan diperiksa dan disempurnakan sebelum finalisasi. Proses perbaikan memastikan setiap informasi tercatat dengan tepat dan akurat.

4. Review dan analisis

Setelah menyusun draft laporan, langkah selanjutnya adalah melakukan review menyeluruh untuk memastikan data akurat dan konsisten. Tim, baik auditor internal maupun keuangan independen, memeriksa silang data dengan dokumen sumber untuk menemukan kesalahan atau ketidaksesuaian.

Kemudian, dilakukan analisis mendalam untuk memahami tren keuangan dan membandingkan data antar periode. Proses ini mencakup pemeriksaan variansi antara anggaran dan realisasi, sehingga manajemen dapat segera mengetahui area yang perlu diperbaiki.

5. Finalisasi dan pelaporan

Finalisasi berarti menggabungkan semua masukan dan koreksi agar laporan sesuai dengan standar akuntansi. Pastikan setiap data sudah lengkap dan bebas dari kesalahan supaya laporan benar-benar kredibel.

Setelah itu, laporan disiapkan untuk pemangku kepentingan internal dan eksternal. Penyampaian yang tepat waktu dan transparan membantu pengambilan keputusan strategis serta menjaga kepercayaan terhadap kondisi keuangan perusahaan.

Best practices dalam membuat laporan keuangan perusahaan manufaktur

Standarisasikan pencatatan transaksi

Banyak perusahaan manufaktur kesulitan karena pencatatan transaksi yang tidak seragam, membuat data sulit dianalisis dan rentan kesalahan. Setiap departemen sering memakai metode berbeda, sehingga informasi keuangan jadi tidak sinkron.

Solusinya, tetapkan standar pencatatan yang sama di seluruh bagian perusahaan agar data lebih rapi dan mudah dibandingkan. Dengan pedoman akuntansi yang jelas, transaksi tercatat lebih akurat, meminimalkan kesalahan, dan mempermudah pengambilan keputusan.

Bangun sistem pengendalian internal yang kuat

Kesalahan pencatatan atau manipulasi data sering terjadi karena kurangnya sistem pengawasan yang ketat. Tanpa kontrol yang baik, risiko kecurangan semakin besar dan bisa merugikan bisnis dalam jangka panjang.

Terapkan sistem pengendalian internal dengan prosedur verifikasi dan pemantauan rutin di setiap tahap pencatatan. Dengan begitu, penyimpangan bisa dideteksi lebih awal, sehingga laporan keuangan perusahaan manufaktur tetap akurat dan terpercaya.

Lakukan audit rutin

Minimnya audit internal bisa membuat kesalahan atau kecurangan luput dari perhatian, yang pada akhirnya merusak keakuratan laporan keuangan perusahaan manufaktur. Tanpa kontrol yang baik, perusahaan berisiko kehilangan kepercayaan dari pemangku kepentingan.

Lakukan audit internal secara rutin dan libatkan auditor eksternal untuk memastikan laporan keuangan benar-benar mencerminkan kondisi perusahaan. Dengan transparansi yang lebih baik, kepercayaan investor dan mitra bisnis pun akan semakin kuat.

Gunakan teknologi untuk mengurangi kesalahan

Banyak perusahaan manufaktur masih mengandalkan pencatatan manual, yang sering kali menyebabkan keterlambatan dan kesalahan dalam laporan keuangan perusahaan manufaktur. Jika dibiarkan, hal ini dapat menghambat arus kas, perencanaan, dan pengambilan keputusan bisnis.

Untuk mengatasinya, diperlukan sistem yang lebih efisien seperti software manufaktur agar data keuangan bisa diproses otomatis dan diakses secara real-time. Dengan begitu, perusahaan dapat mengoptimalkan operasional, meningkatkan akurasi, dan bergerak lebih cepat dalam merespons perubahan.

Gunakan software untuk membantu pelaporan keuangan Anda

impact accounting

Menyusun laporan keuangan perusahaan manufaktur secara manual sering kali memakan waktu dan rentan terhadap kesalahan. Data yang tidak akurat bisa berdampak besar pada pengambilan keputusan bisnis, bahkan berisiko menimbulkan kerugian. Untuk itu, perusahaan manufaktur perlu mencari cara yang lebih efisien dan minim risiko dalam mengelola laporan keuangan.

Software akuntansi menjadi solusi praktis untuk mengotomatiskan pencatatan keuangan agar lebih cepat dan akurat. Jika perusahaan membutuhkan sistem yang lebih luas, software ERP bisa menjadi pilihan karena mengintegrasikan berbagai departemen dalam satu platform. Dengan sistem yang saling terhubung, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memastikan transparansi data keuangan.

Meskipun penyusunan laporan keuangan di perusahaan manufaktur memiliki tantangan tersendiri, keakuratan dan kecepatan tetap menjadi prioritas utama. Laporan yang jelas dan terpercaya membantu manajemen memahami kondisi finansial perusahaan serta merancang strategi yang tepat. Dengan memanfaatkan teknologi, perusahaan dapat menghemat waktu, mengurangi kesalahan, dan memastikan pertumbuhan bisnis yang lebih stabil.

Tim Insights Impact

Tim Insights Impact terdiri dari beragam individu profesional yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam berbagai aspek bisnis. Bersama-sama, kami berkomitmen untuk memberikan wawasan mendalam dan pemahaman yang berharga tentang berbagai topik terkait strategi bisnis dan tren industri yang relevan.

Blog